Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 377


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Sarah hanya geleng geleng kepala karena sudah tak tahu harus bicara apa lagi,ingin membantah akan tetapi nanti urusan bakal panjang lagi.


Rino sedang menahan emosinya karena Sarah sengaja memancing kekesalannya,lagian ia mana mau mencarikan pria tampan untuk wanitanya.


"Kok sunyi ya?" Gumam Sarah pelan agar suasana tidak terasa canggung.


Rino sengaja menahan senyuman agar tak terbit di wajahnya,namun tanpa ia sadari jika Sarah sadar dengan semua pergerakan dirinya itu.


"Mmm kayanya ada yang senyum bungkus nih?" Sambung Sarah lagi.


Rino tak bisa marah berlama lama kepada Sarah,akhirnya ia mengusap pelan kepala wanitanya itu.


"Kamu ini ada saja yang bisa kamu lakukan,aku mah bisa apa?" Goda Rino dengan mencoba logat jawa yang masih jatuh bangun.


"Haha,ya ya kamu tahu saja.Nah itu ada Apotek,ayo kesana sudah tidak usah cari pria tampan ataupun wanita cantik." Goda Sarah sambil tersenyum.


"Nah begitu baru boleh aku tambah semangat nih,ya sudah aku hanya lima menit saja tidak lebih." Sahut Rino lalu segera keluar dari mobilnya.


Sepeninggal Rino yang sudah menghilang dalam Apotek,Sarah hanya bisa geleng geleng kepalanya saja.


Ia tahu dan sadar jika perasaan Rino itu tulus,akan tetapi ia juga belum bisa menentukan mau dibawa kemana hatinya itu.


Jika ditanya apakah dirinya trauma dengan pria tampan,maka jawabannya tentu tidak. Soalnya tidak semua pria tampan itu kurang ajar,ataupun menyebalkan seperti yang lain.


"Apa aku sok jual mahal ya,kalau misal dia pergi menjauh lagi gimana?" Tanya Sarah pelan.


Rino yang sedang membeli obat untuk Sarah,merasa sadar dengan tatapan tak biasa dari petugas kasir itu.

__ADS_1


"Mbak bisa cepat tidak,istri saya sedang menunggu dimobil mau periksa kandungan!" Bohong Rino serius membuat wanita penjaga kasir itu dibuat salah tingkah karena ketahuan mencuri pandang pada suami orang.


"Maaf Mas!" Sahut wanita itu.


"Lain kali lihat dulu ya orang nya sudah punya keluarga atau belum,karena nanti bikin malu!" ujar Rino dingin.


Sarah merasa bosan sendirian dalam mobil,pandangan nya hanya tertuju pada pintu Apotek yang dari tadi belum nampak batang hidungnya Rino.


"Tuh orang mau beli obat saja kok lama,kalau begini terus lama lama orang yang ditolong bisa dead karena kelamaan ditolong?" Gerutu Sarah monolog.


Tak berselang lama Rino akhirnya keluar dari tempat itu,ia membawa sebungkus plastik berisi obat yang diperlukan.


"Maaf lama!" Sesal Rino.


"Nggak usah dibahas karena memang kenyataan,mana obatnya biar aku pake sekarang?" Tanya Sarah serius.


"Ditempat sunyi saja deh,nanti dikira kita mesum lagi kan berabe jadinya." Tolak Rino.


"Ih tapi nanti bakal lebih parah lagi kalau ditempat sunyi,nanti dikira mau berbuat mesum lagi kan bahaya." Jelas Sarah pelan.


"Hadeuh masa kita harus pulang kerumah Davin lagi sih." gerutu Rino kesal.


"Kenapa sih kasih perhatian ke kamu tapi selalu tidak bisa,masa aku harus melihat saja." Desah Rino frustasi.


"Sabar dong,jangan marah marah bukan kah kamu yang selalu nolongin aku,coba kalau tidak ada kamu aku pasti sudah dihancurkan pria bejat itu." Sahut Sarah dengan wajah yang menahan tangisnya.


"Lho kamu kok jadi melow begini,ayolah cantik aku akan selalu ada untuk kamu kemarin hari ini dan nanti." bujuk Rino sambil mengelus pelan kepala Sarah.


Hangat,begitulah perasaan Sarah kini ketika ada yang memberikan perhatian untuknya,bukankah selama ini ia tak pernah mendapatkan perhatian dari lawan jenis selain Papanya.


"Kalau misalnya aku bawel bikin kamu kesal tiap saat,apa kamu masih mau tetap disampingku?" Tanya Sarah memastikan.


"Apapun keadaannya aku bakal tetap setia untuk mendampingi kamu,jangan cemas atau takut apalagi merasa sendirian." bujuk Rino lagi.


"Terima kasih untukmu semoga kelak kita berjodoh!" Doa Sarah tulus bukan karena ingin membalas budi.


"Amin itu yang kuharapkan selama ini,jangan memikirkan yang lain ya!Masalah ini biarkan aku saja yang bakal urus,kamu cukup tersenyum untukku saja!" Sahut Rino sambil tersenyum.


"Oh iya ini Hoddie punyaku ,kamu pake ya maaf jika belum dicuci." Ujar Rino malu malu karena memberikan barang yang masih kotor.

__ADS_1


"Pantesan bau acem." Ledek Sarah yang pura pura menutup hidungnya.


Setelah memakai miliknya Rino tadi,keduanya menuju kediaman Sarah yang ia yakini sedang cemas memikirkan anak gadis mereka yang belum pulang.


"Orang tua kamu gimana?" Tanya Rino yang mencoba mencari tahu tentang calon mertuanya.


modus bang


"Kenapa tanya soal Papa sama Mama?" Tanya Sarah balik.


"Tidak ada salahnya kan kepoin mertua sendiri?" Tanya Rino tak mau kalah.


"Papa itu orangnya Introvert akan tetapi Mama itu bawel banget ngalahin Mas kredit!" Sahut Sarah sambil tertawa.


"Wah dua orang dengan kepribadian masing masing bisa ya bertahan bertahun tahun?" Rino penasaran dengan kehidupan yang dijalani Sarah selama ini.


"Ya begitulah ,oh iya aku kepo lho kamu kok bisa sih dekat sama Kak Avin?" Tanya Sarah penasaran.


"Kami berdua kuliah sama sama di Hanvard,setelah selesai Davin kan mau balik ya sudah aku ikut saja dengannya." Jelas Rino serius hingga memarkirkan mobilnya disebuah taman yang cukup sunyi.


"Tapi kok tidak balik lagi kesana?"Tanya Sarah.


"Kalau aku kembali terus kamu nya gimana?" Tanya Rino menggoda.


"lho memangnya aku kenapa begitu kalau kamu tidak ada,perasaan bakal tetap disini saja kok?" Tanya Sarah heran.


"Kamu bakal diambil orang terus aku bakal jadi bujang lapuk begitu,enak saja kalau sampai itu terjadi." sungut Rino kesal membuat Sarah merasa lucu.


"Khayalan kamu itu ketinggian lho nanti kalau jatuh sakit nya minta ampun ,aku saja tak ingin berkhayal aneh aneh nanti kalau tidak kesampaian sakitnya minta tolong." Jelas Sarah serius bahkan tak sadar jika mobil sedang berhenti sekarang.


Sarah sepertinya tak sadar jika jodoh maut dan hidup sudah ada yang atur,tinggal bagaimana kita menyikapinya.


"Ayo kita jalan lagi!" Ajak Rino membuat Sarah akhirnya tersadar jika dari tadi mobil dalam keadaan berhenti.


"Kenapa mukanya heran begitu?" Tanya Rino sambil tersenyum.


"Ini mobil kapan berhenti tadi?" Tanya Sarah penasaran.


"Kamu ini kalau begini terus bakal diculik lagi deh,soalnya tidak peka dengan keadaan sekitar." ejek Rino.

__ADS_1


__ADS_2