Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 29 - Menemuinya


__ADS_3

Sore hari di kampus. Mendung menggelayut, angin sepoi berhembus diikuti tetesan demi tetesan kemudian menjadi rintik hujan. Kuliah Zahra baru saja usai ketika hujan mulai menderas. Rencanya malam ini ia akan menengok Anita di rumahnya sekaligus menginap di sana, tetapi alam tidak mendukungnya. Hari ini genap dua minggu pasca kecelakaan Anita. Anita masih membutuhkan terapi agar benar-benar pulih dan beraktivitas seperti biasa lagi.


“Zahra..” panggil seseorang. Zahra menoleh ke arah sumber suara.


“assalamu’alaikum Zah..” sapa Hanif mendekat ke arah Zahra.


“wa’alaikumsalam.. ada apa mas?”


“Anita kemana? Aku sudah lama tidak melihatnya..” tanya Hanif. pandangannya menerawang jauh menembus rintik hujan. Badannya bersandar pada dinding.


“Anita ambil cuti kuliah sementara mas, satu bulan ini. Dia mengalami kecelakaan dua minggu yang lalu.” Jawab Zahra sambil memainkan handphonenya. Hanif terperangah. Menatap Zahra lekat.


“anita kecelakaan? Kenapa kamu tidak memberitahu ku? Bagaimana keadaannya? Sekarang dia dimana?” Tanya Hanif memburu.


“sekarang aku sudah memberitahumu kan.. Anita harus menjalani terapi sampai dua minggu kedepan.” Jawab Zahra. Hanif terdiam, sedangkan pikirannya kacau seketika. Mereka saling diam cukup lama. Hingga menyisakan suara-suara riuh hujan dan sahutan dari mahasiswa lainnya.


“Zahra..” panggil Hanif.


“hmm..”


“apa yang harus kulakukan?” tanya Hanif. dan seketika membuat dahi Zahra berkerut.


“tentang apa?”

__ADS_1


“Anita. Apa yang harus kulakukan?” kini Hanif terduduk. Bicaranya sekarang terdengar seperti menceracau. Zahra sendiri tidak tahu kemana arah pembicaraan mereka saat itu. Zahra tidak menjawab tapi terus menatap tajam ke arah Hanif.


“mana aku tahu.. mas itu punya masalah apa sih sebenarnya? Kenapa jadi laki-laki plin plan banget, sebentar menghilang, sebentar muncul. Yang tegas gitu lo, kalau suka bilang iya kalau tidak ya tidak. Jangan berada di tengah-tengah. Apapun itu, bukan hanya untuk masalah perempuan.” Tegas Zahra. Hanif menghelas nafas berat,


dalam hatinya membenarkan semua ucapan Zahra.


“kalau begitu besok kamu temani aku ke rumah Anita. Ok? Jam nya aku kabari lagi.” ucapan terakhir Hanif sambil berlalu pergi.


“tapi mas.. aku..” ucapan Zahra kembali menggantung karena yang diajak bicara  sudah tak terlihat sosoknya.


***


Keesokan harinya. Sore. Zahra dan Hanif tiba di rumah Anita. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, bukan sengaja. Hanya tidak sempat karena mencari waktu yang pas untuk mereka berdua.


Tok tok tok.


“wa’alaikumsalam” suara sahutan dari dalam rumah. Suara wanita.


Terdengar suara derap langkah dari dalam rumah, semakin mendekat dan semakin dekat, dan


Ceklek


Pintu terbuka. Ada mama Rani yang membukakan pintu.

__ADS_1


“nak Zahra..mari masuk. Dan ini?” menanyakan pada Zahra tetapi matanya menatap penuh tanya pada Hanif.


“saya Hanif tante. Kakak angkatan Anita. Saya dengar Anita mengalami kecelakaan.” Ucap Hanif memperkenalkan diri.


“oh.. iya silahkan duduk dulu. Sebentar tante panggilkan Anita nya ya..”


Tidak lama kemudian, Anita keluar dengan jilbab yang menjulur panjang menutup dadanya. Di ketiaknya kanannya mengapit alat bantu jalan. Sedang di sisi kiri sang mama yang membantu memapah.


Hanif menatap lekat pada Anita. Sesuatu terasa sesak di dadanya. Melihat Anita yang kesakitan membuat Hanif seperti merasakannya juga.


“bagaimana keadaanmu, An?” tanya Hanif. mendengar Hanif mengubah panggilannya membuat Anita kembali sesak. Kali ini terdengar seperti asing, mendorong agar Anita semakin menjauh.


“hmm, mas lihat sendiri. Seperti ini keadaan saya. Hehe” Anita malah terkekeh. Sedangkan Hanif ngilu mendengar kekehan Anita. Tiba-tiba menjadi kesal karena reaksi yang Anita berikan.


“ini nak Zahra, nak Hanif silahkan diminum. Seadanya ya..” mama Rani menyela mengantarkan minuman untuk tamunya.


“terimakasih tante..” kata Zahra. Hanif menegapkan badannya dan berkata..


“Tante.. boleh saya minta ijin untuk bicara berdua dengan Anita?”


\~\~\~


Apa yang mau dikatakan Hanif?? pengakuan??

__ADS_1


hehe


ditunggu ya episode selanjutnya..


__ADS_2