Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
bab 44


__ADS_3

 Terkadang takdir orang lain adalah jawaban atau ujian bagi harapan orang lain, entah itu senang ataupun sedih...


Jangan menjadi orang yang merasa paling terpuruk padahal ujian setiap orang tidaklah sama.


Seorang gadis yang mencintai pria buta, bukan tanpa sebab namun gadis itu sendirilah yang menyebabkan pria itu buta dan akhirnya dia iba dan jatuh cinta.


Seorang gadis yang sombong hanya senang hura-hura dan menghabiskan uang kedua orang tuanya untuk hal-hal yang bahkan terkadang tidak bermanfaat sama sekali untuknya , apalagi orang lain. Suatu hari dia menabrak seorang pria yang tengah melintas di jalan Raya Karena keteledorannya saat mengemudi sambil memainkan ponsel. Dan bersenda gurau dengan teman-temannya namun Kejadian tersebut mengubahnya menjadi pribadi yang lebih baik, bersikap dewasa dan bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan. Melihat perjuangan sang pria yang begitu gigih untuk sembuh kembali seperti sediakala, gadis itupun menemani setiap prosesnya hingga dia terbawa perasaan dan jatuh hati pada pria itu. Dia banyak belajar kesederhanaan dan rasa syukur atas apa yang dia miliki. Dari kebersamaan yang setiap hari dan setiap waktu yang membuatnya jatuh cinta pada si pria buta itu namun takdir berkata lain pria itu meninggal karena operasi kedua yang dijalani setelah operasi pertama tak berhasil menyembuhkannya dari kebutaan membuat gadis itu terpuruk untuk waktu yang lama. Merasa bersalah atas kematian seseorang. Pikirannya selalu mengatakan bahwa dialah penyebabnya karena jika dia tidak berhati-hati pastilah musibah itu tidak akan terjadi. Walaupun sang pria ketika hidupnya sudah memaafkan kesalahannya dan menerima keadaannya sebagai tarik dari Sang Pencipta untuk dirinya tetap saja dia sangat merasa bersalah, sampai akhirnya takdir kembali mempertemukannya dengan jodoh yang sesungguhnya. Dari setiap musibah pasti selalu ada hikmah didalamnya Sang pencipta ingin gadis tersebut memperbaiki dirinya dulu sebelum dia bertemu dengan jodohnya yang terbaik pula.

__ADS_1


Aluna yang membacanya begitu menghayati sehingga Tek terasa air mata berjatuhan tanpa dia sadari. Dari kisah yang dibacanya ini dia bisa mengambil pelajaran bahwa sekuat apapun kita menginginkan sesuatu jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi karena kita hanyalah perencana sedang DIA yang Mana menentukan. Aluna meyakinkan dirinya bahwa akan ada jodoh yang terbaik yang telah disiapkan Allah untuknya mungkin entah masih di bagian bumi yang mana sehingga belum dipertemukan. Namun masih ada sedikit harap jika takdir maka dia akan bersatu dengan seseorang yang diinginkannya. Namun. Segera dia tepis lagi pemikirannya itu. Dia harus bisa bangkit dari keterpurukan yang hanya dia rasakan sendiri.


Alunaelirik jam ditangannya sudah melewati waktu Dzuhur, saling asyiknya dia membaca dia benar-benar lupa waktu. Aluna pun segera bangkit menuju musholla yang berada di kafe tersebut.


Setelah melaksanakan kewajibannya dia banyak-banyak beristighfar untuk menata harinya agar tetap baik-baik saja karena dia akan pulang ke rumah dan pasti semua orang masih berkumpul di sana. Alex yang masih setia mengikutinya pun seperti tak bosan terus memperhatikannya. Ketika Aluna bersiap untuk pulang Alex pun mengikutinya hingga Aluna berdiri di dipinggir jalan karena aplikasi taksi online yang dia pesan sudah menunjukan jarak yang dekat. Alex pun yang bersiap ke arah motornya mendapatkan telepon dari Mamanya yang meminta dia segera datang dan pada akhirnya dia harus merelakan meninggalkan Aluna yang masih berdiri menunggu pesanan taksinya.


Aluna hampir kesal karena ternyata pesanannya tiba-tiba dibatalkan dengan alasan macet parah Padahal sudah dekat dia pun akhirnya memutuskan untuk berjalan terlebih dahulu, di siang hari yang menjelang sore itu kebetulan tidak terik seperti biasanya. Aluna pun berjalan melewati beberapa toko yang berada di sana hingga tiba di persimpangan jalan terlihat sepi Aluna terus menyusuri jalan dan dihampiri dua orang pria yang berpenampilan urakan.

__ADS_1


" Ya ampun sombong amat neng, kenapa terburu-buru ayolah temani dulu Abang di sini." Ucap pria satunya. Aluna semakin ketakutan karena kendaraan ke arah situ jarang melintas. Dan karena Aluna mengavaikan mereka, kedua pria itu pun menghadang Aluna. Membuat Aluna berjalan mundur berapa langkah kebelakang tak lupa dia pun merapalkan doa-doa meminta perlindungan pada Sang Pencipta. Ingin teriak ketika ada sebuah mobil yang melintas namun sial mobil melaju dengan kencang karena memang jalan itu sepi. Aluna sudah hampir menangis karena pria satunya sudah menarik satu tangannya dan pria lainnya mentertawakan. Seketika Aluna menjerit memanggil sang Mama, Aluna pun meronta berusaha melepaskan cekalan tangannya dari pria tersebut namun tidak bisa bahkan pria yang lainnya ikut menarik tangan satunya. Aluna di seret ke sebuah gang kecil di dekat situ. Aluna semakin ketakutan dan rasanya dia sudah tak bertenaga lagi untuk melawan kedua pria itu sampai akhirnya seseorang memukul kedua pria tersebut dan terjadilah perkelahian. Seseorang yang masih menggunakan helm yang menutupi wajahnya. Aluna hanya bisa menyaksikan perkelahian tersebut dengan posisi yang terkulai diatas tanah.


Happy reading πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Maaf yah aku gantung, silahkan kalian tebak siapa orang yang menolong Aluna dan biasakah dia mengalahkan kedua pria yang berniat jahat pada Aluna.....


Jangan lupa dukungannya ya...

__ADS_1


Terima kasih kepada readers yang sudah memberikan likenya pada setiap bab novel ini.... ,😘😘


dukungan kalian adalah penyemangat untuk terus update. Doakan agar cepat bisa menamatkan novel ini dengan segera....


__ADS_2