
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Davin merasa ada nada ancaman dari perkataan Alan barusan,syukur lah semalam cuman cium doang coba kalau sudah colek sedikit bisa berabe.
Tapi untung Davin tak terlalu mementingkan nafsu,ketimbang kebersamaan jadi Semalam tak terjadi apa apa.Padahal logikanya jika seorang pria dan wanita dewasa dalam satu kamar ,pasti sudah terjadi adegan 21+.
" Iya Pa Ma Davin pastikan akan mengingat semua itu ,karena sampai sah Davin akan menjaga Vivin sepenuh hati ". Ujar Davin
" Makasih ya nak karena sudah mau mengantar kan Via pulang "..ujar Lika sambil tersenyum.
" Ya iyalah di antar ,bukan kah Via masih status belum sah.Jadi kalau anak ku masih belum di antar pulang ,mungkin sore sudah bakalan masuk daftar pencarian orang ". Sahut Alan .
Plakk
" Mulut kamu tuh ya kalau ngomong seenak mau nya saja,tuh calon mantu bukannya di sayang atau apalah.Eh malah ngomong sembarangan saja,menyebalkan sekali". Ketus Lika sambil memukul lengan suaminya itu.
" Ya ampun Sayang ,kamu kok marah terus sih Yang,perasaan tadi hanya ngomong doang kenapa bawaannya sensi melulu ". Sahut Alan sambil mengusap pelan lengannya.
" Makanya mulut tuh di jaga ,jangan terlalu buat masalah nanti seperti nya akan jadi kebiasaan yang buruk". Kesal Lika
" Ishh sudah ah Ma Pa,malu maluin saja lihatnya ". Kesal Silvia.
" Nggak Papa kali Yang,kamu tadi juga kan lihat Mama sama Papa sama saja kan?Jadi jangan terlalu permasalahkan sesuatu ,yang sebenarnya bisa menjadi per eratnya suatu hubungan ". Ujar Davin sambil tersenyum.
" Uwu uwu manis nya mantu ku ini,anak siapa sihh". Gemas Lika
Semua di situ tersenyum bahagia ,karena memang dari dulu mereka tak pernah ada jarak.Mungkin persahabatan kedua orang tua mereka yang selalu awet,meski dibumbui oleh berbagai perdebatan.
__ADS_1
" Ehh ngomong ngomong kalian sudah makan atau belum, Soal nya Papa sama Mama sudah makan dari tadi". Tanya Lika
" Sudah Ma kita sudah sarapan di rumah,kebetulan tadi pagi pagi Mama sudah masak". Sahut Davin.
" Papa nggak berangkat kerja hari ini"? Tanya Silvia
" Gimana mau jalan ,orang gara gara kalian lama datang nya ya sekarang Papa telat kan jadinya". Sahut Alan
" Hehe iya Ya Pa,Maafin Via ya ". Ucap Silvia merasa bersalah karena membuat Alan lama menunggu.
" Jadi sebelum Papa pergi kerja ,Papa ingin memastikan sesuatu soal bagaimana keinginan kalian soal hubungan ini.Dan mau nya seperti apa,tunangan dulu atau bagaimana "? Tanya Alan memastikan
" Iya Sayang supaya kita bisa atur waktu baik nya kapan,tapi semuanya harus atas kemauannya kalian.Kan yang mau menjalani semuanya kalian,jadi segala sesuatu harus di lakukan menurut pendapat kalian".Lika menimpali.
Davin dan Silvia saling pandang ,karena mereka sebelum nya belum memutuskan kapan dan bagaimana selanjutnya hubungan mereka.
" Menurut kamu gimana Yang,aku nya sih ikut saja". Tanya Silvia memastikan
" Baik lah aku hanya menyampaikan pendapat tapi jika kamu tak suka,bilang saja ya aku juga tak ingin memaksakan kehendak ku". Sahut Davin
" Aku mau awal bulan depan sudah bisa melangsungkan pernikahan ,karena tak ingin tunangan dahulu hanya buang buang anggaran. Terus takut kalau kelamaan ,nanti bakalan terjadi hal yang tak di ingin kan".Tawar Davin sambil menatap ke arah Silvia meminta persetujuan.
" Tapi bukan kah awal bulan itu dua minggu lagi,memang sempat di adakan secepatnya seperti itu"? Tanya Silvia ragu.
" Untuk semuanya itu kamu tenang saja,karena sebelum memutuskan aku sudah memikirkan dahulu. Karena kalau tidak mana mungkin aku membicarakan semuanya ,tapi jika kamu belum siap maka aku dukung kemauan kamu". Sahut Davin sambil mengusap pelan kepala Silvia.
" Ya bukan seperti itu,tapi aku hanya sedikit cemas tapi kalau memang tak masalah ya sudah kita jalani saja". Ujar Silvia
" Ok baiklah jika memang itu keputusan kamu,kalau bisa malam nanti bilang orang tua kamu untuk datang. Supaya kita bahas soal kedepannya ,karena mereka juga harus tahu". Saran Alan
" Baik Pa nanti aku bakal kasih tahu mereka ".Ujar Davin
" Ya sudah karena semua sudah beres ,Papa ke kantor dulu ya.Karena sudah telat sekali ,Via nanti hari ini ada jadwal kuliah tidak "? Tanya Alan
" Oh siang baru ada Pa". Ucap Silvia
" Ok semuanya Papa ke kamar dulu ,mau siap diri ". Pamit Alan.
" Mama juga kekamar dulu ya,bantuin Papa ".Pamit Lika juga
__ADS_1
Kini tinggal keduanya yang berada di taman belakang ,Davin menatap kearah Silvia dan tersenyum. Karena akhirnya kini penantian selama puluhan tahun terjawab sudah ,yaitu bisa mempersunting wanita pujaan hatinya.
" Sayang terima kasih ya,karena sudah mau menerima diriku. Terimakasih karena sudah mengikuti kemauan ku,aku sungguh sangat senang karena akhirnya bisa bersama kamu". Ujar Davin pelan.
Silvia tersenyum karena Davin ternyata memang selama ini bersungguh sungguh ,bahkan kesetiaan nya tak bisa di ragukan lagi.
" Aku yang seharusnya berterimakasih Sayang ,karena sudah mau menunggu dan mengakui semua kebodohan ku.Maafkan ku yang selalu berbuat sesuatu tanpa berpikir dahulu ,terima kasih ya Kak".Sahut Silvia tulus dengan wajahnya yang sangat nampak menyesal.
" Heii kok ngomong nya seperti itu,kamu pikir aku bakalan marah atau apa hemm.Asal kamu tahu sedikitpun dalam pemikiran ku,tak ada kata marah kepadamu ".Sahut Davin serius.
Keduanya lalu tersenyum dan masuk kedalam rumah ,bertepatan dengan Lika dan Alan keluar dari dalam kamar.Terlihat Alan sudah rapi memakai pakaian kantor ,dan Lika berjalan di sampingnya.
" Semua nya Papa pamit ya,Vin kamu langsung pulang atau masih disini"? Tanya Alan.
" Sepertinya aku bakalan ke kantor Papa saja,karena di rumah juga Mama sama Rino lagi belanja di Mall". Sahut Davin.
" Apa ,,Yuli kok tega banget sih pergi belanja sendirian mentang mentang punya anak laki laki tampan ,sampai sahabatnya di lupakan ". Kesal Lika
" Haha Yang kamu tuh ya ada saja,mungkin Yuli mau menikmati waktu berdua dengan putranya. Lagian kamu kan bisa ajak Via untuk menyusul saja". Saran Alan.
" Benar juga ya ,Ya sudah aku yang anterin saja". Tawar Davin
" Kamu nggak ke kantor nya Papa"? Tanya Silvia
" Nggak Yang lain kali saja ". Ujar Davin
Akhirnya mereka setuju meninggalkan rumah,dengan Alan ke kantor .Sedangkan Lika,Silvia dan Davin menyusul Yuli ke Mall,dengan memakai mobil nya Davin.
Saat dalam perjalanan Lika menghubungi Yuli,untuk menanyakan keberadaan mereka dan memberi ia akan menyusul.
Saat dalam perjalanan ,tiba tiba ponsel Silvia berbunyi Davin menatap Sekilas ia waspada takut nya cowok yang menelpon nya.
Silvia yang menyadari wajah keingin tahuan Davin ,ia langsung menunjukkan nama penelpon di layar ponselnya. Dan ternyata yang menghubungi Silvia adalah Sarah,sahabat cempreng nya Silvia.
Davin yang melihatnya merasa malu sendiri,karena ternyata sudah salah sangka tadi.Ia hanya tersenyum ,untuk menutupi rasa malunya.
" Hallo Sarah"..Sahut Silvia.
" Kamu ada dirumah nggak ,soal nya aku mau kesitu supaya bareng ke kampus nya". Tanya Sarah.
__ADS_1
" Aku lagi keluar nih mau ke Mall,kita ketemuan di sana saja supaya