
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
"Haha iya harus secepatnya kasihan Seorang pemuda yang tersisa dirumahku,dia sebenarnya mau ngebet kawin akan tetapi karena belum ada jodohnya makanya nganggur lagi deh!" Goda Dika sambil menatap kearah Rino yang sedang cemberut.
"Iya benar sekali,nanti kalau dia keburu tua bagaimana takutnya saat bermain bakal cepat selesai." Goda Heri membuat Rino hanya bisa mendengus kesal karena dari tadi di jadikan bahan gibah oleh kedua pria tua itu.
"Dasar Aki aki kelewatan kurang ajar,awas saja kalau sampai suatu saat minta tolong bakal ku skak mat habis habisan!" Sungut Rino dalam hati.
"Nih Sarah Mana sih?" Tanya Eva celingak celinguk mencari keberadaan putrinya itu.
Sementara itu Silvia yang berada di depan pintu kamar Sarah,karena sudah biasa keluar masuk ia langsung membuka pintu tanpa mengetuk dahulu.
"Astaga cecunguk ini aneh aneh sekali,masa orang lagi tungguin dia dibawah malah asyik disini kaya lagi bertapa!" Gerutu Silvia ketika melihat Sarah yang malah asyik dengan ponselnya.
"Lho kok kamu disini,mau ngapain sih ganggu saja?" Gerutu Sarah.
"Heii kamu jangan cerewet cepat bangun,enak saja bikin diri kaya orang spesial samoa harus ditunggu semua orang!" Omel Silvia karena melihat wajah tak berdosa milik Sarah itu.
"Lho Memangnya siapa yang lagi tungguin aku di bawah,perasaan dari tadi sunyi deh?" Tanya Sarah penasaran.
"Ayo turun lemot,jangan banyak bicara lagi atau bakal ku hajar kepalamu itu biar bisa pintar sedikit!" Kesal Silvia.
"Aku itu bingung sama kamu,masa datang tiba tiba terus marah marah tidak jelas memang aku salah apa begitu?" Tanya Sarah bingung.
"Salah kamu itu karena saat di kasih tahu eh malah ngeyel,cepetan turun kasihan semua pada nungguin!" Ajak Silvia.
"Aku begini saja atau dandan?" Tanya Sarah memastikan.
"Ganti baju yang lebih manis sedikit apa yang model begitu,mau tawuran atau mau nge-Dj Kamu?" Tanya Silvia sinis.
"Aishh memang nya siapa sih yang diluar,perasaan tadi tidak ada siapa siapa?" Tanya Sarah penasaran.
"Makanya cepetan turun biar jangan penasaran!" Kesal Silvia.
Sarah dengan cemberut mengganti pakaian nya,karena ia dari tadi dimarahi terus oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
Padahal biasanya manis sekali entah kenapa malam ini ia merasakan Silvia sensitif sekali,mungkin kah ia salah besar sekali sampai Silvia marah marah tidak jelas.
"Via,Kalau begini cantik tidak?" Tanya Sarah memastikan.
"Wah ternyata sobat ku ini memang sangat cantik,untung juga aku cewek coba kalau cowok sudah ku bawa kabur kau." Goda Silvia membuat keduanya terkekeh geli.
"Sudah siap ayo kita keluar!" Ajak Silvia.
"Ayo,tapi kira kira siapa sih dibawah,terus kamu juga ngapain kesini?" Tanya Sarah memastikan.
"Hadeuh Eneng bisa tidak jangan terlalu cerewet,kapan kita akan turun kalau kamu seperti ini terus!" Kesal Silvia.
Sarah hanya bisa cengengesan karena harus menjawab apa lagi,karena dapat melihat dengan jelas raut wajah kesal milik Silvia itu.
Keduanya kini sudah turun menuruni tangga,terlihat kehadiran mereka sungguh membuat semua mata tidak bisa berpaling.
"Astaga cantik sekali kedua bidadari itu." Puji Eva dan di angguki oleh Yuli.
"Iya kamu benar sekali dan aku bahagia karena mereka akan bahagia karena mereka bakal jadi menantuku!" Yuli menimpali.
"Beruntung sekali keluarga Hadiwinata!" puji Eva .
Hal itu juga yang dirasakan oleh kedua putra Dika dan Yuli, yang masing masing memandang takjub dan kagum kearah wanita mereka itu.
Sedangkan Rino tak bisa berpaling dari wajah Sarah,untung juga belum halal kalau tidak ia sudah izin bawa pulang dari tadi.
"Mak,aku mau kawin Tolong lamar anak nya Om sangar sama Tante cempreng." Gumam Rino dalam hati.
"Ayo sini duduk Sayang,Sarah kamu ditengah Papa sama Mama sedangkan Silvia kamu kembali ke pemilik kamu." Goda Eva membuat Silvia hanya tersipu malu.
Davin mengulurkan tangannya menyambut kedatangan sang isteri,ia tak ingin orang lain menatap kearah Bidadari nya itu.
"Pelan pelan duduknya Sayang." Ucap Davin sambil tersenyum.
"Karena semua sudah berkumpul jadi saya ingin menyampaikan maksud dan tujuan kami kesini,maaf jika lancang tapi kami ingin melamar putri anda!" Jelas Dika akan tetapi seorang disitu bukan nya mendengar malah sedang celingak celinguk mencari apa masih ada orang lain yang masih terselip begitu.
"Ya Tuhan semoga saja Tuh tante girang tidak jadi datang,biar aku bisa tenang begitu tidak punya jodoh calon makhluk astral begitu!" Batin Rino.
"Saya sih tergantung anak anak!" Sahut Heri dan disetujui oleh Eva istrinya.
Sarah bingung kemana arah pembicaraan ini,memangnya anak Dika Yang mana lagi bekuk kawin?
"Eh tunggu hanya yang belum kawin kan dia doang." Batin Sarah sambil menoleh kearah Rino yang kebetulan juga sedang menatap kearahnya.
__ADS_1
"Jadi gimana Sarah mau tidak?" Tanya Dika memastikan.
"Tadi Papa ngomong apa ya?" Tanya Sarah penasaran.
"Kamu duduk disini tadi tapi tidak paham begitu dengan apa yang Papa katakan?" Tanya Eva penasaran.
"Hehe Maaf,soalnya tadi lost fokus!" Sahut Sarah membela diri.
"Dengerin ya apa yang Papa katakan tidak ada siaran ulang!" Omel Eva.
"Kamu setuju tidak kalau menikah dengan anak Tuan Hadiwinata ini?" Tanya Heri sambil menunjukan kearah Rino yang dari tadi seperti masih bengong.
"Sama Rino begitu?" Tanya Sarah memastikan.
"Iya,gimana mau?" Tanya Yuli menimpali.
"mau(banget)." Sahut Sarah sambil tersenyum malu malu.
Kini semua orang menoleh kearah Rino Yang dari tadi seperti tubuh tanpa raga,ia bahkan tak dengan jawaban Sarah tadi.
"Jadi gimana Nak,kamu juga mau kan?" Tanya Yuli penasaran.
"Aku tidak mau!" Tegas Rino yang terdengar sangat serius tidak ada main main.
Semua orang menatap tak percaya berbeda dengan Davin yang hanya geleng geleng kepala,ia tahu dengan jelas kenapa Rino berkata seperti itu Karena dari tadi tidak fokus.
"Kamu yakin tidak mau?" Tanya Yuli kecewa.
"Yakin sekali Ma,karena aku punya wanita yang sangat aku cintai!" Jelas Rino.
Duar
Sarah merasa bagaikan disambar petir siang bolong ,bagaimana tidak perkataan Rino terasa sangat sakit di dada.
"Ya Tuhan Sarah kamu itu bodoh sekali sampai tidak sadar jika dia hanya kasihan ke kamu ,kenapa kamu tidak bisa membedakan itu malah mengharapkan lebih." Batin Sarah.
"Semuanya aku ke kamar dulu ya!" Pamit Sarah.
"Woii bego mau jadi perjaka tua kamu?" Bentak Davin karena kesal dengan gaya lambat Rino itu.
Mendengar bentakan Davin ,Rino akhirnya sadar dan menatap kearah Sarah yang terlihat sangat sedih itu.
"Sudah sadar?" Tanya Davin memastikan dan hanya dianggukan kepala oleh Rino.
"Memangnya tadi aku kenapa?" tanya Rino pelan.
__ADS_1
"Kamu itu tadi menolak tawaran perjodohan antara kamu dan Sarah,padahal dia sudah mau lho." Ejek Davin sambil terkekeh geli melihat wajah terkejut milik Rino itu.