Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 371


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Dika sangat khawatir dengan keadaan Yuli,sampai mandi pun hanya lima belas menit saja.Sama saja jika tubuh ingin melakukan sesuatu,akan tetapi jika hati dan pikiran menolak ya sama saja.


"Lho kok mandinya cepat?" Tanya Yuli penasaran.


"Ayo sekarang giliran kamu,jangan banyak komentar nanti telat kesana." Perintah Dika serius.


"Tapi aku lagi malas mandi lho,ganti baju saja ya!" Pinta Yuli memelas.


"Sayang ayolah mandi pake air hangat dulu ya,biar lebih segar rasanya." Bujuk Dika lagi.


Yuli sebenarnya ingin membantah,akan tetapi melihat ketulusan suaminya hati kecilnya menjadi tak tega.


"Hem baiklah!" sahut Yuli sendu lalu pergi kedalam kamar mandi.


Dika berinisiatif menyiapkan pakaian untuk sang istri,sekali kali bolehlah membantu Yuli yang terlihat sangat lesu itu.


Yuli pun tak mau kalah dari Dika,ia pun sama mandi hanya sepuluh menitan saja.


"Sayang udah mandinya?" Tanya Dika.


"Hehe iya sudah aku mau ganti Pakaian dulu,kamu sudah ganti pakaian?" Tanya Yuli memastikan .


"Pakaian kamu juga sudah aku siapkan Yang,aku kebawah dulu mau buatkan sarapan!" Ucap Dika.


"Tunggu dulu,kamu ih buat aku kaya orang sakit parah.Aku masih bisa kok urus diri sendiri dan kamu, lagian kaki masih sehat begini juga." Tolak Yuli pelan.


"Ayolah sekali kali dong aku layani kamu,jadi suami romantis bak malam pertama begitu." Goda Dika sambil tertawa.


Ketika Dika sudah sampai dibawah tangga dirinya terkejut dengan kedatangan Alan dan Lika,terlihat ada bungkusan ditangan cs nya itu.


"Pagi buluk!" sapa Alan.


"Pagi juga burik!" Sahut Dika tak mau kalah.


"Stopp! Kalian itu sudah tua tapi tingkahnya kaya anak kecil,lama lama bosan juga lihatnya. Dimana Yuli suami yang tidak berguna,awas saja kalau dia sampai kenapa napa?" Tanya Lika tajam.


"Hei itu istriku kenapa aku berbuat macam macam,ada ada saja pertanyaan kamu yang tidak jelas itu.Dia ada dikamar sana,tunggu saja disini!" ketus Dika kesal karena dari kemarin selalu dapat nasihat dari Lika.


"Baguslah kalau kamu sadar,aku kedapur dulu.Ingat ya kalian jangan macam macam ya,kalau sampai ribut ribut kudengar bakal kusiram dengan air!" Ancam Lika sambil menatap tajam kearah keduanya.


Alan hanya mendelik kesal kearah Dika,karena gara gara dirinya Lika memarahi dirinya.

__ADS_1


"Tuh semua gara gara kamu aku jadi dimarah sama Lika,awas saja kamu macam macam bakal kuajak duel!" Ancam Alan dingin.


"Heh kamu jangan macam macam,ini rumahku ya jadi aku berhak melakukan sesuatu untuk tamuku yang datang. Mau kuusir atau kupukul suka suka dong,kenapa jadi kamu yang atur!" Ketus Dika membuat Alan sangat kesal dibuatnya.


Yuli yang sudah selesai berdandan langsung keluar kamarnya,ia sangat terkejut ketika melihat ada Alan diruang keluarga.


"Pagi Lan,kamu kok pagi pagi sudah bertamu?" Tanya Yuli penasaran.


"Nah itu Istriku saja heran kamu ada disini pagi pagi,apalagi aku yang juga sangat merasa heran?" Sinis Dika tak mau kalah.


"Kamu itu yang tidak senang,kenapa sih aku bisa punya besan kaya kamu?" Tanya Alan kesal.


"Hei aku tadi hanya tanya saja kok,bukan tidak suka mereka ada disini ada saja dengan jalan pikiran kamu itu." Kesal Yuli karena kata kata Dika tadi.


"Lho kamu kok malah belain dia sih Yang,nanti dia nya tambah ngelunjak tuh." Sungut Dika kesal.


"Pagi cinto!" Sapa Lika yang membawa makanan dan bubur diatas mangkuk.


"Lho kamu juda ada disini Honey?" Tanya Yuli heran.


"Hehe ya gitu deh,aku kan kangen sama cs ku terus sama suaminya yang mulutnya ngalahin cabe sama Lada dapur." sindir Lika sambil menatap tajam kearah Dika.


"Haissh kalian ini kenapa sih jadi pasangan yang sukanya iri kepadaku,padahal aku biasa saja lho." Sahut Dika.


"Kami iri sama kamu,woii percaya diri nya jangan ketinggian karena nanti kalau jatuh sakit bro." ejek Alan.


"Kamu bawa apa?" Tanya Yuli karena tak ingin mendengar perdebatan dari mereka.


"Wah kamu tahu saja kalau aku lagi lapar,makasih banyak ya Beb's." Ucap Yuli tulus.


"Masama,yuk kita makan!" ajak Lika.


Dika yang tadi mau masak tidak jadi,karena ada makanan gratis yang datang.Ia akui jika soal pengertian dan setia kawan,Yuli dan Lika tak pernah diragukan lagi.


Jika diantara keduanya ada yang sakit,pasti yang lain tanpa diminta langsung menjaga dan merawat sepenuh hati.


"Makasih Ya,tau saja kalau aku lagi pengen makan bubur Ayam!" Ucap Yuli.


"Hehe siapa yang tidak tahu selera kamu kalau lagi sakit,pasti maunya makan bubur Ayam kan?" Sahut Lika sambil tersenyum.


"Wuihh nasi goreng buatan Bu Dokter memang terbaik,aku jadi tidak repot buat sarapan lagi!" puji Dika.


Sedangkan Alan menatap sinis kearah nya,wajah Dika yang bahagia adalah wajah yang seolah sedang mengejek dirinya.


"Woiii enak banget ya ngomong,kalau tidak ada suaminya yang terbaik seperti aku mana bisa punya istri pengertian." Sinis Alan.


'Nah tuh kan ada yang ngajak ribut lagi,padahal tadi aku ngomongnya tulus lho." Desah Dika kesal.


Yuli dan Lika hanya saling memandang ,setelah itu melanjutkan sarapannya.Daripada sibuk dengan dua pria tua itu,nantinya hanya akan menguras keringat dan emosi.


"Setelah ini kamu mau kemana,soalnya dandanannya udah perfect abis?" Tanya Lika penasaran.

__ADS_1


"Tidak tahu tuh Tuan Hadiwinata,katanya aku harus kerumah sakit buat check up." Ucap Yuli cemberut.


"Nah itu bagus aku setuju,nanti kita bareng saja kesana biar Dika sama Mas Alan saja pergi tempat kerjanya." Saran Lika membuat kedua pria itu saling memandang dengan tatapan membunuh.


"Aku bareng sama dia,oh Maaf sampai kucing bertanduk pun jangan harap hal itu akan terjadi!" Ucap Alan tajam.


"Apalagi aku lebih tidak lagi,mending pake jalan kaki atau ngesot daripada bareng sama dia!" Dika menimpali.


"Kalian itu kenapa sih sukanya berantem kaya anak kecil,padahal rambutnya sudah beruban semua!' Ujar Yuli tajam.


"Oh maaf Nyonya Dika,mungkin anda salah Lihat tapi yang beruban itu suami anda bukannya saya!"Sahut Alan yang tak mau disamakan dengan Dika.


"Apalagi saya,lebih tidak sudi lagi kalau disebut beruban." Dika sama saja tak mau kalah.


Jika orang tua mereka sedang berdebat karena segala sesuatu yang tak penting,berbeda dengan Davin yang tengah menatap tajam kearah Rino.


Bagaimana tidak pria bule itu keluar dari dalam kamarnya dengan Sarah disampingnya,jika tidak melakukan hal mesum lalu mereka melakukan apalagi jika dua orang berbeda jenis didalam satu kamar.


"Bisa tolong dijelaskan Tuan dan Nona!" Ujar Davin serius.


Silvia masih berada dikamarnya ,maka dari itu ia belum mengetahui keadaan dilantai bawah.


"Ini tidak seperti yang Bang Avin bayangkan kok!" Sahut Sarah sambil tertunduk ia merasa dirinya seperti terdakwa karena melakukan sebuah kejahatan.


"Ya kalau kamu aku percaya ,tapi tidak dengan dia!" Ucap Davin sambil menatap tajam kearah Rino yang mengeryitkan keningnya ketika mendengar perkataan Davin yang seolah meragukan dirinya barusan.


"Kenapa lihat lihat,mau aku pukul?" Tanya Davin kasar.


"Kamu kenapa sih pagi pagi marah marah tak jelas?" Tanya Rino heran.


"Apa katamu tidak jelas?Sadar tidak bung apa yang sudah kamu lakukan pada anak orang ,ingat ya disini bukan Amerika yang tidak melarang generasi mudanya berbuat sesuka hati!" Kesal Davin.


"Kami hanya tidur bareng tapi...


"Apa katamu,awas kamu ya!" Teriak Silvia yang mendengar perkataan Rino barusan belum lagi dirinya yang terkejut karena ada Sarah disitu.


Bugh bugh bugh


Sarah memukul tubuh Rino dengan tas selempang miliknya,karena mereka ingin kerumah Yuli.


"Awww sakit woiii Sakit,tolongin aku dong!" teriak Rino sambil mengangkat kedua tangannya agar menghalangi pukulan dari Silvia.


"Mampus loe,makanya jangan macam macam jadi orang." Ejek Davin sambil tertawa mengejek.


Sarah mendekati Silvia dan memegang tangannya,ia tak rela melihat Rino di pukul seperti itu.


"Stop Via!" Teriak Sarah.


"Kamu yang stop,ingat jangan coba coba belain dia atau aku bakal marah besar kekamu!" Sarkas Silvia tajam.


"Tapi kamu jangan main hakim sendiri dong ,tanya dulu baik baik jangan langsung pukul kasihan anak orang bisa keok!" Bujuk Sarah pelan.

__ADS_1


"Kamu belain dia?" Tanya Silvia ketus.


__ADS_2