Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Rino yang melihat Bibir basahnya Sarah,membuat naluri kelelakian nya mencuat ke permukaan. Ia tak bisa menahan untuk merasakan nya ,dengan memberanikan dirinya menarik tengkuk Sarah.


Cup


Berawal dari kecupan kecil ,lama kelamaan semakin memanas bahkan Rino menggigit pelan bibirnya Sarah. Sarah yang masih kaku kesulitan bernapas ,ia menjauhkan wajahnya dari Rino dan menundukan kepalanya.


" Sayang buka mulutnya dan jangan lupa bernapas ". Ujar Rino dan kembali mencium bibir Sarah ,karena sudah sedikit paham Sarah pun langsung membuka mulutnya.


Rino pun dengan leluasa memasukkan lidahnya ,dan keduanya saling bertukar Salivanya. Ciuman itu semakin panas dan menuntut,tapi untung juga kesadaran Sarah berangsur kembali.


Ia menolak tubuh Rino agar menjauhi nya,ia memberanikan dirinya menatap kearah kekasih hatinya itu.


" Sayang jangan seperti ini ya". Pinta Sarah sendu.

__ADS_1


Rino merasa bersalah karena Sarah yang merasa kurang nyaman,ia langsung menarik Sarah agar masuk kedalam pelukan nya.Di ajak nya Sarah agar naik ke tempat tidur ,agar istirahat sejenak.


Melihat Rino yang ikut tidur di sampingnya ,Sarah merasa tak nyaman.Ia ingin bangkit dan tak ingin tidur di ranjang ,tapi Rino melarangnya.


" Tidurlah disini aku tak kan melakukan apapun kok,tenang saja aku tahu batasan yang tak boleh kita langgar. Jangan pernah berpikir kalau orang bule hobinya ****,karena semuanya tak seperti itu".Ujar Rino sambil memejamkan matanya karena tak ingin Sarah merasa tak nyaman.


Mendengar perkataan Rino barusan ,Sarah akhirnya terlelap juga ia sudah tak peduli lagi pada sekitar nya.Rino memeluk nya dari belakang ,namun Sarah memposisikan dirinya senyaman mungkin agar cepat tertidur.


Keduanya tidur sambil berpelukan ,tanpa beban karena hanya tidur saja tanpa melakukan apa pun.


...****************...


Di kediaman Andrew ,terlihat Alan sudah kembali dari tempat kerja sedikit lebih cepat karena nanti malam ada tamu.Saat masuk di dalam ,ia langsung tersenyum mendengar perdebatan putrinya dan istrinya itu.


Alan memilih mendekati mereka untuk mencari tahu,apa sebenarnya yang terjadi.Ia sangat penasaran dengan kedua wanita,yang sangat memiliki kesamaan yaitu suara cempreng mereka.


" Hallo haii kenapa pada ribut sih ". Sapa Alan sambil tersenyum.


" Memangnya hal apa yang tidak kamu sukai hemm"?.Tanya Alan penasaran.


" Masa aku harus di suruh pakai kebaya ,kelihatan seperti emak emak tau nggak sih.Padahal kan cuman lamaran saja,bukan nya pernikahan atau apalah itu"..Kesal Silvia.


" Kamu itu harus menghargai keputusan Mama dong,pokoknya nggak boleh yang namanya saat di lamar pakai gaun"..Sahut Lika tak kalah kesal.


" Ogahh nanti kelihatannya jelek kali Ma". Silvia menghentakan kakinya karena sikap Lika yang tak mau mengalah.


" Pokok nya keputusan Mama sudah bulat,titik tidak pake koma atau kalian bakalan tanggung akibat nya". Ujar Lika dingin

__ADS_1


" Pa bantuin aku dong,bilang ke Mama biar nanti nikah aku nya pake kebaya nggak usah pake gaun". Pinta Silvia kepada Alan agar mau membantunya.


" Tidak nanti nikahan nya pake gaun dan sekarang harus pake kebaya".Protes Lika


Alan bertambah pusing mendengar perdebatan ibu dan anak,yang sama sekali tak mau mengalah.Ia bingung harus membela siapa,semuanya menganggap paling benar.


" Terus maunya gimana ,apa ada yang mau mengalah"? Tanya Alan yang sudah tak tahu harus berkata apa.


"Yang harus nya mengalah itu kan Mama,soalnya yang mau menikah kan aku.Jadi nya Mama harus menghargai keputusan ku,ok Mama ku cantik". Ucap Silvia sambil tersenyum.


" Seharusnya kamu kan mau nikah jadi harus turuti kemauan Mama,hitung hitung kan berbakti terakhir kalinya". Lirih Lika sambil tertunduk.


" Sayang kamu jangan seperti itu dong ,sebenarnya Papa setuju dengan pemikiran Via.Ini kan hanya lamaran antara kita saja,tanpa ada keluarga yang lain.Jadi kalau pakai gaun kan tidak Masalah,asalkan ia nyaman saat di pakai". Usul Alan


Lika hanya bernapas lega karena memang tak bisa lagi untuk di bicarakan,apalagi suaminya juga sudah ikut turun tangan.Karena berdebat dengan Alan akan susah ,suaminya itu jika sudah mengambil keputusan akan susah untuk di bantah..


" Hemm baiklah aku mengalah ,terserah kalian mau apa sudah capek rasanya berdebat terus.Aku saja bingung mau ngomong nya apa lagi,soalnya anak bapak otaknya sama saja".Kesal Lika lalu masuk kedalam kamar sambil memasang wajah cemberut nya.


Alan dan Silvia tersenyum melihat wajah cemberut Lika,keduanya sangat tahu jika wanita cantik tersebut tengah merajuk.


" Nak bisa tidak jangan bicara seperti itu ke Mama kamu,mungkin dia hanya ingin kamu tampil sempurna. Dan tentunya tak mengecewakan ,agar keluarga mertua kamu datang akan langsung menyukainya ". Ujar Alan pelan


" Pa aku tuh bukan nya nggak mau,tapi kan ini acara nya kan santai. Jadi pilihan pakaian nya,setidaknya harus senyaman mungkin lah".Sahut Silvia


" Hemm baiklah Papa nyusul Mama dulu ya ,takut nya tuh emak emak nangis ka apa.Kan bisa berabe kalau emak yang punya rumah,pake kegiatan bikin hujan turun lagi"..Ucap Alan.


" Haha awas Pa ,nanti kalau Mama dengar bisa bahaya tuh. 1Sudah sana bilang Mama ,putrinya yang cantik ini minta Maaf karena sudah bantah permintaannya. Tapi aku janji deh bakal tampil secantik mungkin ,biar nggak malu maluin nantinya ". Ucap Silvia sambil tersenyum paling manis.

__ADS_1


Alan pergi ke kamar mereka menyusul istrinya ,sedang Silvia menuju kedalam kamarnya sekedar beristirahat. Silvia mulai merasa tegang ,setelah tadi terlihat rileks.


Ia mencoba menetralisir kegugupan nya,karena tinggal beberapa jam lagi kekasih serta keluarga nya akan datang.Guna untuk membicarakan hari pernikahan nya dan Davin.


__ADS_2