
HAAAIII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
"Sayang bisa tidak pakai pakaian nya dulu,apa kamu nggak kasihan lihat adik kecil ku sedang berontak minta tolong. Atau bagaimana jika kamu menidurkan dia dulu,mungkin bakalan lebih bagus ". Ucap Dika yang tak tahu jika ada yang sedang kesal kepadanya.
" Kamu pikir aku lagi ingin godain kamu ,oh sorry bos tapi aku nggak pernah kepikiran sampai situ.Hanya dasar kamu ya saja yang selalu berpikiran mesum ,jadi segala sesuatu selalu pikirnya mengarah kesana ".Kesal Yuli
" Ya kan sah saja lah,aku kan suami kamu jadi wajar dong mesum sama istri sendiri "! Sahut Dika sambil tersenyum Devil.
Yang mana membuat Yuli semakin kesal ,karena suaminya itu seperti orang yang melakukan kesalahan sama sekali. Ia bahkan terlihat santai saat ia sedang pusing memikirkan jejak ,yang di tinggalkan Dika kepadanya.
Yuli memilih membuka lemari pakaian dan mengambil gaun untuk dipakai saat ke Rumah Silvia nanti.Ia tak menghiraukan Dika yang sengaja membuka pakaian di hadapannya ,yang mungkin bermaksud balas dendam.
Padahal mungkin satu yang Dika lupakan mungkin ,jika kaum wanita ketika melihat suami telanjang. Tak akan menunjukkan ekspresi apa pun,entah terangsang ataupun tidak.
Berbeda dengan kaum pria jika melihat pemandangan surga dunia ,otak mesum mereka akan mulai bekerja.Dan sesuatu yang di bawah sana,akan langsung berdiri tegap bagaikan tongkat.
" Dasar suami error ngapain kamu buka pakaian nya disini ,memang nya kamu pikir aku bakalan tergoda begitu. Yang ada di badanku saja belum hilang,enak saja kamu mau lagi ". Kesal Yuli yang sedang memakai pakaian nya.
Dika menunjukkan wajah memelas ,seolah mengisyaratkan dirinya sedang berada pada mode on.Namun sepertiga istrinya itu memang sedang sangat kesal kepadanya ,oleh karena itu Dika pasrah tak bisa berbuat apa apa.
" Yang Aku di bantuin dikit kenapa sih,soalnya junior nya lagi ngamuk nih".Ucap Dika memelas dengan wajahnya yang memerah menahan gejolak terpendam.
Yuli yang merasa tak tega akhirnya memeluk leher suaminya ,dan langsung menciumnya. Setelah itu Yuli tersenyum dan menatap wajah suaminya ,yang sedang terpancar rona bahagia nya.
Bagaimana tidak bahagia saat sang istri mengabulkan permintaan nya,padahal Yuli sudah rapi dan memakai pakaiannya.
"Jadi gimana Yang,enak nya gaya apa"? Tanya Yuli seraya melepaskan pakaiannya di hadapan Dika,dan tersenyum nakal.
Dika yang mendapatkan lampu hijau ,langsung menyerang Yuli tanpa ampun.Karena sang istri sudah lebih dahulu agresif kepada nya,maka terjadilah yang seperti di katakan nya.
Keduanya tak peduli sudah jam berapa sekarang ,padahal jam tujuh malam harus sudah kerumah nya. Namun urusan surga dunia adalah hal yang terpenting ,biarpun tsunami hujan badai tak akan pernah surut semangatnya.
Sedangkan dua bujangan mereka ,sedang menunggu tanpa kepastian sambil sesekali memandang pintu kamar orangtua mereka.
"Astaga tuh aki aki sama emak emak ngapain saja sih ,kok lama banget "? Kesal Davin.
__ADS_1
" Mungkin lagi tidur kali". Sahut Rino asal.
Davin yang sudah kesal bertambah kesal lagi mendengar jawaban dari Rino,setidak coba beri jawaban yang agak bagus sedikit.Supaya ia tak terlalu cemas seperti sekarang ini,namun membuatnya bertambah kesal.
" Bisa tidak kasih jawaban yang kreatif sedikit ,supaya bisa hati sedikit tenang. Tapi malah bikin emosi tambah meledak ,dasar otak udang balado ". Sungut Davin
" Haha iya iya maaf Bro,tapi tenang lah jangan terlalu panik.Aku yakin pasti sedikit lagi mereka bakalan keluar dari kamar,karena tak mau telat ke rumanya silvia". Ujar Rino.
Davin sudah tak menanggapi lagi ,karena ia sudah tak bisa berpikir lagi. Sebab sudah habis kata untuk di ungkapkan ,dan lebih baik menunggu dengan sabar.
Dika dan Yuli yang sudah selesai dengan urusan keduanya,kini sudah berada dalam kamar mandi.Karena untuk mempersingkat waktu ,karena keduanya yakin Davin kini dalam posisi emosi.
" Ingat ya janji kamu tadi kalau hanya mandi,tidak ada namanya ono ini lagi.Atau bakalan di marahin sampai habis oleh Davin ,kamu tahu kan anak kamu itu seperti apa kalau lagi marah ". Yuli mencoba mengingatkan Dika .
" Iya Sayang jangan takut sekarang aku tak akan memakan mu,tapi nanti sebentar kalau sudah pulang jangan harap bakal di lepas". Sahut Dika sambil tersenyum smirk yang membuat Yuli langsung bergidik ngeri.
Yuli sangat hafal semua perkataan yang Dika ucapkan ,selalu ia tepati dan tak kan di lupakan. Dan Yuli yakin malam ini bakalan di gempur ,habis habisan oleh suaminya.
......................
Di kediaman Andrew Lika sedang membicarakan perihal kedatangan Dika dan Yuli nanti malam .Ia memberitahu kan kepada Alan suaminya dan Silvia putrinya.
" Yang nanti malam Dika sama Yuli bakal datang kesini". Ujar Lika
Alan bingung dengan apa yang ia dengar ,karena tak seperti biasanya Dika dan Yuli akan bertamu. Jika bukan hal yang sangat penting ,karena ia sangat kenal dengan kesibukan kedua sahabatnya itu.
" Memangnya mereka mau ada keperluan apa sih Ma"? Tanya Silvia kepo.
" Hehe seperti ada yang sedang kepo nih ,kasih tau nggak ya"? Goda Lika yang sedang menatap Kearah anaknya.
" Ishh Mama nih kok malah jawab seperti itu ,bukanya di jelaskan atau apalah tapi malah ngomong seperti itu ".Kesal Silvia
"Sayang sudah lah bisa tidak di jawab saja ,tanpa harus banyak bicara ". Alan membela putrinya
Lika tertawa kecil karena melihat wajah kesal suaminya dan putrinya ,padahal tadi ia hanya bercanda saja. Tapi sepertinya keduanya menganggap serius ,ya tapi terlihat lucu sih.
" Iya maafin Mama deh,tapi tadi Yuli hanya omong seperti itu saja.Tak ada bilang kalau ia ada keperluan apa begitu ,lagian ya di tunggu sajalah. Pasti kalau sudah datang,bakalan tahu maksud dan tujuan nya mau datang kesini ". Sahut Lika sambil tersenyum.
" Ya sudah lah lagian aku juga sudah nggak sabar ketemu sama sobat ku itu,sekalian melepaskan rindu yang terpendam ". Ujar Alan sambil tertawa kecil.
Lika sangat tahu apa yang ada di otak suaminya itu,pasti hanya berisi kata kata untuk memancing emosinya Dika. Memang mulut suami nya itu sangat tak bisa di jaga,selalu saja bisa memancing emosi seseorang naik ke permukaan.
" Ingat umur Ya jangan selalu saja ketika bertemu ,bertingkah seperti bocah yang tak ada akhlak. Memangnya nggak pernah sadar umur atau apa sih ,aku saja jadi bingung pikir nya". Ucap Lika sambil mengerutkan keningnya.
" Ya habis nya sudah mendarah daging jadi tak bisa lagi untuk berhenti ,sepertinya keasyikan sih Yang". Sahut Alan.
" Terserah kamu saja aku lagi malas kasih kommen seperti para readers ku,hanya usahakan jangan terlalu berlebihan ya". Pinta Lika sambil tersenyum kepada suaminya itu.
__ADS_1
Silvia memandang jengah kepada kedua orangtua nya ,yang menganggap dirinya seperti obat nyamuk. Selalu saja bikin iri orang yang melihat nya,karena romantis tak pake pikir.
" Ya Tuhan kapan kau kirimkan jodoh untuk ku,kasihan diriku ini yang selalu sakit mata karena pandangan yang selalu kulihat ". Ucap Silvia sambil mengatupkan kedua tangannya.
Lika dan Alan hanya tertawa melihat tingkah anak mereka ,yang terlihat sedang menyindir keduanya secara halus.Namun apa mau di kata ,ke romantisan tak selalu kenal tempat .
Terkadang muncul tiba tiba mengikuti suasana hati ,kadang juga karena spontanitas. Namun bukan kah hal tersebut wajar saja,karena pasangan kita hanya ingin menunjukkan perasaannya secara tak langsung.
" Memangnya tadi kamu melihat apaan sih,sampai punya pikiran seperti itu". Tanya Lika sambil menaik turunkan alisnya
Silvia mengerucutkan bibir nya ,karena seperti nya Lika sedang menggoda dirinya. Karena meminta Tuhan mengirimkan jodoh nya ,padahal tadi hanya bermaksud menyindir doang.
" Aku tadi melihat apa yang tak ingin ku lihat dan ku dengar ,soalnya seperti memang sengaja karena melihat jomblo cantik sedang duduk manis ". Kesal Silvia.
" Haha jadi ceritanya anak Papa sedang ngambek nih ,ya sudah maafin kami Ya jangan cemberut gitu dong ". Bujuk Alan.
" Hemm seterah Papa saja deh,aku mau ke kamar dulu".Ucap Silvia lalu hendak masuk kedalam kamarnya tapi di cegah oleh mama nya.
" Nak nanti ganti baju kamu ya,biar sopan dikit menyambut tamu nya".Pinta Lika.
Silvia hanya mengangguk kan kepalanya ,setelah itu berlalu kedalam kamarnya. Ia sebenarnya sangat penasaran ,apa maksud dan tujuan kedatangan orang tua nya Davin.
"Kenapa tadi Kak Avin nggak bilang aku ,kalau om dan tante mau kesini. Aku jadi penasaran deh ,dengan tujuan mereka ".Guman Silvia.
...----------------...
Di kediaman Hadiwinata ,Davin tengah memarahi kedua orangtua nya yang dari tadi di tunggu baru muncul. Anak siapa yang tak kesal ,jika melihat orangtua yang kelewat santai.
"Pa Ma bisa tidak jangan terlalu slow,anak lagi panik malah semua kelewat santai. Ini sudah jam berapa ,nanti kalau terlambat kesana terus orang tua nya Silvia sudah tidur bagaimana "? Tanya Davin kesal.
" Ya kalau sudah tidur tinggal di bangunin saja kan,begitu aja kok repot ".Sahut Dika santai.
" Iya setelah di bangunin lalu di usir karena mengganggu ,dan tak jadi membahas soal aku dan Silvia "? Tanya Davin kesal .
" Hehe yang lagi pengen kawin ,bawaannya marah terus dari tadi ,iya ini kami mau jalan biar kamu puas .Lalu setelah itu berhenti ngomong ,karena telinga Mama mau lepas dari tempatnya. "Sindir Yuli
" Tau ah sudah sana".Usir Davin kesal
" Ayo Yang kita pergi soalnya kita sudah di usir dari tadi ,setelah itu kita pulang dari sana langsung ke hotel.Soalnya kehadiran kita sepertinya tak di perlukan lagi". Sindir Dika
Davin membuang nafas nya kasar,karena perkataan Papa nya barusan. Apa memang dirinya dari tadi keterlaluan ,sampai Papanya marah begitu.
" Maafkan Aku Ma Pa jika terlalu memaksa ,tapi kan murni hanya cemas saja.Tak ada maksud yang lain,apalagi mengusir kalian seperti yang Papa bilang ". Lirih Davin frustasi.
" Haha Boy ayolah Papa bercanda kali,ya sudah kami pamit Ya nak". Ucap Dika lalu berjalan keluar sambil bergandengan tangan dengan istrinya.
Rino dan Davin memandang punggung orangtua mereka ,sampai menghilang di balik pintu. Setelah itu keduanya masuk kedalam kamar masing masing ,Rino langsung tertidur tapi beda hal ny dengan Davin.
__ADS_1
Davin sama sekali tak bisa tidur ,karena cemas memikirkan pertemuan orangtua nya dan Silvia serta Alan dan Lika.Entah bagaimana respon mereka,apalagi Silvia.