Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 380


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Dika menatap sinis kearah Alan dan tentunya putranya sendiri,ia merasa jika saat ini mereka semua mengeroyok dirinya.


"Siapa suruh ngegas terus dari tadi,kamu pikir saya orang bodoh begitu membiarkan diriku dikatai oleh kamu!" Ketus Alan tersenyum penuh kemenangan.


"Nih orang bakal kuhabisi ,berani nya dia ajak sekutu buat remehkan harga diriku!" Batin Dika dalam hati.


"Aku mandi dulu ya,nanti setelah itu temani Mama." pamit Rino.


"Memangnya Mama ada rencana mau kemana?" Tanya Yuli penasaran.


"Aku mau anterin Mama berobat ,Mama sakit kan tante dokter?" Tanya Rino memastikan kearah Lika.


"Nanti Mama kamu jalannya sama Tante saja ya,soalnya ngapain juga banyak orang yang pergi padahal yang diperiksa hanya satu orang saja." Tolak Lika sambil menatap kearah Dika.


"Eh mana bisa begitu,aku suaminya lho jadi selalu ada disampingnya.Kamu itu dokter tapi aku suami nya,jadi so pasti bakal temani dirinya!" Sahut Dika serius.


"Aihh Papa,bisa tidak jangan lebay deh masa ditemani sama anak sendiri juga tidak boleh,cemburu itu boleh tapi berlebihan kan tidak bagus!" Sindir Rino lalu segera berlari kekamarnya karena takut kena amukan dari sang Papa.


"Haha,oh anak kalian memang pengertian tahu sekali kalau Papa nya kelebihan dosis untuk lebay. Ayo kita berangkat Yang ,soalnya disini auranya panas sekali aku jadi ngeri lho." Sindir Alan sambil bergidik ngeri membuat Dika tambah dongkol.


"Aku bakal menghabisi mu sekarang brengsek,berani beraninya kamu kurang ajar padaku!" Teriak Dika yang akan bangkit dari duduknya untuk memiting Alan akan tetapi dicegah oleh Yuli.


"Stop!Kalian itu kenapa sih hobi sekali bertengkar,ayo sini kita ke KUA biar aku nikahkan kalian!" Bentak Yuli kesal.


"Eh mana boleh begitu ooo,maaf aku masih normal belum miring miring.Lagian mana enak jeruk makan jeruk ,susah cari tempat masuknya!" Gerutu Alan.


"Kurang ajar kamu pikir aku juga gila apa,pergi sana sebelum kuhancurkan wajah jelekmu itu!" Sarkas Dika dingin tapi sayang Alan sama sekali tak gentar.

__ADS_1


"Kalian itu sebenarnya rebutan apa sih,hobi sekali bertengkar padahal luar dalam sudah beruban semuanya?Jangan bilang karena masih memikirkan hal dahulu,awas saja kalau sampai hal itu terjadi?" Lika berkata sambil berdiri berkacak pinggang.


Alan dan Dika mati kutu keduanya baru sadar jika ada macan betina satu lagi,kalau begini mau mundur sudah tak bisa lagi.


"Eh itu Sayang ,jangan marah dong tadi itu hanya bercanda tidak serius. Benar tidak bro,kalau tadi kita hanya bercanda?" Tanya Alan yang membutuhkan dukungan dari Dika.


"Iya betul Ka jangan marah dong,kita tadi bercanda doang tidak serius kok." Bujuk Dika lagi.


"Kalian itu lama lama ku sleding biar nyaho,capek kuping capek hati kalau tiap ketemu disuguhi dengan perdebatan kalian.Apa kalian tidak pernah mengingat anak anak,kita itu sudah jadi orang tua bisa bisanya kalian bertengkar terus?' Tanya Yuli menimpali.


"Aduh Yang ,kamu juga jangan ikutan marah dong. Aku minta maaf karena mulut ini terlalu laju buat ngomong,lain kali bakal aku plakban biar sedikit sunyi." Dika tak ingin Yuli marah berakibat malam ia tidur diluar deh.


"Apa ,tadi saja lupa sekarang baru menyesal keterlaluan kalian!" Sarkas Lika jengah.


Bingung harus bagaimana,Alan yang niat hati ingin pergi kerja akhirnya mengurungkan niatnya itu.


Mana ada niat pergi kerja jika suasana hati pertahanan belakang lagi hambak,mana ada semangat buat cari uang jika orang yang untuk kasih habis uang masih marah marah.


"Yang jangan marah dong,aku minta maaf ya kalau tadi cerewet terlalu!" Pinta Alan lagi.


"Iya aku juga minta maaf ya Sayang,tadi itu sudah nakal!" Alan juga ikutan memelas kearah istrinya membuat Dika menatap tajam kearahnya karena sudah ikutan memelas ke Lika.


"Eh enak saja kamu,siapa juga yang ikutan aku juga punya inspirasi buat berkata kata untuk membujuk istriku." Tolak Alan tak mau kalah.


"Nah itu mulai lagi kan,awas saja ya kalau macam macam kalian!Ayo kita jalan Bebs,nanti telat kalau kelamaan lihat orang lagi kebelet!" Ajak Lika serius.


"Mana bisa begitu,aku hanya bercanda tadi tidak serius.Yang kamu jalannya bareng aku ya,masa perginya sama orang lain!" Ajak Dika.


Yuli menatap kearah suaminya jengah,ia tak peduli sama sekali dan memilih pergi dengan Lika ke rumah sakit.


"Kenapa semua pada diam?" Tanya Rino heran.


"Diam kamu!" Bentak Dika kesal membuat Rino bergidik ngeri.


"Kenapa marah,perasaan tadi hanya ngomong doang aku nya?" Tanya Rino bingung.


"Kamu mau kemana Nak? Tanya Yuli kepo.


"Biasa Ma,mau ngapelin calon mantu." Sahut Rino cengengesan.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kesana,jangan lupa cari yang cantik manis dan imut biar anak Mama betah dirumah!" Yuli memberikan semangat untuk putranya itu.


"Ok siap Ma,aku jalan dulu ya.Papa ganteng om tampan jangan marah ya,kasihan punya bini cantik tapi lakinya tukang marah." goda Rino lalu berlari keluar rumah menuju mobilnya.


"Menyesal tadi aku memuji anakmu Bro,padahal mulutnya pedas amat ngalahin bon cabe level 15." Ucap Alan geleng kepala.


"Nah itu dia masalahnya sama tuh bocah,hobinya bikin darah tinggi nya pada kumat." Sahut Dika menimpali.


Sementara itu Lika yang sudah berdiri untuk menunggu Yuli,hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kedua pria paruh baya itu.


Jika dilihat lebih dekat dan saksama,sebenarnya Dika dan Alan hanya mencoba untuk mendengar pendapat masing masing.Hanya saja mungkin tidak ada yang mau mengalah,jadinya perdebatan saja yang ada.


"Ayo berangkat!" Ajak Yuli yang sudah bersiap siap dengan dandanannya yang natural serta cantik.


Lika hanya menganggukan kepalanya ,keduanya berjalan beriringan tanpa peduli dengan para misua yang sedang menatap heran kearah keduanya.


"Bolot,kalau istriku dandanan begitu bakal bahaya jika dilihat pria hidung belang nantinya?" Tanya Dika pelan.


"Iya benar burik,kalau istriku pergi secantik itu lama lama posisiku bisa terancam?" Alan menimpali.


"Kamu rasa tidak kalau tadi kita diliatin terus?" Bisik Yuli pelan.


"Biarkan saja supaya kapok,siapa suruh nyolot terus!" Sahut Lika santai.


"Tapi kalau mereka mengamuk gimana dong?" Tanya Yuli lagi.


"Tinggal panggil satpol pp kalau ada pengacau disini." Sahut Lika juga santai.


"Hehe iya juga sih,ayo berangkat ladys nikmati waktu berdua biar jangan bikin pusing." Kali ini Yuli lebih semangat dari tadi.


"Ternyata kita ditinggal beneran ya?" Gumam Alan masih bisa didengar oleh Dika.


"Kamu sadar tidak apa yang kamu katakan,mereka itu mau pergi hanya berdua tanpa kita tau tidak?" Kesal Dika yang sudah bangun dari duduknya.


Alan akhirnya sadar dengan apa yang dikatakan oleh Dika,dirinya juga tak mau ditinggali oleh istrinya.


"Sayang aku antar tanpa komentar,ayo naik atau kugendong!" Ucap Alan tajam.


"Ayo Yang ,naik aku yang antar sekarang!" Dika juga tak mau kalah dari Alan.

__ADS_1


Lebay...


__ADS_2