
HAII READERKU TERSAYANG...
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE N RATE NYA YA...
KALO BOLEH TIP NYA JUGA DEH..
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT....
Alan sebenarnya pura pura marah, karena jika tidak.Kedua pengantin baru itu tak kan henti menggodanya.Memang strategi jitu yang Alan lakukan.
Riani dan Bram pun berpamitan ke mereka dan menyusul Alan dan Sinta.
" Sayang, kahanya kita tadi keterlaluan deh, tuh lihat Alan kan jadi ngambek". Ujar Yuli yang merasa bersalah.
" Jangan di ambil pusing yang, palingan cuman minta di perhatian Sinta doang". Balas Dika.
" Emang kamu yakin Sinta bisa ngebujuk Alan".Tanya Yuli masih ragu.
" Pasti bisa lah yang, Sinta kan punya rayuan maut.Yang bikin orang pasti nggak bakalan nolak". Ujar Dika tanpa sadar sudah memancing emosi Yuli.
" Oh, kamu tahu sekali ya kalau Sinta punya rayuan maut.Maklum aku lupa, kamu kan mantan nya". Sinis Yuli dan berlalu meninggal kan Dika.Dika pun tersadar dan langsing memukul bibir nya.
" mulut nggak ada akhlak, kok bisa bisa nya ngebahas itu.Aduh ,Yuli pake ngambek segala lagi". Dika frustasi dan mengejar Yuli.
__ADS_1
Yuli sudah memberhentikan taksi dan hendak masuk namun di tahan Dika.
" Ya ampun yang maaf, jangan ngambek dong Iya aku khilaf tapi jangan marah dong,ya ya ya". Bujuk Dika.
Yuli membuang muka tak peduli, ia memaksa akan masuk kedalam taksi.Namun Dika memegang tangan yuli,ia tak ingin yuli memarahinya.
" maaf mbak jadi naik nggak"? Tanya sopir tersebut yang terlihat kesal.Karena drama yang di perlihat kan di hadapan nya sekarang.
" Maaf pak, nggak jadi".Ujar Dika malu malu
" huh, Dasar udah tua sok abg". Gerutu sopir dan berlalu meninggal kan mereka.
" Ayo sayang kita ke mobil yuk, malu dilihatin orang". Bujuk Dika.
Yuli memperhatikan sekeliling dan benar, mereka berdua menjadi tontonan orang orang.Ia pun akhirnya masuk kedalam mobil, namun duduk di belakang.
Dika terlihat frustasi, ia tak menyangka Yuli akan semarah itu padanya.
" Ngapain masuk kesini, siapa yang bawa mobil nya.Emang kamu pikir mobil bisa jalan sendiri apa"? Ujar yuli yang terlihat masih kesal.
" Ya ampun yang, galak banget sih.Ayo duduk di depan bareng aku ya.Kalo kamu duduk di belakang, kelihatan nya aku jadi sopir kamu bukan suami kamu deh". Bujuk Dika
" Oh, jadi kamu nggak mau nyopirin aku.Ya udah kamu duduk disini, aku yang bawa mobil nya gitu aja kok repot". Kesal Yuli.
" Aduh sayang kok galak banget sih". Ujar Dika memelas.
" Kalau kamu nggak nyetir mobil nya sekarang.Aku bakalan turun nyusul mami, aku mau ikut sama mereka, pesawat nya pasti belum jalan". Ancam yuli dengan menatap tajam ke arah Dika.
__ADS_1
Dika membuang nafas kasar, ia tak menyangka perkataan nya tadi menjadi bomerang baginya.
"Alan sialan, ada atau pun enggak.Masalah selalu ada karena kamu, awas saja ya kamu tunggu pembalasan ku". Umpat Dika dalam hati.
Dengan sedikit tak bersemangat, Dika masuk dan duduk di belakang kemudi.Ia melajukan mobil meninggal kan bandara, dengan suasana hening.
Ia memperhatikan yuli lewat kaca spion, Yuli yang diperhatikan menatap tajam kearah Dika.
" Ngapain lihat lihat, kalau nanti tabrak orang gimana? Aku belum mau mati masih pengen ketemu oppa tampan, dan setia juga baik hati". Ujar yuli memanasi Dika.
" Kok kamu malah muji orang lain yang, Aku kan lebih dari segala galanya". Ujar Dika
" Suka suka aku dong mau muji siapa! Kenapa jadi kamu yang sewot, mulut mulut aku juga". Balas yuli jutek.
" Astaga yang, kamu beneran ngambek nih, kamu kok tega sama aku". Balas Dika memelas.
" Kamu muji orang saja bisa, masa aku nggak boleh". Kesal Yuli
" Ya memang nggak boleh, kamu tuh hanya boleh muji aku, hanya aku"! Tekan dika
" Nah itu yang aku nggak suka, kamu bebas ngelakuin apa saja.Sedangkan aku, jangan kan ngobrol, melihat pria lain saja kamu tak mau.Kalau misal nya tadi aku yang memuji Alan atau yang lain nya, pasti tanggapan kamu lebih dari ini kan"? Tanya yuli
" Ya karena aku kan sayang sama kamu dan tak mau ngebahas orang lain di antara kita". Balas Dika yang masih belum menyadari perbuatan nya.
" Kamu itu sebenar nya sadar atau memang bego ya.Kamu pernah nggak ngertiin perasaan aku, aku nggak marah kamu puji Sinta tadi, hanya aku kesal.Kenapa? karena kamu puji dia di depan aku, sedangkan kalah itu aku yang lakukan pasti kamu nggak bakalan terima kan"? Tanya Yuli
" Iya sayang maaf,aku janji nggak bakalan lakukan itu lagi". Ujar dika memelas.
__ADS_1
" Ya udah aku maafin, Tapi kamu harus janjinya.Rubah kebiasaan kamu yang curiga tak jelas, cemburu yang terlalu berlebihan, dan posesif akut nya di kurangi". Balas yuli
" Yang lain nya bisa sayang, tapi yang terakhir itu kayanya nggak bisa, soal nya sudah mendarah daging"? Ujar dika