
HAII READER KU TERSEYENG..
VOTE N KOMMEN NYA DONG YA YA YA ...
(Kalian pasti nungguin ya, kapan babang Alan laku.Hehe tenang saja ya, author sudah siap kan jodoh alan yang kece badai.So di tunggu sa iya kan iya dong)
LANJUT...
Sinta hanya mengangkat bahunya, ia lagi tak ingin berdebat dengan Alan.
" Au ah,,, intinya selamat menjadi baby sitter ya.Mams kalau mau apa apa jangan sungkan ya,suruh dia saja selain jomblo dia juga kan cocok buat di perintah". Ejek Sinta dan langsung berlari keluar sebelum menjadi luapan kekesalan Alan.
" Dasar wanita aneh, aku doakan semoga hanya aki aki yang mau sama dia". Gerutu Alan.
" Enak saja kamu ngomong seperti itu, memang nya kamu pikir mama setuju kalau dia sama aki aki". kesal Mikha
"hehe iya maaf kanjeng ratu". Sahut Alan lemas.Namun seketika ia tersentak kaget, ketika mengingat rasa cemas nya beberapa jam ini.
" Ma gimana keadaan nya sekarang, terus kata dokter nya apa"? Tanya Alan.
" Mama sudah baikan , dan bisa pulang". Sahut Mikha.
" mama baik baik saja, kalau begitu dari tadi siapa yang aku cemaskan ". Gumam Alan.
__ADS_1
Mikha yang melihat perubahan di wajah anak nya memutuskan menanyakan nya saja.
" Lan kamu kenapa nak, kok seperti lagi pikirkan sesuatu"? Tanya mikha.
" Iya mams aku kok tiba tiba merasa cemas, seperti ada yang lagi butuh dukungan dari ku".Sahut Alan
" Kalau begitu coba kamu hubungi teman kamu di indonesia, mungkin mereka ada masalah?.Tapi waktu kamu pergi dari sana bagaimana keadaan mereka"? Tanya mikha.
" mereka baik baik saja sih, tapi entah kenapa pikiran ku jadi tak tenang"? Sahut Alan.
" Ya sudah kamu coba hubungi mereka dahulu". Saran mikha
Alan pun mencoba menghubungi Yuli tapi ponsel nya tak aktif lalu Dika dan hasil nya pun sama ponsel keduany tak aktif.
" Hallo Lan".
" Hallo Lika, gimana keadaan kalian di sana kenapa perasaan aku jadi nggak enak ya"? Tanya Ala
Lika hanya diam sambil menahan tangis nya, hatinya tersentuh ternyata sahabat debat nya itu sangat mencemaskan keadaan nya.
Alan yang tak kunjung mendapat kan jawaban dari Lika, langsung bertanya lagi.
" Lika jawab dong, jangan bikin aku penasaran.kamu mau aku mati penasaran, enak saja lebih baik mah ayang bebep kamu saja jangan aku".Kesal Alan karena mulut Lika yang tak kunjung bicara.
__ADS_1
" Kamu jahat Lan, aku benci kamu". Teriak Lika histeris.
Alan terperangah sebenar nya Lika sedang kena masalah apa sampai dirinya menjadi sasaran nya.
" Lho aku jahat kenapa Lika, terus kenapa kamu pake menangis segala.Ayo lah Ka, jangan buat teka teki begini dong"? Pinta Alan
" Aku benci kamu,kenapa kamu pergi saat aku butuh kamu, kenapa"? Teriak Lika lagi namun terdengar lirih.
" Maafkan aku tapi tolong katakan kenapa kamu marah saat aku pergi, bukan kah sekarang ada Jason yang akan menjaga kamu apa kamu nggak takut kalau Jason bakalan ngamuk saat aku dekat kamu". Goda Alan yang masih belum tahu apa yang terjadi.
" Jason pergi ninggalin aku Lan, aku sendiri sekarang.Dia pergi dan tak kan pernah kembali lagi". Lirih Lika
" Apa jadi pria brengsek itu meninggal kan mu, sudah kau tenang saja aku akan mencarinya sampai ke ujung bumi untuk buat perhitungan kedia". Sahut Alan dengan emosi yang meledak.
" memang nya kamu mau nyusul Jason ke surga, terus aku gimana"? Tanya Lika lagi.
" Ya iyalah aku bakalan nyusul dia kesurga bila perlu singgah di neraka juga nggak papa deh".Sahut Alan tanpa sadar namun tak berselang lama, ia mulai sadar apa yana Lika katakan.
" Maksud kamu, Jason ke surga itu apa Lika"? Tanya Alan penasaran.
Seketika tangis Lika pun pecah, ketika mengingat tentang kepergian nya Jason.Alan yang mendengar tangisan Lika langsung panik, ia bingung bagaimana cara membujuk nya agar berhenti menangis.
"cup cup Lika cantik manis, jangan nangis dong babang Alan bingung nih". ujar Alan sambil mengacak rambut nya frustasi
__ADS_1