
HAIII READERKU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN TERUS VOTE NYA JANGAN LUPA YA YA YA
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT..
" Ya sudah sayang tinggal ngomong doang, kok susah banget sih". Ucap Bram
" hahaha Mas kamu kok kepo banget sih".Goda Riani
" Hanya ngomongin soal Dika dan Yuli saja kok om". Alan menimpali
" Ohhh
Riani hanya tersenyum mendengar, perkataan dari Bram.Riani sangat mencintai Bram saat ini, karena kesabaran dan ketulusan nya yang rela menunggu Riani sampai bisa melupakan masa lalu.
" Sayang kamu nggak istirahat di kamar dahulu, masih lama lho perjalanan nya". Ajak Bram
" Boleh deh, aku juga capek nih.Lan tante lebih dulu ya, kamu juga istrirahat ya".Ucap Riani
" Sipp tan".
Saat dalam kamar, Riani memilih mandi karena tubuh nya sangat lengket namun ia terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya.
Ia pun menoleh untuk melihat Bram di belakang nya, karena ia yakin bahwa itu adalah Bram.Riani tersenyum ketika melihat suami tampan nya, yang tanpa memakai sehelai benang pun.
" Mas kamu kok disini juga"? Tanya Riani
" Hehe mau mandi bareng sayang". Bram tersenyum kikuk
Riani tersenyum kecil, melihat wajah malu suami nya itu.Ia memegang wajah suami tampan nya itu.
" Ayo mas biar cepat, tapi tanpa neko neko atau mas mandi di luar". Sahut Riani dengan menatap tajam kearah Bram.
" Tenang saja nyonya, nggak bakalan lirik kok paling cuma pandang saja". Sahut Bram
" ih itu sama saja, tak ada perbedaan nya sama sekali".Sahut Riani sambil terkekeh kecil
__ADS_1
Keduanya mandi tapi saling bercanda, tak terjadi apapun.Bisa bayang kan mereka yang sudah tua, terus olahraga di kamar mandi, pasti setelah itu langsung minum obat demam.
Selesai mandi dan berpakaian, keduanya memutuskan untuk Tidur.Sebab perjalanan nya masih sangat jauh, sedangkan Alan ia hanya duduk sambil menatap lurus ke luar jendela.
Sementara itu, mama Alan yang berada di Amerika sangat merindukan putra nya itu.
" Sin, Apa Alan sudah kasih kabar ke kamu"? Tanya Mikha mama nya Alan.
" Belum ma, mungkin dia sibuk kali".Sahut Sinta
" Tuh anak kaya lupa saja sama mama, memang nya dia yatim apa".Kesal Mikha
" Bukan gitu ma, ya mama kan tahu kalau Alan sibuk pasti lupa waktu kan".Sinta mencoba membujuk Mama nya Alan.
" Sibuk apa nya, orang pasti hanya lihatin mantan nya itu saja kok". Ujar Mikha kesal.
" Hehe mams, jelek tahu kalau mukanya di tekuk begitu". Goda Sinta
" Biarin aja, lagian mama kan cantik biar mau di rubah bagaimana pun tetap cantik kok". Sahut Mikha
" Ya ya ya"..Sahut Sinta sambil mangut mangut.
Hati Sinta sebenar nya sedikit sakit, ketika mendengar perkataan mama nya Alan tadi.Sinta sebenar nya kecewa, karena mikha malah menyuruh nya cari cowok lain, apa ia tak menginginkan Sinta bersanding dengan Alan.
" Ingat Sinta,orang tua mana yang ingin anak nya menikahi wanita seperti mu sudah tak perawan, mantan napi pula". Lirih Sinta dalam hati.
Namun ia karena tak ingin mengecewakan Mikha, akhirnya dengan terpaksa menyetujui permintaan nya.
" Iya ma, tenang saja setelah Alan datang, aku bakalan menyeleksi semua pria di kota los angeles ini". Sahut Sinta sambil menampilkan senyum terpaksa nya..
"Nah gitu dong kan lihat nya bagus, setelah kamu dapat jodoh baru mama paksa Alan buat carikan mama menantu".Ujar Mikha
" memang nya calon menantu seperti apa yang mama mau"?Tanya Sinta penasaran
" mm, so pasti cantik, baik, tulus tidak arogan dan tak pernah berhubungan dengan pergaulan bebas dan tentunya masih virgin dong". Ujar Mikha semangat
Degg
Sinta merasa kriteria mikha sangat jauh dari dirinnya, pantas saja mikha selama ini tak pernah meminta diri nya untuk dekat dengan Alan.Kehidupan nya dulu sangat bebas, bahkan sex bebas pun ia jalani, kalau soal virgin ia bahkan sudah kehilangan nya dari masih pakai pakaian seragam putih biru.
__ADS_1
Sinta tak pernah memikirkan dampak akan kehidupan yang mendatang.Ia bahkan termakan rayuan mantan pacarnya yang berjanji akan selalu bersamanya, namun apa semua hanya kebohongan belaka.
Sinta merasa saat ini ia adalah wanit yang sudah tak punya harga diri lagi.Apa yang mau ia pertahan kan, semua sudah hilang sama sekali tak berbekas.
Mikha yang melihat perubahan wajah Sinta merasa aneh.Sebenar apa yang terjadi pada wanita di hadapan nya kini.
" Heii Sin, kamu kenapa kok jadi melamun"? Tanya Mikha
" Ohh,aku nggak papa kok ma". Sahut Sinta gugup
" Tapi mama lihat kamu melamun, memang nya apa yang sedang kamu pikirkan"? Tanya mikha penasaran.
" Nggak mikiran apa apa kok ma, beneran deh". Sahut Sinta sembari menampilkan jarinya berbentuk v.
"ih kamu tuh ya, nggak ada apa apa kok melamun.Kamu pasti lagi mikirin jodoh kamu kan, hahah santai saja girl's jodoh itu sudah ada yang atur". Ucap Mikha sambil mengelus tangan Sinta.
" Makasih ma, karena sudah pengertian sama aku dan memberikan solusi yang bisa membuat aku lega.Jujur aku sangat merindukan mama saat ini, namun apa daya ku, karena tak tahu keberadaan nya sama sekali". Lirih Sinta.
Memang benar kata Sinta, sosok seorang ibu sangat di butuh kan saat kita sedang terpuruk.Dan tak sanggup memikirkan beban hidup yang tak dapat di pecah kan.Teman saat kita ingin berbagi kesusahan, Teman yang selalu dengan setia mendengar kan keluh kesah kita Dialah sosok seorang ibu
" Kamu yang sabar ya nak, mama yakin kalau sekarang mama kamu pasti sangat merindukan kamu juga.Jadi kamu jangan putus asa karena mama yakin semua akan indah pada waktunya"Ucap Mikha
" Makasih ya ma, karena selalu menghibur ku" Ujar Sinta Tulus.
" mama yang harus nya berterima kasih ke kamu, karena kamu selalu sabar menghadapi mama disaat semua orang menjauhi mama.Karena mereka selalu beranggapan mama gila dan bisa melukai siapa saja, padahal kan mama hanya depresi ringan saja.Mungkin karena mama yang berperilaku seperti orang stres, dan teriak serta marah marah itu yang membuat mereka berpikiran begitu.Padahal itu hanya karena mama mengekspresikan emosi mama kepada mantan suami mama yang kasar, dan tukang pukul.". Terang Mikha.
" Sabar ma, sekarang kan mama sudah sehat.Jadi Sinta yakin jika Alan datang mama pasti akan segera keluar dari sini.Dan bisa memulai kehidupan yang baru, terus bisa menunjukan ke semua orang kalau ternyata selama ini anggapan mereka salah terhadap mama". Sahut Sinta
" Iyess bener bingits". Sambung Mikha dengan nada centil nya.
" Mama kalau sikap nya begini, kelihatan kaya ABG lho".Goda Sinta.
" hehhe lihat saja ya nak, setelah keluar dari sini mama yakin banyak pria tampan yang tak bisa menolak pesona seorang mikha liem". Ujar Mikha percaya diri.
" Iya iya aku percaya kok, malah sangat percaya". Goda Sinta
hahaha
Keduanya tertawa heboh, mereka jika di lihat seperti ibu dan anak padahal keduanya merupakan pengasuh dan pasien nya.
__ADS_1