
HAPPY READING YA GUYS
SAKIT...TUHAN ...
KALAU BEGINI TERUS LAMA LAMA BISA MATI...
Lanjut 💞💞💞
Jika rumah tangga sudah tanpa kasih sayang dan pengertian,maka percuma harus dipertahankan.
Akan tetapi jika rumah tangga dipenuhi cinta dan pengertian,pertahankan semuanya sayang karena hal itu menuju kebahagiaan.
Rumah tangga akan indah jika saling menghargai dan menjaga,tanpa ada niat untuk menyakiti atau saling mengkhianati.
🙏🙏🙏
Dika kebingungan harus bagiamana karena Yuli belum sadar juga,belum lagi suhu badannya sangat tinggi.
Suami mana yang tidak stres ketika sang istri sedang tak berdaya seperti itu,Dika merasa seakan dunianya runtuh karena Yuli yang kunjung tak sadar.
"Ini Si cempreng kemana lagi,masa sampai sekarang belum sampai juga?" Gumam Dika kesal.
Sementara itu Lika ternyata menuju ketempat Alan,karena ia ingin mengajak suaminya menemani dirinya.
"Sayang,kita kerumah Yuli ya!" Ajak Lika saat mereka sudah sampai dikafe tempat Alan ada.
"lho sayang ngapain,ini masih siang kamu juga masih kerja!" Sahut Alan heran.
"Yuli sakit!" Ujar Lika membuat Alan yang sedang duduk didepan laptop langsung berdiri dan menarik tangan Lika keluar.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?" Tanya Alan yang menarik tangan Lika bak orang kesetanan.
"ih katanya yang lagi panik dengar mantan lagi sakit,padahal tadi sempat nolak lho." Goda Lika.
"Aishh Sayang kamu nih kenapa harus pake ledekin aku segala,jadi malu lho kelihatan lebaynya." ucap Alan setengah tertawa.
Keduanya tertawa bersama karena wajah malu malu milik Alan itu,akan tetapi tawa itu tak berlangsung lama karena mengingat kembali keadaan Yuli.
"Ayo cepat sayang,nanti kena amukan singa jantan lagi kan bisa bahaya!" Ajak Lika
Keduanya bergegas menuju Parkiran karena antara cemas dan panik,cemas dengan keadaan Yuli dan panik nanti bakal kena amukan dari Dika.
__ADS_1
Tak berselang lama mereka sampai dikediaman Hadiwinata,terlihat sangat sunyi maklumlah penghuninya hanya dua orang saja.
"Yang kita langsung masuk saja,tapi nanti dibilang maling yang tidak punya sopan santun gimana?" Tanya Alan pelan.
"Hai kau ini dasar curigaan,keburu tunggu sopan santun Yuli nya sudah terbang melayang." gerutu Lika yang langsung menuju tangga kekamar Dika.
"Hallo aku datang!" teriak Lika dari luar.
ceklek
Lika membuka pintu kamar Dika dan Yuli,terlihat pasangan suami istri itu sedang duduk bercanda.
"Lho kok kamu bangun Yul?" Tanya Lika heran.
"Maksudnya,kamu mau aku tidur terus begitu?" Tanya Yuli heran.
"Eh bukan gitu Manis,aku kan heran tadi ditelpon katanya kamu pingsan eh sekarang sudah sadar ya bingung lha." Sahut Lika.
"Makanya datang itu jangan kelamaan,jangan jangan kamu yang larang?" Sinis Dika ke Alan yang dari tadi duduk manis disofa.
"Eh apa hubungannya sama aku coba,kamu jangan salahin aku dong. Syukur juga aku bawa istriku datang,kalau tidak mah bodoh amat!" ketus Alan karena tiba tiba tanpa hujan Dika menyalahkan dirinya.
"Itu semua kan gara gara kamu,untung juga dia bisa cepat sadar kalau tidak awas saja kamu!" Ancam Dika tajam.
"Eh kata siapa dia bulan purnama mu,asal kamu tahu dia itu istriku belahan jiwaku!" ketus Dika.
"Astogeh nih aki aki kelewat lebay deh,hobinya cari perkara saja." gerutu Yuli sambil menatap tajam kearah Dika.
Lika pun sama bukan karena cemburu pada Alan karena memanggil Yuli seperti tadi,melainkan karena suaminya itu mulutnya susah diajak kompromi jika bertemu Dika.
"Kamu itu untung juga aku baik hati jadi mengijinkan putriku nikah sama anak kamu,kalau tidak mah aku minat pun tidak!" Gerutu Alan.
'Wah ini mah namanya kurang ajar,pake bahas masalah yang tidak jelas.Awas saja kamu bakal kujadikan perkedel,sukanya cari perkara!" Sarkas Dika tak mau kalah.
Kedua istri mereka hanya menatap jengah saja,tak pernah berubah kedua pria itu dari dulu sampai sekarang.
"Ka,ayo periksa aku tadi kenapa supaya setelah itu kita berdua pergi shopping mau cuci mata ketemu pria tampan!" pinta Yuli.
"Ok baik,iya aku juga lagi pengen lihat yang bening bosan yang merek begituan terus." sindir Lika tak mau kalah.
Dika dan Alan yang dari tadi saling menatap sengit,langsung terhenti karena pembicaraan kedua wanita cantik itu.
__ADS_1
"Maksud kamu ngomong begitu apa?" Tanya Dika tajam.
"Telinga kamu masih normal kan?" Sinis Yuli.
"Coba saja kamu macam macam,bakal kuikat kaki kamu terus aku kurung dalam kamar biar tidak bisa kemana mana!" Ucap Alan yang tak kalah tajam setajam silet.
"Bukannya tadi kalian lagi ingin berdebat,ya makanya dilanjutkan saja daripada kesenangan kalian tergangu." Ucap Lika yang mulai megeluarkan peralatan tempurnya untuk memeriksa Yuli.
"Kamu belakangan ini begadang terus ya,tekanan darah kamu rendah sekali lho?" Tanya Lika penasaran.
"Hem aku sepertinya Insomnia parah deh,soalnya kalau malam nggak bisa tidur bawaanya gelisah melulu." jelas Yuli pelan.
"Kamu lagi mikirin sesuatu,atau memang ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tanya Lika memastikan.
"kamu pasti tahu kan sebab dari semua itu?" Tanya Yuli balik.
"Huh,penyakit itu siapa saja pasti akan kena apalagi usia kita yang terbilang tidak muda lagi. Aku tahu kamu pasti stres,tapi ya dibawa santai saja bisa kan?" Tanya Lika.
"Kamu ajakin Yuli begadang terus kan?" Tanya Alan tajam kearah Dika.
"Eh apa urusannya dengan kamu,mau aku ajak begadang atau smack down terserah aku lah orang istriku ya sah saja dong!" Kesal Dika.
"Tapi jadinya seperti ini kan?" Kesal Dika yang tak mau disalahkan.
"Kalian bisa diam tidak?" Kesal Yuli.
"Mampus lu,siapa suruh cerewet!" ejek Alan.
Bugh
Dika memukul pelan kepala Alan,karena cs nya itu selalu cari masalah.
"Kenapa suamiku dipukul Woii,jagain istrimu jangan ajak berantem diranjang terus kasihan anak orang itu!" Lika menimpali karena melihat sikap Dika yang keras kepala.
"Ya ampun kalian suami istri main keroyok nih ceritanya,wah aku bakal kena pasal berapa nih?" Ejek Dika membuat mereka semua tertawa.
"Jadi tidak ada yang serius kan?" Tanya Dika memastikan.
"Tidak,tapi begitulah tolong dijaga pola makannya,terus dengan waktu tidurnya usahakan jangan larut!" Jelas Lika.
"Tuh denger apa kata ahlinya,jangan bikin diri pintar padahal otak setengah jadi." Sindir Alan membuat Dika ingin sekali menghancurkan mulutnya yang tidak berakhlak itu.
__ADS_1
"Calm Down Bos,jangan marah marah nanti kasihan sama umur." Ejek Alan lalu segera berlari keluar.