Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Bab 30 Masa lalu siren


__ADS_3

Siren berharap masih ada kesempatan kedua untuk dirinya bisa kembali bersama dengan Zaidan walaupun kemungkinan itu kecil sekali tapi masih ada harap yang bersemayam di hati. Ingin rasanya mengulang ke masa lalu dimana saat dia mengalami masalah terberat dalam hidupnya ketika itu, namun dia membuat keputusan yang tergesa sehingga membuatnya menyesali masa lalu bahkan harus terpaksa menghilang dari kehidupan pria yang sangat dia cintai. Kini Siren berharap ada kesempatan kedua untuknya. Dia pun akan menceritakan semua yang terjadi ketika itu pada Zaidan , semoga saja bisa mengurangi sedikit bebannya kini dan kesempatan itu ada untuk dirinya.


POV Siren


Kala itu aku memang membuat keputusan yang besar dalam hidupku, aku sudah tidak tahu lagi dan walaupun aku bercerita padamu waktu itu, dirimu pun tak akan bisa menolongku jadi aku putuskan untuk meninggalkanmu dan menghilang berharap waktu akan membuat aku bisa melupakanmu namun kenyataannya...

__ADS_1


Waktu itu aku sudah tidak peduli lagi dengan beban di pundakku, sejak kecil aku sudah terbiasa mengalami nasib yang tidak sesuai dengan yang ada dalam bayanganku dan juga mimpiku. Aku tak pernah mengeluh sedikitpun.


Waktu itu aku di hubungi ibu, ibu mengatakan bahwa ada yang datang melamar ku namun aku tak menggubris lagi dan lagi namun aku katakan dengan tegas aku menolaknya. Lama, dari sejak itu ibu tak pernah menghubungi lagi walaupun sekedar menanyakan kabar. Namun sebagai tanggung jawab karena aku anak pertama yang harus menjadi tulang punggung sejak kepergian ayah aku pun tetap mengirimkan uang untuk ibu dan juga adikku. Sampai akhirnya ibu menelpon sambil menangis karena adikku mengalami kecelakaan dan harus segera dioperasi. Aku tahu pasti biayanya sangat besar dan itulah yang membuat ibu menghubungi aku sambil tersedu. Aku pun memutuskan pulang dan tidak memberitahukannya padamu. Aku takut menambah beban mu waktu itu karena kamu sedang menghadapi ujian bahkan harus tetap bekerja. Akhirnya aku pulang setelah memberitahukan pada ibu aku akan segera mendapatkan uang biaya adikku dan menyuruhnya agar segera menyetujui melakukan tindakan operasi. aku pun pulang dan melihat kondisi Raya yang sangat memprihatinkan, dia mengalami luka parah di kaki dan tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya bahkan kepalanya mengalami benturan keras. Biaya yang di butuhkan sangat banyak sekali dan aku bingung harus mencarinya kemana sampai akhirnya aku memutuskan untuk menerima lamaran seorang pria yang sanggup memberiku uang banyak dam membiayai biaya operasi dan rawat inap Raya cukup lama dan dan harus rawat jalan untuk pemulihan yang memakan waktu berbulan-bulan. Aku benar-benar sudah mengambil keputusan yang sangat besar hari itu tanpa aku tahu bahwa suamiku ternyata sudah memiliki istri pertama dan karena istrinya itu tidak bisa memberikan keturunan maka menyuruh suaminya menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Ada rasa sakit kala itu walaupun tidak ada rasa cinta dalam pernikahan kami tapi ketika ternyata aku hanya istri kedua suamiku aku merasakan sakit dan mungkin itu juga yang membuat aku tak bisa melupakanmu sampai hari ini. Namun di sisi lain aku bersyukur karena adikku selamat dan ibu juga setelah itu tidak aku biarkan berkerja lagi karena kebutuhannya sudah di cukupi oleh suamiku. Setahun dari pernikahan kami aku melahirkan seorang anak laki-laki dan beruntung anakku mendapatkan kasih sayang berlimpah dari keluarga suamiku, Aku lebih sering dibawa suamiku dan istri pertamanya sehingga aku memilih tinggal bersama ibu dan juga adikku untuk mengusir rasa sepi dan rindu pada anakku. Tak menyangka aku bertemu lagi dengan mu dengan jalan seperti ini. Aku bahagia kini kamu sudah sukses, kamu sekarang sudah menjadi seorang dokter yang hebat. Kamu telah berhasil mewujudkan mimpimu sayangnya bukan mimpi kita. Jika aku berharap kamu masih menungguku mungkin itu sebuah harapan yang mustahil. Kamu telah sukses Zaid. Aku turut bahagia.


***

__ADS_1


" Abang... ih, kalau jalan tuh fokus." Aluna memasang wajah cemberutnya. Dia hampir jatuh kalau saja Zaidan tidak segera memeganginya. Bayangkan saja tubuh Aluna yang kecil bertubrukan dengan Zaidan yang bertubuh tinggi dan besar, ya walaupun besarnya masih terbilang ideal bukan gemuk. Zaidan pun segera meminta maaf dan mengajak Aluna untuk pulang. Akhirnya Zaidan pun kembali memasuki lift kali dia menekan tombol angka satu yang akan mengantarkannya juga Aluna ke lobi rumah sakit. Zaidan hanya mengatakan kata maaf yang hampir tak terdengar oleh Aluna. Aluna hanya berjalan mengiringi langkah Zaidan sampai menatap heran pada pada pria yang selama ini diam kagumi dalan diam.


Dari kejauhan seseorang menatap mereka dengan penuh tanya di kepalanya menyimpan banyak tanya tentang apa hubungan mereka berdua. terus menatap keduanya sampai mobil Zaidan keluar dari parkiran rumah sakit dan akhirnya menghilang di telan keramaian.


Happy reading...💗💗💗

__ADS_1


terimakasih untuk yang tetap mendukung karya ini.!🤗


__ADS_2