
HAII READER KU TERSEYENG
MAAFKAN CERITA NYA BERBELIT
SOAL NYA AUTHOR SUDAH BINGUNG MAU TULIS DI MANA LAGI
KISAH CINTA ANAK NYA DIKA DAN ALAN..
DARIPADA KEBANYAKAN LEBIH BAIK
SEKALIAN SAJA DISINI.
BIAR 1 JUDUL DUA KARYA...
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Dika sangat kesal karena istrinya lebih akrab dengan Rino,sedangkan dirinya kali ini benar benar tak di pedulikan sama sekali. Ia bahkan mendengar istrinya bercerita dan bercanda dengan Davin dan Rino,sedangkan dirinya saat ajak bicara pun tak merespon.
" Yang jadi suami di sini siapa,tapi malah di anggurin dan tak dianggap. Sungguh terlalu istri cantik ku ini,sampai sampai aku ingin bawa ke kamar dan menghukum nya". Kesal Dika dalam hati.
Yuli sesekali mencuri pandang kearah Dika,ia yakin suami nya itu sedang kesal kepadanya. Karena wajah suaminya itu sudah mewakili suasana hati nya kini,namun Yuli memilih tak merespon nya.
Memang betul kata pembalasan akan lebih kejam ,ternyata hal tersebut berlaku untuk Dika sekarang.
__ADS_1
" Pa mukanya kenapa dari tadi seperti itu ,apa ada yang salah atau bagaimana sih"?.Tanya Rino penasaran.
" Sudah jangan sibuk dengan nya ,mungkin lagi sariawan jadi nggak bisa buka mulut nya. Terus otak nya mungkin lagi miring sedikit jadi mulut nya,juga sengaja di miringkan begitu ". Yuli menimpali pertanyaan Rino .
Davin hanya tersenyum saja,melihat wajah kesal Papa nya.Memang keras kepala Yuli sudah tak bisa di anggap remeh lagi ,karena bisa membuat sang Papa mati kutu.
" Ma Pa ini malam jadi tidak kerumah nya Vivin"? Tanya Davin
Dika dan Yuli saling memandang ,karena soal hal inilah ia dan Yuli bertengkar.padahal hanya karena alasan Lika dan Yuli membicarakan dokter Adnan ,dan karena membahas soal kedatangan mereka.
" Bagaimana jadi tidak malam ini"? Tanya Davin sekali lagi.
Dengan menghela nafasnya berat,Dika pun akhirnya membuka suara.Daripada copy paste dirinya itu selalu menanyakan hal itu,dan akan membuat telinganya lepas.
" Iya jadi kok malam ini kesana ,bukannya tadi kamu sudah menelpon Lika kan Sayang "?.Tanya Dika ke Yuli dan berharap istrinya itu mau menjawab nya.
"Iya dan karena itu juga Papa di anggurin kaya ikan asin,sudah di belah di belai belai dan akhirnya di anggurin ". Sindir Dika balik.
Davin yang melihat suasana sudah tak mengenakkan ,ia pun akhirnya berinisiatif untuk mendamaikan orangtua nya.
" Ma Pa,boleh Davin tanya sesuatu "?Tanya Davin
" Memangnya Kamu mau tanya apa nak"? Tanya Yuli balik.
" Kalian Sayang tidak sama kami"? Tanya Davin sambil menunjuk dirinya dan Rino.
Yuli dan Dika heran dengan pertanyaan putranya itu ,apa maksudnya sampai bertanya seperti itu. Apa selama ini keduanya kurang memberikan kasih sayang ,hingga ada pertanyaan seperti itu.
__ADS_1
" Apa maksud kamu bertanya seperti tadi nak,apa selama ini kami kurang memberikan kasih sayang hingga kamu bisa mempunyai pemikiran seperti itu "? Tanya Yuli balik ia tak ingin menjawab pertanyaan putranya yang terdengar sangat aneh.
"Soalnya sepertinya karena permintaan Davin ,buat Mama sama Papa bertengkar. Kalau memang tak mau ya sudah tak apa,aku juga nggak akan memaksakan kehendak". Ucap Davin Lirih.
Yuli dan Dika langsung terkejut ,mendengar pertanyaan putranya itu. Apakah keduanya memang sudah membuat anaknya merasa bersalah ,hingga anak nya membatalkan niat nya itu.
Kalau memang begitu ,artinya keduanya adalah orang tua yang jahat kepada anaknya. Padahal keduanya tak ada pemikiran sampai di situ,dan tak ingin juga membatalkan pertemuan dengan orang tuanya Silvia.
" Nak memangnya kamu dengar kalau kami berdebat karena hal itu ,atau memang keluar langsung dari mulut kami"? Tanya Yuli penasaran.
" Ya tidak juga sih,soalnya muka Mama sama Papa terlihat tak seperti biasanya ,bahkan terkesan malas tahu. Padahal tadi siang biasa saja ,entah apa yang terjadi aku bingung ". Ucap Davin.
" Jadi cerita nya kamu kepo kenapa Mama mukanya di tekuk dari tadi ,silahkan saja tanyakan ke Papa mu itu.Apa yang telah ia lakukan sampai Mama marah,bahkan tadi sempat mau minggat untuk tidur di kamar tamu"? Tanya Yuli sambil tersenyum.
Davin langsung menoleh ke arah Papa nya itu ,yang katanya bisa menjawab rasa penasaran nya dari tadi. Dika akhirnya berada di posisi terjepit ,antara harga dirinya dan anaknya.
" Huft giliran begini pasti Papa yang dapat jatah untuk menjelaskan ,jadi ya mau tak mau harus mau". Lirih Dika frustasi.
Ia pun menceritakan soal kecemburuan yang tak berdasar ,dan karena marah marah tak jelas tadi.Sehingga Yuli jadi marah besar kepada nya,dan dari tadi tak ingin bicara kepadanya.
Davin dan Rino yang mendengar kan serius ,langsung tertawa terbahak bahak.Karena Papa mereka cemburu karena mendengar Mama menyebut nama pria lain ,bagaimana kalau benar terjadi.
Pasti seluruh dunia akan runtuh karena ,di obrak abrik oleh Papa mereka.
" Pa ada saja jalan pikiran nya,masa orang yang di maksud nggak ada kok bisa bisanya di cemburu. Tapi memang benar juga sih karena efek Mama ku kan yang terbaik ,siapa sih pria yang bakalan menolak Mama". Ujar Davin yang tak sadar jika ada orang yang sedang terbakar ,tapi intinya bukan api.
"Anak sama Mama sama saja ,hobinya bikin kesal saja. Apa tak sadar jika ada yang sedang gosong ,tapi intinya bukan api ".Sindir Dika.
__ADS_1
"Ya kali kamu marah,orang anak nya puji emak sendiri kamu yang sewot".kesal Yuli.