Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 381


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Yuli dan Lika hanya saling menatap dalam diam,tak perlu komentar banyak jika nanti akhirnya begini.


Kelakuan para suami mereka sudah tak perlu diragukan lagi,sudah bucin lebay aneh bin ajaib.


Jika kata orang bumi ini bulat maka berbeda dengan mereka,karena bagi mereka dunia adalah milik ia dan istrinya.


"Tunggu apa lagi ayo berangkat?" Tanya Yuli heran.


"Hehe mau pastikan semua sudah siap,jadi kalau sudah ok maka kita bisa berangkat!" Sahut Dika santai.


"Ya elah kelebihan lebay deh kamu,aku saja tidak terlalu merasa repot jadi wanita eh kamu yang seharusnya santai kenapa jadi lebay begini?" Tanya Yuli bingung.


Dika tak tahu harus menjawab apa lagi,karena baginya berkomentar sekarang itu artinya mereka tidak akan pernah jalan.


Sementara itu dimobil Alan dan Lika hanya tampak kesunyian,mana bisa berkomentar Alan jika melihat wajah Lika yang bakar pun bisa menyala.


Lika apalagi ia terlalu malas untuk berdebat maka diputuskan untuk diam,bukan kah diam itu emas.


Rino yang entah mengapa tak ingin lama lama jauh dari Sarah,memilih kembali ke rumah Sarah yang terlihat sunyi.


Ketika ia baru sampai ,terlihat orang tua Sarah yang keluar dari dalam rumah.Melihat tampang Papa nya Sarah,Rino merasakan hawa berbeda soalnya wajahnya sangar dan sulit untuk tersenyum.


"Wah tuh Papa calon mertua,bisa dimakan mentah aku nya kalau sampai anak gadis mereka kenapa napa." Gumam Rino pelan.


Akan tetapi jika sudah menyerah di tengah jalan,maka bisa dipastikan sama saja akhirnya.Dirinya bakal jomblo terus kalau belum maju sudah takut ditolak,ini sama saja dengan peribahasa kalah sebelum bertanding.


"Pa,bisa tidak lain kali saja ke kantornya?" Tanya Eva yang masih dalam mode membujuk sang suami.

__ADS_1


"Tidak bisa,pokoknya sekarang kamu harus tunjukan kira kira siapa yang sudah berani main main sama istriku!" tegas Heri tak ingin dibantah.


"Tapi kan kelihatan lebay nya,masa hanya dilihat doang kamu jadi ngegas malu bro." Sahut Eva lagi.


"Oh Tidak bisa aku tidak akan tinggal diam,jika sampai ada yang macam macam sama barang milikku!" Ucap Heri tajam.


Hehe Rino mati kau bro,siap mental baja dan tenaga ekstra biar bisa tangkis pukulan maut dari Heri kelak.


"Aigo,kau ini memang pemaksa sekali coba kalau tahu sikap mu dari dulu seperti ini lebih baik aku pilih menikahi bencong!" Omel Eva.


"Sadar tidak nyonya Heri Alfred,kalau sudah ada satu ekor yang kita punya didalam rumah?" Sinis Heri memasang tatapan datarnya.


Eva sudah terbiasa dengan tingkah laku suaminya itu,jadi saat dirinya bicara mau direspon atau tidak itu sudah biasa.


"Kamu kalau bicara kaya tadi terus di dengar oleh Sarah,siap siap saja kuping kita lepas karena speaker aktif miliknya." Ujar Eva sambil geleng geleng kepala.


"Tergantung kalau mulut kamu bisa dijaga!" Sahut Heri lalu segera menuju dalam mobil.


Jika pasangan lain mungkin basa basi menunggu pasangan untuk jalan berdampingan,berbeda dengan Heri yang cuek bebek dari tadi.


"Hei Pak Suami,yang paksa ikut tadi siapa kamu kan jadi jangan cerewet kaya wanita?" teriak Eva dari belakang.


"Dasar wanita sukanya ribet padahal ada yang lebih gampang,kalau begitu terus bakal ditinggal tapi sayang istriku sendiri." Batin Heri.


Semua perdebatan pasangan suami istri itu dilihat oleh Rino,ia tak tahu harus merespon apa karena dari rumah hingga kesini pemandangan perdebatan saja yang ia lihat.


"Kenapa makin tua bukan makin manis tapi tambah galak ya,apa semua pasangan begitu?" Batin Rino.


Nangis,Aww author pengen nangis karena memang begitulah kenyataan yang terjadi.


Saat semakin tua biasanya mulut emak emak akan lebih ngeri,pake ini salah makan itu salah lama lama kita nyanyi pun jadi salah.


Apalagi kalau kalah arisan,Beh bisa dipastikan rumah menjadi ajang untuk mengeluarkan kata yang mulai dari pantas sampai tidak.


"Menyangkut Singa jantan dan macan betina sudah check out,sekarang giliran kita apelin anak gadis mereka!" Ucap Rino monolog.


Sarah sekarang sudah terlelap karena capek semalam adalah tidur terburuknya sepanjang hidupnya,bagaimana tidak dirinya yang tidur tidak ada kata sopan eh malah terjebak disamping pria asing.

__ADS_1


Jadi sekarang saatnya buat balas denndam,apalagi yang menjadi satu satunya gangguan dalam rumah yaitu Mamanya yang sudah keluar.


Rino yang sudah berada depan pintu rumah berinisiatif menekan bel,langsung mengurungkan niatnya itu.


Karena ia ingin tahu apakah Sarah memang memasang teralis atau tidak di jendela kamarnya.


Jika ditanya kenapa sih bisa tahu posisi kamar Sarah,oh tentu bukannya magnet U selalu mencari lawannya yaitu magnet S.


"Aku yakin pasti ini jendela jantung hatiku ,karena hatiku mengatakan padaku tadi eh salah maksudku sekarang." Batin Rino lalu mencari jendela yang tidak terkunci.


Berhasil ,nah Rino seakan ingin meloncat sekarang karena ternyata jendela kamar Sarah yang tidak terkunci.


"Ini dia sengaja kali ya tidak mengunci jendela agar aku bisa cepat masuk,dasar wanita katanya mau dipasang teralis padahal kangen berat padaku." Batin Rino lalu segera masuk kedalam.


Untung juga Rino bukan pencuri karena kalau tidak bisa dipastikan raib sudah barang barang dirumah itu,akan tetapi tujuan pria itu adalah mencuri hati anak gadis orang.


"Ini anak perasaan semalam tidurnya sopan sekali,masa sekarang kaya kuda lepas dari talinya. Tidak ada manis manisnya,bahkan lebih parah dari anak balita." Gumam Rino pelan takut penghuni lain disitu terbangun.


"Terus aku ngapain masuk kesini ,masa hanya lihatin dia tidur?" Sambung Rino lagi.


Pekerjaan menunggu adalah hal yang paling tidak disukai semua orang,karena membuat kita jadi terserang rasa bosan dan malas yang berlebihan.


"Aku jagain nyamuk atau gimana ya?" Tanya Rino lagi.


Tapi disiang hari mana ada nyamuk nakal,kalau begitu apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Ahaidehh aku punya ide,kenapa tidak bobo bareng saja kan beres dapat tempat tidur gratis tentunya bantal guling hangat." ujar Rino antusias.


Setelah mengambil ancang ancang untuk tidur,terdengar gumaman Sarah dalam tidur.


"Oh Yess Oppa aku suka dicium kamu,lain kali lebih hot lagi ya!" Ucap Sarah sambil tertidur otomatis matanya masih terpejam.


Rino yang tadi semangat 43 langsung mengurungkan niatnya itu,tatapannya datar bahkan seakan menusuk.


Tapi sayang seribu sayang,orang yang membuatnya kesal malah asyik menyatu dengan dunia halu nya.


Wah turut berduka cita Bang Rino,author tahu bagaimana sakitnya diduakan walau dalam mimpi😎.

__ADS_1


__ADS_2