Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 388


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Rino sekali kali selalu mencuri pandang kearah Sarah,yang dari tadi serius kearah ponselnya.Ia sebenarnya ingin agar Sarah mengajak dirinya bicara,agar tidak terlalu sunyi.


"Ekhem kok sunyi ya,kalau begini terus lama lama sudah seperti kuburan." Ucap Rino yang ingin Sarah sadar dengan kesunyian dalam ruangan itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Sarah penasaran.


"Sunyi." Sahut Rino pelan.


"Haha ,kamu ih lucu sekali masa orang lagi kerja kok harus ribut?" Ejek Sarah.


"Kita makan yuk!" Ajak Rino.


"Makan angin begitu,sudah tahu disini lagi kosong?" Tanya Sarah Heran.


Rino akhirnya sadar jika Bima belum datang membawa makanan,akhirnya ia hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Bima yang sudah mendapatkan apa yang dicari,langsung kembali ke kantor sebelum Direktur melakukan sesuatu yang membuat dirinya keok.


Akan tetapi belum juga sampai,Bima sudah mendapat panggilan dari Rino.


"Hallo Tuan!" Sahut Bima.


"Kamu beli makanannya di Amerika begitu?" Ucap Rino datar.


"Maaf Tuan saya sudah di depan lobby,sedikit...


Tut


Belum selesai Bima menjawab,panggilan itu sudah selesai.


Bima hanya bisa terdiam untuk mengeluarkan seluruh tenaganya,untuk berlari sekencang mungkin menuju kantor Rino.


Manager pemasaran yang melihat Asisten Rino Direktur berlari secara tergesa gesa,langsung menyapa akan tetapi tak dihiraukan sama sekali.

__ADS_1


"Tuan Bima ada masalah apa?" Tanya Ridho.


Bima seakan tak peduli dengan pertanyaan Ridho,karena baginya hidup dengan matinya ada di dalam ruangan Rino.


"Huh dasar Bos sama bawahan sama sama sengklek,ditanya tidak pernah dijawab.Awas saja kalau besok lusa dia tanya ke Saya,jangan harap bakal dapat jawaban!" Gerutu Ridho.


"Huh huh,aku mati aku mati oh Tuhan kalau sampai terlambat lagi kan bisa berabe." Ucap Bima monolog.


Rino hanya bisa menatap pintu dalam diam,karena kalau bersuara bakal kena amukan dari Macan betina.


Tok tok tok


"Permisi Tuan,ini saya Bima!" Ucap Bima dari pintu luar.


"Masuk!" Teriak Rino dingin.


Bima masuk kedalam akan tetapi sambil menundukan wajah nya,ia takut berekspresi karena wajah menyeramkan milik Rino.


Setelah menyiapkan diatas meja,ia pun undur diri dari situ.


"Silahkan dinikmati Tuan,kalau begitu...


"Keluar!" perintah Rino dingin.


Setelah Bima Keluar,tatapan Rino langsung melebur kearah Sarah,sungguh siapapun yang melihatnya akan langsung takjub.


"Aku bisa kok kayak diri sendiri,kamu juga harus makan!Bukannya sebentar bakal ada meeting penting,masa direktur nya pingsan karena kelaparan." Goda Sarah receh.


"Aku kenyang kalau ada kaku!" Goda Rino balik.


Sarah hanya geleng geleng kepala,karena begitulah Rino selalu ada cara untuk menjawab dirinya.


"Kamu setelah makan mau ikut keruangan Meeting?" tanya Rino pelan membuat Sarah menatap heran kearahnya.


"Kamu tidak salah bilang begitu?" Tanya Sarah.


"Tidak ada,karena kalau ada kamu pasti lebih fokus." Sahut Rino serius.


"Mati aku,nih orang sadar atau tidak ya kalau SA grup itu sebenarnya adalah milik Papa?" Batin Sarah.


"Bagaimana mau atau tidak?" Rino sudah tak sabar menunggu jawaban dari Sarah.


"SA grup itu sebenarnya milik Papa,jadi otomatis ada Papa juga!" Jelas Sarah karena tak tahu harus menjawab apa lag.

__ADS_1


Ada Papa,


Dua kata sederhana itu membuat nyali Rino seketika langsung menciut,bukan karena takut atau apa?


Akan tetapi bagaimana kalau saat rapat nanti,kemudian mereka berargumen setelah itu Papa nya Sarah dendam padanya kan bisa berabe.


"Kamu yakin?" Tanya Rino memastikan mungkin tadi ia salah dengar.


"Yakin lah,aku setua ini masa tidak tahu menahu soal urusan dan pekerjaan Papa." Ucap Sarah.


"Terus aku nya bagaimana?" tanya Rino pelan.


"Ya tidak bagaimana juga,lanjutkan rapat itu kan yang seharusnya!" Sahut Sarah santai.


"Papa juga kok bisa punya klien Papa kamu,kalau begini kan untungan diperusahan ruginya di aku." Sungut Rino.


"Lho memangnya kenapa?" Tanya Sarah bingung.


"Kalau sebentar bahas soal perusahan,terus kalau aku salah ngomong gimana dong?Terus nanti bakal ditolak jadi anak mantu kan bisa berabe,istilah nya kalah sebelum bertanding." Ujar Rino membuat Sarah tertawa ngakak.


"Haha,kamu ih lucu tahu tidak?Heii Papa ku biar wajahnya yang sangar terus mulutnya kalau ngomong sekali langsung pedas,tapi hatinya baik buktinya Mama saja klepek klepek." Sarah hanya bisa memegang perutnya karena lucu dengan tingkah Rino itu.


"Kamu kan anaknya jadi otomatis terbiasa nah aku calon mantu belum resmi,mau dibilang OTW jadi anak mantu eh belum dibilang iya sama anaknya." Desah Rino lirih sambil duduk bersandar di sofa.


Mendengar semua keluh kesah nya Rino,Sarah langsung tersadar jika selama ini ia juga sebenarnya ada rasa untuk pria itu hanya saja belum di sadari sama sekali.


Sarah mengumpulkan keberanian dan berdiri dihadapan Rino,Setelah itu ia memegang pipi pria itu dengan lembut lalu menatap kearahnya.


Jantung Rino seakan hendak berhenti berdetak,akal sehat nya seakan tak bisa dipakai untuk berpikir.


"Kamu yakin suka sama aku,asal kamu tahu ya aku itu tidak ada kelebihan apapun.Cantik relatif,kalau otak tidak ada pintar pintarnya,suara wah speaker aktif kalah mungkin itu saja kelebihannya?" Tanya Sarah sambil menatap mata Rino serius.


Kaget,begitulah reaksi Rino kini.Munginkah ini adalah pernyataan Sarah,yang ingin sekali mendengar keseriusannya.


Sarah sadar dengan keterkejutan Rino,dirinya hanya bisa tersenyum.Ia hanya bisa menunggu sampai pria bule itu sadar,dan barulah mengatakan apapun itu.


"Aku suka kamu apapun itu,karena manusia di dunia ini tak ada yang sempurna.Jika cantik yang kamu katakan adalah tolak ukur suatu hubungan,maka aku bukan orang yang masuk dalam pikiran kolot itu.Aku cinta dan sayang karena kamu lebih dari apapun itu,aku bukan cari yang sempurna karena aku juga bukan manusia yang sempurna." Sahut Rino sambil tersenyum.


Keduanya saling memandang,entah siapa yang lebih dulu wajah keduanya kini hanya berjarak beberapa senti bahkan deru nafas keduanya bisa dirasakan.


Rino menyusupkan tangan nya ditengkuk Sarah,membuat wanita cantik itu hanya bisa memejamkan matanya.


deng degh deng

__ADS_1


Jantung Sarah seakan mengajak dirinya beresiko,ia bingung cara bereaksi bagaimana sebab ini adalah yang pertama baginya.


Ingin menolak akan tetapi tubuh nya tidak bisa diajak kompromi,ingin merespon akan tetapi akal sehatnya masih bisa diajak untuk kompromi.


__ADS_2