Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA..


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Lanjut***


Davin mencoba mencerna perkataan Papanya ,namun seperti nya ada yang kurang beres karena melihat ekspresi mereka yang kurang senang.


Tapi ia juga tak mungkin menyela pembicaraan mereka,karena terlihat sangat serius. Davin membiar kan saja Papa nya berbicara sampai selesai ,karena sejujurnya ia sangat penasaran.


" Tapi Silvia belum bisa menjawab nya,karena ia belum mendengar langsung dari mulut kamu. Jadi dia belum memastikan jawaban nya,karena sepertinya dia masih ragu dengan mu nak". Yuli akhirnya menjawab semua rasa penasaran di dalam benak nya Davin.


Jderrr


itulah yang di rasakan Davin kini,ia tak percaya dengan apa yang di dengar .Antara percaya dan tidak ketika mendengar apa yang di katakan Yuli ,ia bingung dengan jalan pikiran nya Silvia.


Apakah selama ini perhatian yang ia berikan masih kurang,sehingga Silvia tak menyadari semuanya itu. Dan menganggap dirinya hanya bercanda ,seperti sang perayu ulung yang hobi mempermainkan perasaan wanita.


" Baiklah jika itu kemauannya aku akan menemui dirinya sekarang juga,dan akan menunjukkan perasaanku yang sebenarnya ". Gumam Davin dalam hati setelah itu masuk kedalam kamarnya ,dan mengenakan jaket lalu mengambil kunci mobilnya.


Yuli yang heran dengan tingkah putranya itu,hanya bisa menggeleng kepalanya karena susah sekali untuk membujuk Davin. Ia yakin pasti putranya itu Ingin meluruskan apa yang di dengar nya,tapi apakah pantas jika bertamu malam begini.


" Nak kamu mau kemana hemm,apa tidak besok saja ini sudah malam lho"?.Bujuk Yuli


" Sama saja Ma aku di rumah pun pikiran tak bisa tenang,lebih baik menyelesaikan sekarang juga dari pada di tunda lagi. Doakan saja supaya masalah ini bisa kelar,agar tak berlarut larut ". Sahut Davin


Rino yang cemas memikirkan Davin ,memutuskan untuk menawar kan dirinya agar ikut Davin pergi.Ia tak tega melihat Davin pergi,dengan wajah yang sulit sekali di tebak.


Ia tak ingin Davin kenapa napa,lebih baik berdua daripada sendirian dengan pikiran yang tengah kalut seperti ini.


" Vin aku ikut Ya biar ada yang temani kan lebih bagus ,daripada sendirian kan tak ada yang di ajak ngobrol". Tawar Rino


" Hemm makasih No,tapi memangnya di sana kamu mau jadi obat nyamuk ,lagian tenang saja aku bakal hati hati kok mana mau aku kenapa napa dan tak bisa ketemu pujaan hati". Sahut Davin sambil terkekeh..


" Boy sabar lah bukan kah besok masih ada waktu,lagian kasian Silvia pasti juga sudah tidur sekarang ". Bujuk Dika kepada putra nya yang super nekat tersebut.


" Biarkan saja Pa,mau di tidur nyenyak atau apalah siapa suruh meragukan Davin.Ya sudah semua nya aku pergi dulu ya,doakan pulang langsung bawa menantu ". Ujar Davin sambil tersenyum dan langsung mengeluarkan mobil nya dari garasi.


Tanpa banyak bicara ia pergi ke kediamannya Andrew,tak peduli sekarang sudah jam berapa.Karena baginya jawaban Silvia tadi ,sudah membuat rasa kecewa begitu mendalam baginya.

__ADS_1


Karena jalanan tak terlalu ramai,membuat Davin tak perlu memakan waktu lama untuk sampai di rumah Silvia. Di lihatnya lampu di kamar Silvia masih menyala,ia yakin jika wanita nya belum tidur.


Dengan langkah yang tegap ia masuk kedalam pekarangan rumah nya Silvia,bahkan tanpa ragu meminta izin kepada satpam. Karena mereka sudah mengenal Davin dengan baik,mereka pun menyuruh dia masuk.


" Aden tunggu sini ,saya panggilkan Ibu dan Bapak dulu ya". Ucap Satpam tersebut.


" Eitss tak perlu bang ,tadi saya sudah menelpon Silvia dan suruh langsung ketemu dia saja.Lagian om sama Tante pasti sudah tertidur ,saya nggak enak kalau ganggu istirahat mereka"..ujar Davin memberikan alasan.


" Kalau begitu saya panggilkan Non Silvia dulu Ya,den duduk dulu di ruang tamu". Ucap Satpam tersebut


" Nggak perlu bang,biar saya yang samperin Silvia nya saja". Ujar Davin satpam tersebut tak bisa membantah dan akhirnya menyetujui permintaan Davin.


Davin menuju ke tempat di mana kamar Silvia berada,setelah di lihatnya aman ia pun mengetuk pintu nya.


Tok tok tok


Silvia yang sedang duduk di ranjang sambil membaca novel online ,terkejut sebenarnya siapa yang berada di hadapan kamar nya kini.Kalau Papa atau Mamanya tak mungkin,karena pasti akan mengeluarkan suara memanggil dirinya.


Daripada penasaran Selina memilih membuka pintu nya,dan ia sangat terkejut dengan siapa yang berdiri di hadapannya kini.Ia tak percaya dengan seseorang yang sedang memasang senyum termanisnya.



apalagi dengan tangan yang berbentuk hati di depannya ,Silvia langsung tersenyum dan tanpa sadar langsung memeluk Davin .Ia tak percaya jika Davin rela kerumah nya malam malam begini ,Davin pun tak kala erat memeluk Silvia dan langsung membawanya masuk kedalam kamar .


Davin waspada jika sampai Alan dan Lika tahu ia datang,bisa bisa di pecat jadi mantunya. Davin mengunci pintu di belakangan,dan tetap memeluk Silvia erat.


Setelah di rasa sudah cukup ,silvia melepaskan pelukan nya tapi Davin masih enggan melepaskan pelukannya.Ia masih ingin Silvia merasakan ,apa diri nya serius atau hanya bermain saja.


Silvia yang mendengar suara Davin dan leher nya yang basah. Ia yakin jika Davin tengah menangis ,Silvia menjadi tak tega lalu mencoba meraih wajah Davin dsn dan mengecup kedua mata nya.


" Kenapa menangis hemm"?.Tanya Silvia sambil tersenyum.


Davin memegang kedua pipi Silvia dan mencium seluruh wajah nya,sedang Silvia hanya terkekeh merasa kegelian.Ia tak menyangka pria tampan yang berada di hadapannya kini ,adalah orang yang sangat di cintainya.


" Apa perlu aku jelaskan alasan air mataku tumpah barusan "? Tanya Davin balik.


" Ya memang harus di jelaskan karena aku kepo loh". Sahut Silvia tersenyum.



Davin mengacak gemas rambut wanita yang sangat di cintai itu,yang berhasil mengobrak abrik hati nya selama ini.


Davin tanpa permisi naik ke atas tempat tidur Silvia ,dan menariknya agar ikut berbaring di samping nya.Karena Davin ingin merasakan kehangatan tubuh Silvia,berada dalam dekapan nya yang hanya seperti mimpi saja selama ini.


Sedangkan Silvia meletakkan kepalanya di dada Davin ,mencium aroma maskulin yang sangat ia sukai.


" Baunya ini aki suka sekali ,jangan pernah berubah ya kak terus lah seperti ini".Pinta Silvia sambil membenamkan kepalanya di dada bidang Davin.

__ADS_1


" Kenapa tadi bilang ke Mama sama Papa kalau mau dengar harus dari mulut ku,apa kamu selama ini meragukan perasaan ku"?.Tanya Davin sambil mencium puncak kepala nya Silvia.


" Haha maafkan aku kak,tapi kan nggak ada salahnya kan aku minta seperti itu.Lagian kamu selama ini nggak pernah ngomong kan,kalau mau menjalani hubungan serius dengan ku.Ya jadinya aku jawab saja apa yang harus ku jawab,lagian aku benar kan"? Tanya Silvia sambil serius menatap kearah Davin.


Davin tersenyum memandang kearah Silvia ,ia membelai rambut nya dan menatap lekat kearah manik matanya.


" Mulai dari kamu baru lahir,aku sudah mengclaim bahwa kamu itu punyaku dan bukan untuk orang lain. Tapi sayang sekali selama ini,aku selalu di tolak bahkan tak terhitung berapa kali". Lirih Davin sambil menatap langit langit kamar.


" Aku rela pergi agar ia merasa sedikit bebas,tanpa ada yang selalu mengganggu nya.Bahkan ikhlas ketika ia memilih menjalin hubungan dengan pria lain,dan aku masih setia menunggu. Tanpa mau melirik wanita lain,yang bahkan lebih seksi tapi apa yang ku dapat perasaan ku masih saja di ragukan ". Lirih Davin lagi.


Degg


Silvia merasakan degupan jantungnya bertambah kencang ,ia sungguh tak menyangka telah menyakiti Davin begitu dalam.


Apakah selama ini telah salah melangkah ,dan mengambil keputusan yang ternyata telah menyakiti sesorang begitu dalam. Yang ada sekarang hanya menyesal dan meminta maaf karena kesalahan besar yang telah ia lakukan.


" Maafkan aku sungguh maafkan aku". Ujar Silvia dengan tubuhnya yang bergetar menahan tangis agar suara nya tak keluar.


Davin yang sedang memeluk Silvia ,merasa jika wanita nya tengah menangis.


" Sayang yang suruh kamu menangis itu siapa ,aku tak rela tau nggak Yang.Lain kali stop menangis seperti ini,aku benar benar tak mengijinkan nya." Ucap Davin


Silvia hanya menggeleng kepala nya,mana ada orang mau menanggapi harus minta izin. Memangnya airmata kalau keluar harus pake buka gembok segala ,


" ishh orang lagi sedih seperti ini ,malah pake bahas hal yang tak jelas.Sudah ah malas ngomong sama Kak Avin ,karena bahas nya selalu melenceng dari Jalur". Kesal Silvia.


Davin paham jika tadi Silvia marah ,tapi kan tak ada salahnya kan untuk membujuk Silvia menangis karena hanya dengan cara ini lah agar ia berhenti.


Davin langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung turun ke samping ranjang tempat Silvia tidur. Silvia terkejut takutnya Davin marah dan pergi ,karena perkataan nya tadi.


Namun saat ia bangun dan terkejut tatkala melihat Davin ,yang bukan nya pergi malah berlutut di samping tempat tidur.


" Ehh kak mau ngapain kok pake berlutut segala ". Tanya Silvia cemas.


" Aku akan berlutut terus sampai kamu bakalan maafkan aku,dan mau menjadi istrinya aku". Sahut Davin sambil tertunduk,karena jujur ia sangat gugup kali ini.


Bagaimana tidak melamar anak gadis orang ,hanya bermodalkan nekat dan juga tak ada persiapan apa apa.


" Aku tahu mungkin kamu ingin di lamar dengan suasana yang romantis ,dan juga ada cincin juga bunga."Sambung Davin lagi.


Silvia hanya menggeleng kepalanya ,ia tak pernah memarahi Davin namun yang bikin ia terkejut dengan lamaran Davin yang tiba tiba.


"Ya ampun kak,tapi kan nggak perlu seperti ini ayo bangun setelah itu baru lah aku jawab ". Pinta Silvia


Tapi Davin masih bersikeras ,ia tak kan bangun sebelum Silvia menjawab dan memaafkan dirinya. Silvia yang tahu watak keras kepalanya Davin ,memilih ikut turun kebawah ranjang dan ikut berlutut di hadapannya Davin.


" Aku mau menjadi istri kamu,dan juga tak kan marah lagi kok ,jadi ayo bangun ".Sahut Silvia sambil tersenyum.

__ADS_1


" Beneran Yang kamu mau,dan nggak akan menolak seperti tadi lagi"? Tanya Davin senang.


" ehhh ralat ucapan nya itu ,yang bilang aku tolak itu siapa.Aku kan hanya penasaran Kamu sanggup tidak melamar ku secara langsung.Bukan nya pake perantara seperti tadi,ya aku nya nggak mau.Orang yang mau nikah kan kamu,bukan Mama sama Papa nya kamu". Silvia merajuk.


__ADS_2