
VOTE VOTE VOTE NYA TERSEYENG
TERIMA KASIH
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Davin masih mencoba mencerna perkataan Silvia apa maksudnya tadi. Mengulang dari awal karena apa,ia pun menjadi bingung karena selama ini dirinya merasa tak pernah melewatkan sesuatu yang penting.
"Sayang bisa tolong di jelaskan ke Kak Avin,maksud dari perkataan kamu tadi apa?Jujur deh apa maksudnya ,biar kak Avin nggak pising mikirnya"? Tanya Davin memelas
" Hehe ternyata ada yang kepo nih ,mau tau aja atau mau tau banget kak"? Tanya Silvia sambil tersenyum kepada Davin .
Davin menampilkan wajah memelas kepada Silvia ,karena jujur ia sangat ingin mengetahui hal yang di maksud Silvia tadi.Maklum begitulah sifatnya manusia ,terkadang jiwa keponya melebihi batas kesabaran.
Manusia selalu mencoba untuk mencari tahu ,apa yang terjadi karena jiwa penasaran akan meronta minta di kasihani.
" Sudahlah Kak sepertinya tak terlalu penting ,lebih baik bahas waktu kakak kuliah disana.Yang waktu itu jalannya tanpa pamit,yang buat kekesalan ku jadi bertambah karena mencari kakak yang bak hilang di telan laut tau nggak "? Sindir Silvia secara halus.
Davin yang tengah menyetir,hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ternyata keputusan untuk pergi kuliah tanpa pamit,membuat wanitanya marah.
" Hemm maafkan Kakak Ya,tapi kamu juga kan disini lagi senang senang kan sama pacar kamu "? Tanya Davin serius
" Ishh siapa suruh pergi tanpa pamit setelah mengatakan cinta,ya sudah dari pada tambah kesal.Lebih baik cari cowok yang tampan,manis tapi tidak sombong". Ujar Silvia yang tak sadar jika pemuda tampan di sampingnya ,tengah menahan rasa cemburu karena Silvia memuji pria lain saat bersama dengar.
" Ohh jadi karena kesal kamu pacaran begitu,tau nggak disana aku orang paling setia taun nggak. Tidak pernah sedikit pun tergoda ,akan cewek bule yang seksinya,bahenol nya bahkan mau melakukan apa saja.Kamu mau tahu karena apa,itu karena hati seorang Davin Hadiwinata hanya untuk Silvia Andrew seorang ". Sahut Davin
__ADS_1
Degg
Jantung Silvia berdebar dengan kencang ,apakah selama ini ia telah salah mengkhianati cinta suci nya Davin. Tapi bagaimana perasaannya kepada Andra sebenarnya ,apa hanya karena kenyamanan atau memang ada setitik rasa cinta.
Silvia yang tak tahu harus menjawab apa,ia pun refleks mencium pipinya Davin setelah itu langsung memalingkan wajahnya kearah jendela. Namun Silvia sempat mengucapkan kata penyesalan ,karena melakukan sesuatu tanpa berpikir jernih.
" Maafkan Vivin Kak,tapi aku sama Andra sudah tak ada apa apa lagi.Dia saja pergi entah kemana,bahkan tak ada kabar berita."Ucap Silvia sambil menundukkan wajahnya.
Davin yang mendengar perkataan tulus dari Silvia ,langsung menghentikan mobil.Ia memegang bahunya Silvia ,agar menghadap kearahnya.
Setelah Silvia menatapnya ,ia pun menarik tengkuk Silvia agar mendekati wajahnya .Davin sangat tergoda dengan bibir merona milik Silvia ,yang dari tadi menggoda dirinya untuk di kecup.
Silvia merasakan hembusan nafasnya Davin ,terasa sekali di wajah nya.Membuat wajahnya memerah karena malu,karena Davin terlalu dekat dengan nya.
Davin mengecup sekilas bibir Silvia ,karena ia takut Silvia akan marah.Namun ternyata pucuk di cinta ulam pun tiba,Silvia ternyata menutup matanya.
Merasakan angin segar Davin pun kembali mencium Silvia ,kali ini ia melu**t dengan perlahan .Karena merasakan jika Silvia terlalu kaku,ia melepaskan ciuman dan menatap wajah Silvia.
Keduanya saling bertukar Saliva,serasa dunia milik berdua yang lain mah cuma numpang kali.syukur kalau emak kos nya baik hati nggak di usir kalau nunggak (hahha break dulu ya guys 😂😂😂😂)
Setelah dirasa mereka akan kehabisan napas barulah keduanya berhenti Silvia menundukan wajahnya karena malu.Sedangkan Davin langsung menarik Silvia agar masuk dalam pelukan nya,ia bahkan berkali kali mengecup puncak kepalanya.
" Aku Sayang kamu sekarang kini dan nanti ,maafkan jika pergi tanpa bilang ke kamu. Tapi kamu disini juga kan bersenang senang kan,tapi itu dulu sekarang maaf saja tak kan ku ijin kan kamu bertemu pria lain selain aku". Ujar Davin yang mana membuat Silvia langsung kesal kepadanya.
" Kak yang beneran saja deh Kamu,masa sekarang jadi posesif begini sih.Kalau tau begini aku mah lebih baik jomblo abadi saja ,dari pada model begini ". Kesal Silvia.
" Sayang kamu kalau bicara seperti itu lagi,hari ini juga aku bakalan minta orang tua kamu untuk nikahin kamu". Jawab Davin
Silvia mendelik kesal karena Davin seperti nya memang benar akan membatasi ruang geraknya. Mau tak mau ia pun hanya pasrah,percuma saja menolak pasti tak kan bisa.
" Hemm jadi gimana Yang,abang nya di terima nggak "? Tanya Davin sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Silvia bingung harus menjawab apa,karena ia pikir keduanya sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Jadi jika di tanya apalagi yang harus di jawabnya ,apakah seorang Davin butuh pengakuan.
" Memangnya apa yang harus di terima "? Tanya Silvia bingung.
" Lho Yang Kok pake tanya segala,memangnya tadi aku tanya apa kekamu sampai kamu bingung jawabnya "? Tanya Davin balik.
" Ya memangnya tadi tanya apa"? Silvia mencoba mengerjai Davin agar ia mengulang kembali pertanyaan nya atau tidak.
" Ahhh baiklah dengar baik baik ya,Silvia Andrew maukah menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak anak ku kelak". Ujar Davin serius
" Aisshh Kak aku mau jadi segala yang kamu mau,tapi bisakah kita pulang dulu.Nggak enak lho sama tante Yuli dan Om Dika,masa baru datang jauh jauh malah kamu seakan malas tahu.Nanti aku nya yang nggak enak,gara gara aku kan kamu nya nggak pulang bareng mereka". Pinta Silvia sambil memelas.
Mendengar perkataan Silvia,Davin tersenyum senang karena akhirnya cintanya terbalas juga.Namun ada rasa sesal di hatinya ,karena meninggalkan orang tua nya begitu saja malah membawa Silvia pergi.
" Ya sudah ayo pulang kasihan Mama,pasti kesal karena anak lakinya pergi tanpa pamit ". Ujar Davin cengengesan
" Nahh itu tahu siap siap saja kena amukan dari tante Yuli,kalau sampai itu terjadi resiko tanggung sendiri Lho". Goda Silvia
" Itu semua kan gara gara kamu juga,makanya aku pergi begitu saja". Davin membela dirinya tak mau di salahkan.
" Hemm enak saja main lempar kesalahan ,yang asal seret jalan tadi siapa coba"? Sahut Silvia tak mau kalah.
" Iya sudah eneng abang mengalah deh,ayo berangkat menuju rumah". Ujar Davin langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Hadiwinata.
Sementara itu Yuli terlihat uring uringan ,karena Davin dari tadi belum membawa Silvia pulang. Ia takut Davin salah jalan ,maklum 2 tahun di luar negri jangan sampai pergaulan bebas telah merasuki tubuh anaknya itu.
" Ahh Davin mana sih ,awas saja kalau sampai dia berani macam macam ke Silvia anu nya nanti bakalan ku potong ". Kesal Yuli.
" Haha jangan dong tante ,nanti Davin nya puasa seumur hidupnya ". Rino menimpali.
" Aku emaknya biasa saja ,masa kamu yang berlebihan sih". Tanya Lika heran.
__ADS_1
Yuli mendengus kesal mendengar perkataan Sahabat nya itu,anak gadisnya di bawa pergi bukannya cemas ,bingung atau apalah eh ini malah duduk manis.