Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 230


__ADS_3

HAII MAAF KALAU AKU SEKARANG KURANG RAJIN UP...


AUTHOR LAGI DROP SEKALI GUYS...MAAF YA...LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


Sementara itu di lorong rumah sakit, duduk lah seorang gadis yang wajah nya tampak murung.Ia merasa hampa dan sendirian, dan seperti tak di inginkan kehadiran nya sama sekali.


" Lan, kamu kenapa sih, nggak ada kabar.Apa aku hubungi dia saja ya, tapi kalau dia nanya aku jawab nya apa ya"? Ujar Sinta ragu.


Ya gadis tersebut adalah Sinta Luna, yang tengah cemas memikirkan Alan.


"Bodo amat telfon aja deh, dari pada mati penasaran". Ujar Sinta dan langsung menghubungi Alan


Di negara Lain, Alan yang tengah menyendiri di kafe.Ia terkejut karena Sinta menelfon nya, ia takut jangan sampai mama nya kenapa napa.


" Hallo Sin, mama kenapa"? Tanya Alan yang panik.Pasalnya selama di Indonesia ia lupa menghubungi Sinta dan mama nya.Karena ia tengah di landa gundah gulana, yang membuat otak nya tak mampu berpikir.


" Baru sadar sekarang kalau punya mama"? Sinis Sinta di seberang.


" Ya elah Sin, jangan jutek dulu dong.Gimana keadaan mama, Sin, Dia baik kan nggak kenapa napa"? Tanya Alan yang terdengar nada cemas


"Hemm gimana ya, aku kasih tau apa nggak ya". ujar Sinta menggoda Alan.


" Ya ampun Sin, kamu nih kalau dekat sini bakalan ku cium deh".kesal Alan


deg


Jantung Sinta berdetak kencang, pasalnya perkataan Alan tadi.Membuat jantung nya harus berolahraga, dan dag dig deg..


" Sin kamu masih di situ atau udah terbang sih, ditanyain bukan nya ngejawab.Ini malah bengong, ayo jawab dong Sintaku yang manis dan baik hati". Alan merayu Sinta.

__ADS_1


" Issh kamu tuh ya ada mau nya baru ngerayu, coba kalau tidak.Aku bakalan di lupain, bahkan kasih kabar pun enggak, tau nggak aku khawatir sama kamu". Ujar Sinta dan ketika menyadari perkataan nya, Sinta langsung memukul pelan bibir nya.


" ihh dasar mulut nggak ada akhlak, malu maluin saja". Rutuk sinta atas kebodohan nya.


Sementara itu Alan tersenyum, karena ternyata Sinta mengkhawatirkan nya.Ia pun berniat menggoda Sinta.


" Ohh jadi ceritanya ada yang kangen sama aku nih"? Tanya Alan ia yakin jika saat ini pasti wajah sinta memerah bak keputung saos pedas.


" Geer banget sih jadi orang, siapa juga yang kangen". ketus Sinta.


" Masa sih, tadi aku dengar sendiri kok".Ujar Alan sambil menahan tawanya.


" Telinga kamu bolot kali, jadi dengarnya salah". Ujar Sinta.


"Oh ya ah masa sih, sudah lah ngaku aja aku malah senang dengar nya". Pinta Alan.


" Idih ogah paijo, ya sudah aku matiin". Ujar Sinta


"eits stop, ok kalau kamu nggak kangen aku nggak papa, tapi sekarang giliran aku yang kangen sama markonah ku yang satu ini". Goda Alan.


" Stop panggil aku markonah, paijo". bentak Sinta.


" Ya sudah kalo aku panggil ayang bebep gimana"? Tanya Alan yang tersenyum sendiri.


" Makasih tapi nggak minat". Sahut Sinta namun hatinya berkata lain.


" Ya ampun Alan, aku suka panggilan itu, ayo dong paksa aku aku pasti nggak bakalan nolak". Ujar Sinta dalam hati.


" Masa sih? padahal dalam hati kamu pasti senang melintir."Goda Alan.


" terserah kamu".Kesal Sinta langsung mematikan panggilan tersebut.


" Ya ampun Lan, kamu tuh ya bikin aku terbang melayang". Gumam Sinta Sambil senyum senyum sendiri.

__ADS_1


Sedangkan Alan, ia tertawa kecil karena berhasil menggoda Sinta.


"Sinta Luna, cantik dan manis.Aku janji akan selalu menjagamu seluruh jiwa ragaku". Ucap Alan sambil memikirkan wajah cantik Sinta.



Alan tak peduli pengunjung lain yang memandang aneh kewajah nya.


"Tampan sih tapi kasihan otak nya sedikit belok". ujar salah satu Abg


" Iya Sih mau di jadiin pacar, tapi takut kelakuan aneh nya". Sahut teman nya.


Alan yang mendengar kan itu semua, langsung menampil kan senyum termanisnya.Yang mana membuat semuanya meleleh.



" Oh my god, tuh cowok cakep banget mirip sama oppa tampan ku". Ujar salah satu wanita.


Alan hanya tersenyum dan langsung berjalan keluar, dan dengan langkah penuh karisma.


Ia tak peduli dengan tatapan para wanita yang menurut nya terlalu berlebihan.Karena menurut nya kalau ia tampan, kenapa Yuli tak menyukainya.


"Hush wanita otak nya sama saja, tidak seperti Yuli yang cantik kalem dan mempesona". Gumam Alan sambil menuju mobil Dika yang di pinjam nya tadi.


Alan menaiki mobil tersebut, dan meluncur ke kediaman Hadiwinata.


"Dasar otak udang, ingat kalau Yuli sudah menikah.Ayolah move on bro, lo bisa pasti bisa lupakan dia". Gumam Alan.


Memang benar kata hati dan pikiran selalu bertolak belakang.Tergantung dari kita bagaimana menyikapi perasaan itu.Biasanya menghilang kan perasaan sangat susah, namun bila di coba pelan pelan, pasti semua akan indah pada waktunya.


" Hah, mau ngajak si cempreng ngobrol, tapi bule posesifnya susah sekali di ajak kompromi". Ujar Alan bermonolog ria.


"Beginilah nasib jomblo kekal abadi, dan tak kan tergantikan". Tambah nya lagi entah meratapi nasib nya atau hanya meledek nya saja.

__ADS_1


" Saat nya sekarang berpura pura baik baik saja, di depan mantan". Ujar Alan dan langsung keluar dari mobil dan menuju ke dalam rumah.Karena ia telah sampai di kediaman hadiwinata.


__ADS_2