
HAIII READERKU TERSEYENG...
***KU MENANGIS MELIHAT VOTE TIAP HARI TAK ADA PERUBAHAN ,INGIN KU DATANGI RUMAH READER KU SEMUANYA APALAH DAYA AKU TINGGAL DI UJUNG NUSANTARA...
(Hehe curhat dikit boleh kan guys, dari pada gibahin orang dosa keles.Amboi aduhai aduhai amboi***)
LANJUT...
Kini mereka semua menikmati makan, siapa sih yang akan menolak pesona dari makanan seafood guys.
Selesai makan mereka memutuskan untuk pulang.Karena waktu sudah menjelang tengah malam, mereka memakai mobil masing masing.
" Sayang menurut kamu, kita perlu bulan madu nggak sih"? Tanya Dika.
" Ya aku nya ikut kamu saja sayang, gimana baik nya". Sahut Yuli
"sampai di rumah ada yang pengen aku ngomongin ke kamu yang". Ujar Dika
" Emang kenapa ngomong nya nggak di sini, kan hanya kita berdua saja".Tanya Yuli.
"Ini kan di mobil sayang, nanti kalau aku lost focus gimana"? Tanya Dika balik
" Kamu tuh ya bikin penasaran saja tau nggak,tega banget sih kamu".Kesal Yuli
" Haha yang,kamu kok jadi lebih sensitif akhir akhir ini"? Tanya Dika yang merasa perubahan Yuli akhir ini.
" Masa sih, perasaan aku biasa saja kok". Sahut Yuli
__ADS_1
" hemm semoga saja, sesuai dengan pemikiran kamu itu". Ujar Dika
Mereka pun sampai bersamaan dengan Rianin dan Bram.Karena tadi mobil mereka beriringan saat keluar dari restoran tersebut.
Dika dan Yuli pun langsung masuk, Namun saat masuk di kejut kan dengan teriakan Rika.
" Dasar anak nggak ada akhlak kalian, mau buat mama mati berdiri.Atau kalian sudah tak anggap mama sama papa masih ada"? Ujar Rika yang sangat terlihat kesal.
Riani hanya tersenyum ke arah Dika dan Yuli, karena tadi ia kan sudah berkata bahwa keduanya harus bersiap mendengar amukan dari Rika.
" Ya ampun ma, suaranya bisa pelan nggak sih, nanti kalau tetangga dengar gimana"? Tanya Dika balik.
" Kamu tuh ya sempat nya mikirin orang lain, tapi nggak pernah pikir kan mama". ucap Rika
" Ya bukan maksud nya seperti itu mams, setidak nya anak datang tuh di tanya baik baik lah.Nggak perlu ngegas gitu, untung juga jantung kami masih betah di tempat nya kalau tidak mah bisa keok ma". Sahut Dika yang berusaha menahan kekesalan nya.
Dion yang mendengar nada Dika dan Rika yang sepertinya mulai memanas, berniat menghentikan perdebatan yang terjadi.
""Dika kamu bisa kan maklumi mama kamu, asal kamu tahu ya boy hari ini mama kamu tak bisa makan bahkan sampai sekarang karena khawatir sama kalian berdua". Dion berusaha menjelaskan.
Dika pun merasa bersalah, karena ia tak mengalah kepada mama nya tadi.bahkan ia sempat menjawab dengan kasar perkataan mama nya tadi.
" Maafin Yuli semuanya, karena gara gara Yuli pergi tanpa pamit jadi kalian semua harus bertengkar". Ucap Yuli yang menundukan kepalanya seperti menahan tangis nya.
Rika yang melihat respon Yuli, seketika langsung luluh.Ia yang masih belum puas marah, akhirnya berusaha meredam nya.Ia langsung mendekati Yuli dan memeluk nya, ia tak menyangka jika perkataan nya tadi menyinggung perasaan menantu tersayang nya itu.
" Maafin mama ya sayang, jika tadi mama sudah berkata kasar.Mama khawatir sama kalian yang tak ada kabar seharian ini, belum lagi ponsel kalian yang susah sekali di hubungi". Ujar Rika pelan.
__ADS_1
" Iya ma, maafin kami juga karena lupa kasih kabar ke rumah".Sahut Yuli
Dika pun mendekati mama nya, ia menatap mamanya dengan perasaan bersalah.Karena ia marah dan tak mengerti dengan perasaan cemas mama nya tadi.
" Maafin Dika juga ya ma, karena sudah marah marah tadi".Ujar Dika yang merasa bersalah.
" Hemm mama maafin kamu, tapi jika lain kali karena kamu menantu mama pergi tanpa ijin lagi, kamu bakalan mama habisin". Ancam Rika
" Lho anak mama kan aku bukan nya Yuli, setidak nya belain aku lah ma".Dika merasa mama nya tak menyayanginya lagi.
" Maaf tapi mama kan sudah bosan punya anak cowok, yang nggak ada seru serunya.Jadi sekarang lagi belajar buat jagain anak perempuan, biar tahu rasanya.Nanti kalau mama sudah punya cucu, barulah kalau kalian mau jungkir balik, atau smack down mama sudah tak peduli.Karena mama kan mau fokus ngurusin cucu saja".Sahut Rika dan langsung duduk di sofa.
" Ihh Ka, kalau cucu nya sudah ada, kasih aku lebih dulu saja.Kan aku di Amerika sana sendirian, jadi butuh teman so sebagai besan yang terbaik sekali kali kamu mengalah ya". Bujuk Riani
" ohh maaf nyonya Richard, tapi aku tak berminat tuh lebih baik kamu bilang ke mereka buat cetak anak kembar". Sahut Rika tanpa dosa, yang mana langsung mendapat pelototan dari semua orang.
" Sayang ayo masuk kekamar Yuk, sebelum otak kamu terkontaminasi". Kesal Dika
" Heii tunggu gimana dengan saran mama barusan". Tanya Rika lagi.
" Idih mama pikir cetak anak itu kaya kue, hari ini bikin langsung jadi". Ucap Dika sambil memegang tangan Yuli dan naik ke dalam kamar.
"Jangan lupa saran mama tadi ya, gas pol jangan kasih kendor". Teriak Rika lagi
Dion dan Bram saling menatap sambil menggeleng kepala, dengan perbuatan istri mereka.
" Huft, punya istri yang otak sama mulut tak bisa bekerja sama memang susah sekali ya"? Gumam Dion dalam hati
__ADS_1