
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Melakukan sesuatu berdasarkan ketulusan tanpa ada keterpaksaan,percayalah hal itu adalah nikmat tersendiri.
Karena hasilnya bakal lebih berkah dan memuaskan,jadi cintai apa yang ada sekarang jangan pernah kau sia siakan. Karena rasa kehilangan itu sangat terasa ketika seseorang itu sudah tiada.
lanjut***
Sarah dan Rino menikmati waktu berdua meskipun tak ada kejelasan hubungan mereka,mungkin karena Rino yang kurang agresif atau Sarah yang kelewat cuek.
"Jadi setelah ini kita kemana?" Tanya Rino memastikan.
"Menurut kamu enaknya kemana?" Tanya Sarah balik.
"Ya aku mana tahu keadaan disini,jadi lebih baik kan kamu biar ada kejelasan tidak bingung." Sahut Rino bingung.
"kita ketaman bermain saja yuk!" ajak Sarah antusias membuat Rino menatap heran kearah nya.
"Kamu nggak salah ngomong begitu?" Tanya Rino lagi.
"lho memangnya ada yang salah?" Tanya Sarah heran.
"bukan begitu tapi kan aneh masa setua ini pacarannya ke taman bermain!" Jelas Rino.
"Ya sudah kalau begitu pulang tidur saja deh,eh tadi kamu bilang apa kita pacaran?" Tanya Sarah memastikan.
"Iya kenapa kamu nggak keberatan kan?' Tanya Rino yang jantungnya cenat cenut karena takut ditolak.
"sejak kapan kita pacaran?" Tanya Sarah bingung.
"saat ini juga!" Sahut Rino antusias.
"Wah ini namanya pemaksaan,padahal aku saja belum bilang suka sama kamu!" ucap Sarah sambil geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Rasa suka atau cinta bisa lain kali ,tapi pendekatan kedua insan itu yang paling utama." Jelas Rino.
"iya tapi aku lagi nggak mau pacaran!" Tolak Sarah pelan.
"Ok baik." Sahut Rino sambil tersenyum tidak nampak orang yang lagi patah hati yang selalu menampilkan wajah sendu karena cintanya ditolak.
"Hah respon nya hanya segitu doang?" Tanya Sarah heran.
"ya iyalah aku nggak Papa kan kamu nggak mau pacaran tapi ingin langsung nikah kan?" Tanya Rino memastikan.
Ucapan pria tampan itu membuat Sarah menepuk jidatnya pelan,ternyata si bule kampret itu salah konek.
"Orang model kaya kamu itu cocoknya tinggal dipanti jompo,karena mereka semua itu kita ngomong apa mereka mikirnya apa?" Sahut Sarah kesal.
"Eh jangan dong masa masih gress begini kumpulnya sama Aki aki,lama lama aku bisa keok kaya mereka." tolak Rino karena membayangkan saja para lansia yang memakai gigi palsu duh cara senyumnya saja membuat kita hanya bisa mengelus dada.
"Aku bisa bayangkan saat kamu disana pasti bakal dikasih makan bubur,terus tidak pake apa apa karena takut kolesterol." Ejek Sarah pelan membuat Rino bergidik ngeri.
"Sudahlah bahas yang lain saja,apa tidak capek tuh mulut gibahin orang terus?" Sindir Rino pelan.
"Oh tenang kalau soal gibagin orang nih mulut masih sangat mampu kok,bila perlu sampai besok pagi pun jadi." Bangga Sarah .
"iya iya,kamu kalau sudah selesai makan kita jalan ya!" Ajak Rino belum juga Sarah menyahut eh pengganggu kosong tiga muncul dipermukaan.
"Aww itu kan Rendy pria tampan idola kampus,nih muka hancur tidak ya ah mana tadi gaya makan aku bar bar lagi." Gumam Sarah dalam hati.
"iya benar ini aku." Sahut Sarah sambil menundukan kepalanya.
"Kamu cantik hari ini." puji Rendy membuat Sarah ingin sekali terbang melayang tapi sayang takut jatuh kan sakit.
"Ah masa sih?" Tanya Sarah malu malu membuat Rino kesal dibuatnya.
"Tadi kelihatan sikap bar bar no jaim kok bisa sekarang jadi kalem begitu?" Tanya Rino dalam hati.
"Kamu mau tidak jalan bareng aku sekarang?" Tawar Rendy.
"Mana laut mana,aku mau loncat kedalam biar pastikan ini mimpi atau hanya halusinasi doang." Gumam Sarah dalam hati.
"Atau kamu sudah ada rencana sama pacar kamu?" Tanya Rendy lagi sambil menunjuk kearah Rino yang memasang tampang datarnya saja.
"Eh bukan bukan." Sahut Sarah setengah teriak membuat semua orang menatap kearah mereka.
"Itu maksudnya dia bukan pacar aku tapi hanya numpang duduk doang." Bohong Sarah yang tak peduli dengan perasaan Rino.
__ADS_1
"Apa katanya tadi aku hanya teman,astaga padahal tadi udah tanya mau jadi pacar aku tidak?" Batin Rino kesal.
"Jadi gimana mau tidak?" Tanya Rendy memastikan.
"Emak anakmu nge-date Emak anakmu tidak jomblowati sejati lagi." Teriak Sarah dalam hati.
Sementara itu Rino berdoa dalam hati agar Sarah menolak ajakan Rendy,karena tadi dirinya sudah mengajak Sarah lebih dulu.
"Eh mana bisa begitu,tadi aku yang ajak dia lebih dulu kok!" Tolak Rino tajam.
"Silvia Andrew ternyata begini ya rasanya jadi rebutan, aku merasa jadi wanita paling cantik didunia ini." ucap Sarah pelan hingga terdengar seperti sebuah gumaman.
"Oh gitu kalau begitu Sayang sekali aku dicolong start sama orang,padahal Sarah itu tipeku sekali sudah lama aku naksir sama dia." Ucap Rendy yang seolah kalah telak dimedan tempur.
Rino merasa posisi nya pasti bakal terancam,apalagi melihat tatapan kagum dari Sarah untuk pria itu.
Siapa sih yang tidak gila dengan ketampanan seorang Rendy Wijaya,wajah bule dengan sedikit ada darah Indo membuat dirinya digilai semua wanita.
"Eh kata siapa aku bakal sama dia jalannya,orang tadi katanya mau pulang kok.' Bohong Sarah yang sesekali menatap tajam kearah Rino.
"Nih Anak bukan bantuin temannya,eh malah ngomong nggak jelas." gerutu Sarah dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita jalan." Ajak Rendy yang menarik tangan Sarah membuat Rino jadi tersulut emosi.
"Lepasin tangan kamu!" Bentak Rino sambil menghempaskan tangan Sarah dan Rendy.
"Hei kamu itu kenapa sih sibuk sekali dengan urusanku,pergi sana jangan terlalu cari perkara!" Kesal Sarah.
"Kamu ngusir aku dan lebih memilih dia?' Tanya Rino memastikan.
"Kalau iya kenapa?" Sinis Sarah.
"Dasar wanita yang suka sekali jadi piala bergilir oleh semua pria,jadi baru dikata manis langsung tumbang.' sindir Rino yang tanpa sadar melukai perasaan Sarah begitu dalam.
plak...
Satu tamparan mendarat sempurna dipipi Rino,pria tampan itu langsung berdiri mematung karena bingung.
"Jangan samakan aku dengan wanita lain diluaran sana,yang suka sekali memberikan ************ nya kepada siapapun. Jadi jaga bicaramu jika hanya ingin menghinaku,karena aku bukan anak kecil yang mau saja kamu katain.' Sahut Sarah membuat Rino akhirnya tersadar dengan perbuatannya tadi .
"Mmm itu Sar tadi aku hanya keceplosan saja tapi sungguh tak ada maksud apa apa." jelas Rino gugup.
Padahal kelakuan Rino tadi sungguh diluar batas, untung saja hanya sepenggal doang m
__ADS_1