
HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Tanpa Rino ketahui bahwa Sarah kini tengah mengurus dirinya sendiri didapur ,karena baginya permintaan Rino terasa konyol dan juga rasa laparnya sudah tak bisa di kompromi.
"Ternyata bahagia sekali ya,kerja sambil ditemani oleh orang tersayang." Batin Rino.
Mungkin karena rasa senang ia sampai lupa berbicara dengan Sarah,alhasil satu sibuk dengan urusannya begitu juga yang lainnya.
"Ahh sudah kenyang lebih baik aku kembali ke kamar ,sebelum Rino sadar kalau dari tadi sudah kutinggalkan." Batin Sarah.
Dan benar saja ternyata Rino memang tak menyadari jika Sarah baru muncul Lagi,padahal ia dari tadi sangat bersemangat.
"Halo No ,kamu masih disitu kah?" Tanya Sarah memastikan.
"Iya masih tinggal sedikit lagi kok dokumennya,kenapa kamu bosan ya?" tanya Rino pelan.
"Kalau memang kamu repot, nanti bicara nya lain kali saja ya kan masih ada hari esok." Bujuk Sarah agar Rino menghentikan tingkah anehnya itu.
"Ah tidak repot kok berkas ini juga tidak penting." Sahut Rino santai.
Sementara itu Bima,asisten Dika yang bertugas melayani Rino juga hanya bisa mengelus dadanya,bagaimana tidak disaat dirinya menunggu setengah mati eh malah dibilang tidak penting.
"Bolehkah aku menghilang seperti ultraman,aku disini boleh menunggu sampai lidah dasi eh malah Tuan dengan santai mengatakannya tidak penting." Gumam Bima frustasi.
"Oh iyo kah,baiklah lanjutkan saja pekerjaan mu dan aku juga bakal melanjutkan pekerjaan ku." Sahut Sarah yang kembali membaca Novel online yang selalu saja melebihkan karakter tokoh utama.
"Uh manisnya." Gumam Sarah ketika membaca cerita tentang suami yang awalnya benci jadi korban bucin.
Tapi tanpa ia sadari ternyata Rino salah konek,ia berpikiran jika Sarah sedang memuji dirinya.
"Iya makasih tapi aku memang manis kok." Sahut Rino percaya diri.
"Hah,Kamu ngomong apa tadi?" Tanya Sarah penasaran.
"Kamu kan tadi bilang aku manis kan?" tanya Rino pelan.
__ADS_1
"Waduh ternyata si doi nya salah sangka?" Batin Sarah akan tetapi tak enak hati mengatakan secara langsung.
"Hehe Maaf tadi salah bicara,kamu jangan marah ya!" Pinta Sarah dari seberang.
"Eh siapa juga yang marah ke kamu , maaf juga ya tadi sahutnya terlalu percaya diri." Sesal Rino.
'Ah tidak masalah,silahkan lanjutkan pekerjaan mu soalnya aku juga mau keluar rumah buat membeli sesuatu." Pinta Sarah.
"Tunggu situ aku jemput!" Tegas Rino langsung melepaskan segala macam pekerjaan dan keluar dari ruangan itu.
Bima,adalah orang yang paling teraniaya kini,bagaiamana tidak dirinya yang sedang menunggu Rino memeriksa berkas akhirnya ditinggal lagi.
"Tuan apa sudah selesai berkasnya?" tanya Bima pelan.
"Kamu periksa sendiri saya masih ada urusan yang lebih penting!" Tegas Rino dan segera pergi dari situ.
"Ya Ampun Tuan jika seperti ini terus,lama lama bisa runyam.Terus nanti kalau Tuan besar tahu,bisa repot jadinya karena selalu ditinggal pergi." Batin Bima pelan.
Akan tetapi mau bagiamana Lagi,jika majikan yang mengatakan hal itu kita sebagai bawahan bisa apa?
Rino seakan tak peduli dengan keadaan sekitar,apalagi dengan Asistennya yang hanya menghela nafasnya.
Sarah memastikan apa yang ia dengar Salah atau tidak,ia bingung dengan apa yang dikatakan Rino.
Sarah hanya bisa berdiam diri,karena antara bingung dan tak percaya.
Jarak yang dari kantor seharusnya satu jam,akan tetapi ditangani Rino hanya memakan waktu 30 menit.
Sarah yang baru saja keluar dari rumahnya,merasa heran karena Rino yang sudah berdiri bersandar di mobil.
"Nih orang kok bisa ya sudah sampai secepat ini,jangan bilang kesini pake terbang?" Tanya Sarah bingung.
"Hai,mau jalan sekarang?"Tanya Rino memastikan.
"Kamu kok cepat kesini,perasaan sedikit jauh deh?" Tanya Sarah penasaran.
"Hehe,biasalah aku kan dulu nya mantan pembalap,tapi sekarang pembalap dihati kamu."Goda Rino.
"Tapi aku hanya pergi ke supermarket di seberang saja,tuh tempatnya juga kelihatan." Sahut Sarah.
"Tidak apa apa aku temani saja,karena lebih tenang kalau ada yang temani kamu." Sahut Rino sambil tersenyum.
Karena tak ingin berdebat lagi ,mau tak mau ya ikut saja. Karena tipe orang seperti Rino ingin kemauannya diikuti,jika tidak maka akan berdebat terus.
__ADS_1
Keduanya kini sudah berjalan kaki menuju ke tempat tujuan ,Rino terlihat gemas sekali ingin meraih tangan Sarah untuk dipegang akan tetapi malu lah.
Sarah tahu kegelisahan yang dialami Rino,ia yang penasaran langsung bertanya agar tak terlalu penasaran.
"Kamu kenapa?" Tanya Sarah heran.
"Mmm itu tidak ada apa apa." Sahut Rino gugup.
Sarah hanya tersenyum dan memilih masuk kedalam supermarket,setelah itu ia langsung menuju ketempat bagian keperluan wanita.
Akan tetapi Rino yang dari tadi menempel padanya,terpaksa mereka hanya berputar putar keliling saja.
"Tuh orang kok bisa ya ngikutin aku terus,mana aku mau beli yang itu Tuh!" Sungut Sarah dalam hati.
"Kamu sebenarnya mau beli apa ,dari tadi kok hanya bolak balik saja." Tanya Rino heran.
"Eh itu kamu boleh tidak pergi ketempat makanan ringan,soalnya disini ada barang pribadi yang ingin ku beli!" Pinta Sarah serius.
Rino akhirnya paham dengan keinginan Sarah,ia hanya bisa tersenyum saja.
Kalau saja hubungan mereka adalah suami istri,maka Rino pasti akan dengan senang hati menemani.
Akan tetapi keduanya hanya sebatas teman tidak lebih,jadi pasti akan ada kecanggungan yang terjadi.
"Baiklah!" Sahut Rino agar Sarah lebih leluasa membeli semua keperluannya.
Rino yang mendorong troly,hanya menjadi bahan kekaguman para wanita.Bagaimana tidak para pria adalah kaum yang paling membenci yang namanya belanja ,karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu.
"Mister,apa mau aku bantu?" Tanya salah satu gadis Abg yang kebetulan berada disitu.
"Tidak perlu!" Sahut Rino dingin.
"Daripada kesusahan kan lebih baik aku bantuin?" Sambung Ababil itu lagi.
"Pergi!" Ujar Rino tajam.
Bukannya takut mereka melihat wajah Rino yang sedang marah itu seperti tambah menggemaskan,malah tambah mendekat.
"Ih Uncle tampan jangan marah marah dong,aku kan hanya mau tawarin bantuan!" Sahut Gadis itu dengan gaya centilnya.
"Untung juga membunuh itu dilarang ,kalau tidak sudah ku buang kau kedasar laut." Batin Rino sambil menatap kearah depan.
"Ini ada apa ya?" Tanya Sarah heran.
__ADS_1