Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 24 - Introgasi Hanif


__ADS_3

“lain kali aku ceritanya ya..” ucap Hanif. Dia kembali melempar senyum pada Anita.


“hmmm.. sudah sana, temui anggota mas kasian mereka berhari-hari kelabakan karena ketuanya menyusahkan mereka, pergi entah kemana.” Ucap Anita menyindir.


“hehe..ok. Sampai ketemu lagi.” ujar Hanif lalu berdiri dan beranjak pergi.


“terserah..” Anita menggumam sendiri. Anita melanjutkan pekerjaannya lagi.


Di tempat lain, Zahra melihat sosok yang berhari-hari menghilang, bukan hanya membuat sahabat satu-satunya itu heboh, tetapi membuat hampir seluruh pengurus kegiatan ramadhan kesusahan.


“itu dia orangnya, akhirnya muncul juga.” Gumam Zahra seorang diri.


“siapa Zah?” tanya rizki, pengurus lainnya.


“tuh, yang bikin heboh beberapa hari..” menunjuk kearah Hanif dan menjawab kesal.

__ADS_1


Kemudian Zahra memutuskan menghampiri Hanif. Dia sedang berada di tengah-tengah anggotanya ada juga ketua kegiatan disana. Sepertinya sedang diinterogasi.


“mas Hanif, bisa bicara sebentar?” ucap Zahra mengagetkan Hanif.


Ah, belum kelar ternyata sesi interogasinya. Ucap Hanif dalam hati.


“hmm”. Hanif menjawab singkat.


Zahra akan memulai interogasinya. Menghela nafas panjang, lalu menghembuskannya.


Waaahh..sepertinya ini bukan hanya interogasi biasa. Hanif masih terdiam tidak menimpali ucapan Zahra. Dia akan mendengarkan dengan seksama apa inti pembicaraan Zahra kali ini.


“gara-gara ulah mas Hanif aku menderita beberapa hari ini.. ah, bukan aku saja, tapi hampir setiap orang disini menderita gara-gara mas Hanif. tidak tidak.. aku yang paling menderita siang dan malam..” ucap Zahra panjang lebar sambil menatap Hanif dengan tajam. Hanif yang mendapat tatapan itu hanya mengernyitkan keningnya. Zahra merasa perlu meluapkan kekesalannya beberapa hari ini.


“apa maksudmu? Ya aku tau Zahra, aku sudah membuat kesalahan. Tapi tidakkah ucapanmu terlalu berlebihan?”

__ADS_1


“tidak, tentu tidak berlebihan seandainya mas lihat sendiri kekacauan yang terjadi selama mas menghilang. Ibu bendahara yang terhormat itu berhari-hari melampiaskan kekesalannya pada kami semua. Setiap hari kami kena omel dengan alasan nota lah, uang kembalian lah, dana mepetlah, bla bla bla.. Tentu saja kami semua tahu, itu hanya alibi baginya. Dia butuh pelampiasan. Dan itu semua terjadi karena satu orang, yaitu anda.” Ucap Zahra sarkas. Zahra mengambil nafas sebelum melanjutkan.


“belum puas melampiaskan kekesalannya di siang hari, malamnya saya yang jadi sasaran, anda tahu Hanif Rahardian? Sebenarnya apa yang terjadi pada mas Hanif sampai menghilang beberapa hari ini, bahkan handphone juga tidak bisa dihubungi. Apa yang mas lakukan pada Anita sebelum ini? Sampai-sampai dia menggila seperti itu dan membuat kami semua menderita!!” ujar Zahra menyudahi dan menghela nafas. Lega yang dia rasakan karena sudah menumpahkan kekesalannya pada si pembuat onar. Ya, julukan Hanif kini adalah si Pembuat Onar.


Benar. Anita terlihat sangat kesal tadi. Lagi-lagi Hanif hanya bergumam dalam hati. Lidahnya seolah kelu setelah mendengar pengakuan Zahra.


“mas sudah bertemu dengan Anita? Apa mas tahu alasan Anita bereaksi seperti itu?” tanya Zahra lagi.


“hmm.. maaf Zahra, aku harus pergi sekarang..” Hanif cukup tahu bahwa ia juga sedang menghadapi pelampiasan Zahra. Oleh karena itu, begitu Zahra selesai melampiaskan uneg-uneg padanya, Hanif segera pamit. Meninggalkan Zahra mematung tak percaya.


“waaah.. aku ngomong panjang lebar dan dia malah pergi begitu saja?”. Zahra menggerutu sendirian masih menatap punggung Hanif yang kian tak terlihat.


****


Episode Selanjutnya akan up sebentar lagi, ditunggu ya..

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya readers ^^


__ADS_2