
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Maaf ya tadi kepotong sedikit naskah nya, soalnya hp ku lowbatt ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ jadi nggak bisa lanjutkan....
...****************...
" Aku lagi keluar kalau kamu lagi mau ke Mall,nanti kita ketemu nya di sana saja ya". Sahut Silvia
" Ok otw". Sahut Sarah semangat.
" Sarah kenapa nak"? Tanya Lika penasaran
"Oh tadi katanya mau kerumah ,tapi Via suruh ikut ke Mall saja sekalian daripada di rumah sendirian ".Ujar Silvia
Semuanya hanya beroh ria saja,soalnya apa yang mau di katakan karena sudah terjawab semuanya.
Tak berselang lama mereka pun sampai di tujuan ,Davin menghubungi Mamanya memastikan di mana keberadaan mereka. setelah mengetahui yang pasti,mereka lalu menuju tempat yang di maksud.
Terlihat seorang wanita paruh baya dan seorang pemuda tampan sedang menenteng tas belanja ,dan sedang menunggu mereka.
" Hallo terseyeng ku,ahh rindunya diriku ini". Ucap Lika sambil memeluk erat tubuh Yuli
Davin dan Silvia hanya menggelengkan kepalanya ,karena melihat tingkah laku Mama mereka.Masa semalam baru ketemu ,hari ini sudah mengatakan Rindu.
" Ishhh nih emak emak ini kelebihan lebay nya sih,padahal semalam baru ketemu tapi masih saja tak berubah ". Gumam Silvia sambil menatap jengah kearah keduanya.
Tapi perkataan Silvia masih bisa di dengar oleh Davin ,ia hanya tersenyum mendengar perkataan kekasih hatinya itu.
" Ya seperti itulah Sayang,emak emak rasa Abg susah untuk berubah ". Sahut Davin sambil terkekeh.
Rino hanya tertawa kecil ,karena melihat tingkah Mamanya yang sepertinya sangat akrab dengan Lika Mama nya Silvia.
" Hallo anak anak nya Mama,sekarang kemana mana harus berdua ya Mama jadi iri deh". Ujar Yuli sambil menatap kearah Davin dan Silvia.
" Sudah kadaluarsa jadi sudah tak pantas lagu seperti itu,yang ada kalau di lihatin anak muda sekarang pasti kita bakalan di katain"? Sahut Lika keduanya terkekeh sambil berjalan mendahului mereka.
" Ayo Sayang kamu mau beli apa aku temani ya"?.Ajak Davin
" Emm apa saja deh yang penting bareng kamu". Sahut Silvia sambil memeluk lengan Davin.
__ADS_1
Rino yang jengah melihat kemesraan pasangan di hadapan nya ,memilih untuk balik belakang ingin menyusuri Mall sendirian. Namun karena tak melihat di belakang ,ia menabrak seorang gadis cantik yang sedang berjalan kearah mereka.
Bughhh
" Awww jalan itu lihat lihat dong ,pikir di sini manekin apa main tabrak saja". Umpat seorang gadis cantik
" Ehh maafkan saya Nona ,tapi benar tak sengaja ". Ujar Rino minta maaf.
Gadis tersebut langsung mengangkat wajahnya dengan wajah kesal ,ketika ia menatap kearah Rino.
" Sarah kamu kenapa sih,kok marah marah tadi"? Tanya Silvia yang baru menyadari kehadirannya Sarah.
" Ishh tidak marah marah bagaimana,tuh lihat cowok aneh tadi main tabrak saja. Lihat kan pakaian ku jadi kotor kan,bikin kesal saja". Umpat Sarah.
" Ya tadi kan aku sudah minta maaf nona cantik ,ya sudah gimana kalau aku ganti rugi dengan belikan pakaian yang baru."Rino menimpali..
"Enak saja ngomongnya ,emang kamu pikir aku nggak punya duit apa jadi minta kamu yang belikan "? Kesal Sarah.
" Jadi mau nya bagaimana "? Tanya Rino yang masih betah menatap wanita cantik yang berada di hadapannya kini.
" Nggak gimana gimana kok,sudah ah ayo Via kita shopping yuk dari pada suntuk". Ajak Sarah sambil menarik tangan Silvia agar ikut dengan nya.
" Lho mana bisa begitu,Vivin itu punyaku jadi jangan harap bakal ijinkan kamu pergi dengannya ". Kesal Davin langsung menarik Silvia masuk dalam pelukan nya.
" Idih mana bisa begitu Via itu punya ku,lagian kakak siapa nya dia sih pake larang segala lagi". Sahut Sarah ketus.
" Aku calon suaminya ,lebih baik kamu ajak tuh sesama jomblo jangan gangguin punya ku". Davin menyuruh Sarah mengajak Rino ,karena ia melihat dari tadi Rino selalu mencuri pandangan kearah Sarah.
" Ehh nona jangan berlebihan seperti itu ,nanti jatuh cinta baru tahu rasa.Begini begini tapi jadi rebutan lho di luar sana,apa nggak mau beneran jalan sama aku"? Tanya Rino memastikan sekaligus narsis tingkat dewa.
" Dasar sakit sampai nggak waras". Bentak Sarah sambil memasang wajah cemberut nya. Ia sangat kesal hari ini ,karena di tabrak hingga jatuh,lalu ketemu pemuda narsis
" Ahhh nona ternyata mulut mu manis juga ya"? Goda Rino
Sarah sudah memasang wajah garangnya ,siap menerkam mangsa nya ia sudah sangat kesal kepada Rino.Yang selalu saja memancing emosinya ,jika membunuh tak di larang bisa di pastikan Rino orang pertama nya.
" Sayang ayo kita kesana saja,biarkan pasangan kasmaran melepaskan rindu dalam hati ". Sindir Davin lalu menarik tangan Silvia agar mengikuti dirinya.
Silvia mengikuti saja tak mungkin menolak,sepanjang perjalanan keliling Mall.Davin tampak kesal karena melihat tatapan para pria kearah Silvia ,tatapan mereka seolah menyiratkan hal yang paling ia benci.
" Kalau tahu begini lebih baik kamu tinggal di rumah saja deh Yang,sebelum ku congkel mata mereka ". Umpat Davin kesal.
Silvia merasa heran dengan perkataan yang keluar dari mulut Davin barusan,memang nya ada masalah apa sehingga wajah Davin di tekuk.
" Memang nya kenapa sih Yang,kok tiba tiba main marah saja.Lihat tuh ganteng nya luntur kan,apa nggak sayang tuh muka"? Goda Silvia.
" Ya gimana nggak marah ,coba lihat sekeliling kita tatapan para hidung belang ke kamu. Bikin naik darah nggak tuh ,menguji kesabaran ku saja tau nggak "? Kesal Davin.
Silvia pun mengikuti arah yang di maksud oleh Davin ,dan memang ternyata betul. Silvia yang tak ingin Davin tambah kesal memeluk Davin,agar semu tahu kalau ia sudah ada yang punya.
__ADS_1
Keduanya memang terlihat sangat serasi ,dan nyaris sempurna karena sudah di garis kan dari sang pencipta. Sejauh apapun melangkah ,tak kan pernah melunturkan rasa cinta yang membara.
Melihat perbuatan Silvia,senyum Davin yang tadi luntur kembali lagi.Ia merasa senang karena Silvia bersikap romantis di depan orang orang ,hingga ia sudah tak khawatir lagi takut Silvia nya di ambil.
" Gimana masih ngambek lagi tidak,kalau masih kita pulang saja ya.Daripada terseyeng ku marah marah,dan mengakibatkan diri ku menjadi tak tenang ". Goda Silvia lagi.
Davin hanya tertawa kecil ,karena di goda oleh kekasih nya sendiri. Ia bahkan mengacak gemas rambutnya Silvia ,yang terlihat makin imut ketika cemberut.
" Yang ah kamu tega nih lihat rambut ku berantakan jadinya,nanti kelihatan jelek baru tahu rasa". Kesal Silvia.
" Lho kok jadi marah marah si Yang,yang bilang kamu jelek siapa.Yang ada makin menggemaskan ,dan tambah cantik". Sahut Davin lalu keduanya berjalan keliling Mall dan berhenti di salah satu toko perhiasan ,Davin pun mengajak Silvia agar masuk.
" Sayang kita masuk kedalam yuk"? Ajak Davin
Silvia hanya menganggukan kepalanya pertanda setuju,ia tak tahu maksud dan tujuan Davin mengajak nya masuk.Hanya mengikuti langkah kaki,kekasihnya itu.
Davin memperhatikan segala macam perhiasan ,yang di pajang di etalase yang ada di hadapannya kini.Pandangan nya tertuju kepada sebuah cincin yang sangat cantik ,membuat senyuman langsung terpancar di wajahnya.
" Ada yang bisa kami bantu Mas dan mbak nya "? Tanya Salah satu pegawai toko
" Oh Mbak saya mau dong lihat cincin yang ini"? Pinta Davin
Akhirnya cincin yang sangat cantik sudah berada di hadapan mereka,Davin mengambil nya lalu menyematkan ke jari nya Silvia dan terlihat sangat cantik.
" Saya ambil yang ini saja Mbak". Ujar Davin
" Di bungkus dulu atau bagaimana Mas"? Tanya pegawai tersebut.
" Nggak perlu ". Sahut Davin sambil memberikan kartu kredit nya.
Silvia masih berdiri mematung ,karena masih mencerna apa yang di berikan Davin kepadanya. Ia bahkan sudah tak bisa berkata apa apa lagi ,karena sangat terkejut.
Pasalnya ia sangat yakin jika pasti harganya sangat mahal ,dan ia tak ingin di sangka wanita gila harta.
setelah selesai melakukan pembayaran ,keduanya meninggalkan tempat tersebut.Silvia dari tadi hanya terdiam saja,karena ia masih mencerna apa yang terjadi.
" Sayang kamu kok diam saja sih,memangnya kamu nggak suka ya cincin tadi ". Tanya Davin bingung.
" Aku nggak suka lihat kamu menghamburkan uang,itu namanya pemborosan ". Sahut Silvia.
Davin menatap ke arah Silvia ,lalu menggenggam tangannya.
" Maafkanlah aku jika kau tak suka,tapi percayalah ini semua ku lakukan hanya untuk menunjukkan perasaanku. Karena bagiku uang bukan segalanya ,tapi kamu adalah segalanya bagiku. Harta bisa kucari ,tapi kamu tak kan tergantikan dengan apapun ". Ujar Davin sambil tersenyum.
Silvia akhirnya tak membantah lagi,karena ia melihat kesungguhan Davin memberikan sesuatu kepadanya. Ia pun yakin jika Davin tak kan menurut pada kemauannya kali ini.
Keduanya kembali mencari pasangan terparipurna ,yang sedang berdebat.
" Haii dua sejoli yang sedang kasmaran ,kenapa nggak pacaran sekaligus saja.Soalnya kelihatan serasi sekali ,bahkan sangat cocok di pandang". Goda Silvia
" Ishhh kamu
__ADS_1