Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG..


JANGAN LUPA MAMPIR VOTE N KOMMEN..


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Lanjut***


Dika sebenar nya mendengar pembicaraan istrinya dan sahabat gesrek nya itu,tapi ia menganggap hanya biasa saja.Barulah setelah mendengar perkataan yang membahas soal Adnan,Emosi Dika langsung mencuat di permukaan.


Suami mana yang tak kesal mendengar sang istri ,membicarakan pria lain di belakangnya. Ia sangat kesal karena istri nya seperti tak paham ,jika ia sedang kesal.


" Huft perempuan kalau lagi bicara,pasti ujung ujungnya bahas orang lain.Padahal suaminya lebih bening seperti ini ,masa bicara orang lain ". Kesal Dika sambil menatap sinis kearah istrinya.


Dika bertambah kesal karena ternyata Lika mendukung hubungan Yuli dan Adnan ,ia rasanya ingin menghilang mulut remes nya Lika dari muka bumi ini.


" Davin juga kenapa sih pake suka sama anak nya si cempreng dan si gesrek ,jadinya kan seperti ini mau tak mau harus pasang muka memelas kan". Kekesalan Dika semakin bertambah.


Saat Yuli sudah selesai bicara ,ia mendekati Dika yang sedang duduk di sofa. Tapi dengan memasang wajah cemberut ,Yuli jadi bingung sebenarnya apa yang terjadi. Perasaan tadi baik baik saja,kenapa sekarang jadi berubah kesal.


" Ada saja kelakuan Aki aki,sudah tua tapi sok imut pake pasang wajah yang bikin mual saja"? Gerutu Yuli dalam hati dan mau tak mau mendekati suaminya.


" Suami ku tercinta tersayang terkece,kenapa diam saja dari tadi. Lagi sariawan atau apa,biar aku ambilkan obat nya". Tanya Yuli.


Namun Dika lagi dalam mode on ,ia tak ingin tergoda dengan rayuan istrinya itu.Lagian bukan di bujuk suaminya ,eh malah doakan supaya sakit sariawan.


" Dasar wanita bukan nya peka,malah bersikap seperti tak punya salah.Coba sekali kali jujur sebelum di tanya,eh ini malah malas tahu". Kesal Dika malah mengambil laptop nya dan sibuk dengan dunia nya sendiri.


Yuli jadi bingung ada apa kiranya yang terjadi pada suaminya ini,perasaan dari tadi masih sayang sayang nya.Kok sekarang jadi ngambek seperti emak emak ,kalau lagi datang bulan.


" Sayang kamu kenapa sih ,kok di panggil dari tadi malah nggak merespon. Aku nya kan jadi bosan sendiri ,apa kamu nggak kasihan istri secantik ini malah di anggurin ". Rayu Yuli


Namun lagi dan lagi Dika tak merespon ,yang membuat istrinya memandang jengah kearahnya. Dengan berdiri menaruh kedua tangannya di pinggang ,Yuli menatap tajam kearah suaminya itu.

__ADS_1


Ia mengambil Laptop Dika dan menutup lalu menaruh di atas nakas,setelah itu ia berdiri di hadapan Dika.Dika yang sedang kesal ,bertambah kesal karena Yuli mengganggu kegiatannya dengan laptop.


" Kamu apa apaan Hah,selalu melakukan sesuatu sekehendak hati.Kembalikan laptop ku,atau kamu rasakan akibat nya". Ancam Dika dengan sorot mata yang tajam.


Yuli yang sedang kesal,bertambah murka karena Dika berani membentak dirinya.Padahal ia tak tahu kesalahan apa yang telah di lakukan ,coba kalau di bicarakan pasti bisa cari solusinya.


" Heii Tuan Andika Hadiwinata ,kamu berani ya membentak ku". Tunjuk Yuli dengan wajahnya yang memerah menahan emosi.


" Terus kamu kamu pikir ada larangan aku untuk tak boleh membentak kamu,supaya kamu dengan seenaknya melakukan segala sesuatu sekehendak hati ". Sahut Dika tak kala tajam.


Untung juga kamar keduanya kedap suara,kalau tidak di pastikan saat ini juga Davin pasti akan menjebol pintu kamar mereka.Soalnya dari suara mereka ,bisa di pastikan keduanya sedang tersulut emosi.


" Ohhh jadi ternyata begini ya sikap kamu yang sebenarnya ,orang tak ada salah langsung di damprat tak jelas. Kamu pikir aku ini orang bodoh ,atau tellme seperti kamu.Jadi tidak peka dengan keadaan sekitar ,jangan kamu harap perkataan kamu barusan aku lupakan". Sinis Yuli sambil menaruh tangan di dadanya.


" Jadi sekarang kamu menyesal terus mau cari suami lain,ya sudah aku ijinkan bahkan aku masih bisa kok dapat yang lebih bahenol dan seksi". Ujar Dika sambil memandang remeh kearah Yuli.


Yuli mengertilah keningnya ,selama berpuluh tahun keduanya berumah tangga baru kali ini Dika mengucapkan kata seperti tadi. Yuli mencoba mencerna, kesalahan apa yang telah ia lakukan sampai Dika marah besar.


Namun biarpun ia berpikir sampai kaki ke kepala,kepala ke kaki tapi tetap tak bisa.Ia sangat kecewa kepada suaminya itu,bahkan berkata akan mendapatkan yang lebih sempurna dari dirinya.


Yang dapat Yuli simpulkan ,bahwa memang selama ini Dika sudah mendapatkan yang lebih baik dari dirinya. Ia merasa harga dirinya di injak ,maka itu tak kan di benarkan dalam kamus nya.


" Ok baiklah jika ingin nya kamu seperti itu,aku tunggu surat cerai dari kamu.Dan satu lagi aku tak kan memaafkan kamu seumur hidup,karena marah yang tak jelas padaku.Bahkan tanpa penjelasan apapun ,aku seperti pencuri tau nggak". Lirih Yuli sambil menuju lemari dan mengambil koper untuk membereskan semua pakaian nya,ia ingin keluar dari rumah tersebut.


Degg


Dika merasakan bagaikan ribuan panah menusuk jantung nya,ia sangat tak menyangka jika istrinya itu sangat marah kepadanya.


Netra Dika membulat ketika melihat istrinya itu,sedang mengisi semua pakaian nya dalam koper.Padahal bukan ini yang Dika mau,mana sanggup dirinya berpisah dari istri tercinta nya itu.


Yuli yang sudah selesai ,lalu mengambil tas dan mengeluarkan semua kredit card pemberian Dika.Hanya milik nya saja yang di bawa nya,yaitu setiap penghasilan dari menerus kan bisnis Mami dan Papi nya.


Saat Yuli hendak keluar sambil menarik kopernya ,Dika langsung bangkit dan memeluknya. Dika tak sanggup berpisah dari istrinya itu,biarlah ia di maki ataupun di pukul.


Tapi tetap lah istrinya itu berada di sampingnya ,biarlah istri nya itu marah yang penting jangan pergi meninggalkan dirinya.


" Sayang aku minta maaf tadi khilaf,tapi jangan pergi ya". Pinta Dika sambil mengeratkan pelukan nya.


Yuli mencoba berontak tapi tetap saja tak bisa,karena tenaga Dika sangat lah kuat. Ia paling tidak suka pada orang yang dengan mudahnya meminta maaf,setelah melakukan kesalahan.

__ADS_1


Karena tipe orang seperti itu,akan menjadi kebiasaan setelah melakukan kesalahan dengan mudah nya meminta maaf.Dan seterusnya akan seperti itu ,tak kan pernah berubah sampai kapanpun.


" Sayang kamu jangan marah ya,pukul aku atau maki aku tapi tolong jangan pergi ya.Bisa gila aku tanpa kamu,jadi plis jangan pergi ya". Bujuk Dika


Yuli yang semakin kesal mendorong tubuhnya Dika,dan Dika pun terhuyung ke belakang dan bahunya membentuk Pintu. Dika pun meringis kesakitan ,karena benturan tersebut sangat lah keras.


"awww". Teriak Dika yang memegang bahunya ,Yuli yang sedang kesal tapi tetap tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Ia pun mendekati suaminya itu ,lalu memegang bekas benturan tadi.


" Sayang kamu nggak papa kan"? Tanya Yuli dengan raut muka yang terlihat cemas.


Dika yang sedang meringis kesakitan ,langsung tersenyum karena melihat kekhawatiran di wajah istrinya itu. Ia pun berbalik dan memeluk erat tubuh Yuli,bahkan berkali kali mencium puncak kepala Yuli.


Yuli yang masih kesal langsung mendorong wajah Dika agar menjauhi nya,ia tak suka melihat wajah bahagia suaminya itu.


" Heii yang suruh kamu cium cium itu siapa Hah,asal kamu tahu aku masih marah sama kamu". Ujar Yuli ketus.


" Hemm terserah tapi asal kamu tahu juga ya,kalau mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki kamu milik nya aku seorang ". Sahut Dika sambil menaik turunkan alisnya.


" Enak saja memangnya kamu lupa apa yang tadi sudah kamu katakan ,kalau mau kasih ijin aku punya suami lagi"? Tanya Yuli sambil tersenyum sinis.


" Memang nya tadi siapa yang bilang begitu ,perasaan aku nggak dengar kaya nya". Sahut Dika mencoba berbohong.


" Kamu tuh cocok nya satu kumpulan sama bunglon ,sukanya berganti kulit dan rupa.Atau kamu memiliki kepribadian ganda,sehingga bisa berubah ubah "? Tanya Yuli


" Astaga Yang masa suami sendiri di samakan seperti binatang ,apa nggak sayang "? Tanya Dika memelas.


"Ennngakkk ". Sahut Yuli sambil menarik panjang ucapannya.


Dika kembali memeluk Yuli bahkan kali ini lebih erat lagi,ia akhirnya ia mengeluarkan uneg uneg nya yang mengganjal dalam hati.


" Sayang apa kamu nggak penasaran kenapa aku marah tadi"? Tanya Dika pelan


" Nggak ,lagian dari tadi kemana saja bukanya di jelaskan dulu baru marah,eh malah kebalikannya ". Sahut Yuli yang masih kesal,ia bahkan tak membalas pelukan suaminya itu.


" Hemmm baiklah maafkan aku nyonya Dika Hadiwinata ,tadi suami mu cemburu nya lagi kambuh ".Ujar Dika yang langsung berbicara saja dan ia yakin jika istrinya itu pasti mendengar kan dirinya.


Yuli mendorong tubuhnya Dika,dan menatap heran kearahnya. Untuk apa Dika cemburu ,memangnya ia sedang main serong dengan siapa.


" Apa katamu Cemburu,Hah memang nya dengan siapa yang pantas kau cemburu sekarang "? Tanya Yuli heran.

__ADS_1


" Ya siapa suruh tadi bicara lewat telpon dengan sahabat cempreng kamu,dan kalian malah membahas soal dokter jaman purba itu.


Yuli sangat hafal betul dengan dokter Purba yang di maksud oleh suaminya itu,karena sebutan itu yang tahu hanya Dika dan Alan untuk dokter Adnan.


__ADS_2