
HAIII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Lika hanya menatap ke arah suami dan putrinya dengan mengeryitkan keningnya ,karena melihat ke lebay an mereka di hadapannya Dika dan Yuli.
" Bisa kan hentikan kegiatan kalian yang berlebihan itu,apa nggak malu di lihatin tamunya.Dasar Bapak sama anak kelakuan sama saja,selalu mengedepankan cengeng dari pada tegar". Kesal Lika
Alan memandang istrinya sambil menggaruk kepalanya ,sedang Silvia sadar atas tindakan yang telah di lakukan nya.Hanya bisa menundukkan wajahnya ,karena sudah melakukan hal yang sangat memalukan baginya.
Yuli yang melihat jika Silvia sepertinya sudah mulai merasa tak nyaman ,akhirnya memutuskan menyampaikan maksud dan tujuan mereka untuk datang bertamu.
" Maaf sebelumnya jika kami lancang ,atau terkesan tak sopan tapi alangkah lebih baik jika di bicarakan secepatnya. Daripada menimbulkan hal hal yang tak di inginkan ,jadi nya maafkan saya jika harus membicarakan hal ini". Ujar Yuli membuka suara.
Alan yang duduk di samping Dika terkesan santai saja,begitu pula dengan istrinya itu yang sepertinya tak terlalu kaget.Dengan apa yang akan di sampaikan oleh pasutri ,dari keluarga Hadiwinata.
Namun berbeda dengan objek yang akan di bicarakan ,ia terlihat gugup dan seperti ingin menghilang secara langsung dari tempat itu.
" Baiklah silahkan sampaikan sesuatu yang ingin kalian sampai kan itu,aku sepertinya jadi penasaran ". Goda Alan.
Mendengar penuturan Alan ,Yuli langsung memberikan kode kepada suaminya untuk memulai pembicaraan. Karena jika tak ada pembahasan lagi ,maka di pastikan besok pagi baru kedua nya pulang kerumah.
" Kami datang kesini ingin membicarakan perihal hubungan Davin dan Silvia ,karena kita semua pasti tahu kan perasaan Davin ke Silvia bagaimana. Jadi kami ingin membahas bagaimana selanjutnya ,dengan hubungan keduanya ". Ujar Dika serius.
Alan menyetujui dengan perkataan Dika,namun ia tak bisa memutuskan karena yang akan menjalani itu semua adalah Davin dan Silvia.
Ia lebih menghormati keputusan anak gadis nya itu,tanpa adanya unsur paksaan atau apapun itu.Karena baginya keputusan Silvia ,adalah hal yang terbaik menurut putrinya itu.
" Maafkan aku Dika,Yuli bukannya tak bisa menjawab tapi segala keputusan ku serahkan kepada Silvia. Karena bagi kami keputusan nya sangat di perlukan kali ini,karena yang akan menjalani semuanya adalah dirinya. Kami sebagai orang tua mendukung apapun itu,maafkan aku ". Sahut Alan.
Dika dan Yuli mengangguk tandanya menyetujui perkataan Alan,memang betul semua keputusan ada di tangannya Silvia.
" Jadi gimana Nak keputusan kamu"? Tanya Yuli memastikan.
Silvia bingung harus menjawab apa,karena tadi perkataan Dika hanya membahas bukannya untuk melamar dirinya atau apa pun itu.Jadi bagaimana cara dirinya menjawab ,agar tak ada kesalahpahaman disini .
" Maafkan Via ,tapi aku bingung harus menjawab apa"? Ujar Silvia pelan
Semuanya memukul otak mereka pelan,karena tadi langsung meminta jawaban dari Silvia.Tanpa menjelaskan apa maksud dan tujuan dari permintaan mereka ,yang harus di jawab oleh Silvia..
" Astaga Nak maafkan tante ,tapi tadi lupa menanyakan Apakah kamu mau menjadi istrinya Davin "? Tanya Yuli
Jantung Silvia tiba tiba berdetak dengan kencang ,karena ia merasa sangat terkejut dengan perkataan Yuli barusan. Apakah langsung menikah tak ada pacaran ,atau pun tunangan dahulu.
" Memang nya Kak Avin mau nya gimana"? Tanya Silvia
"Ya justru pertanyaan itu berasal dari Davin ,ia ingin langsung menikah tanpa embel embel tunangan atau pacaran. Karena baginya pacaran setelah Menikah ,rasanya akan beda bahkan tak akan menimbulkan dosa". Sahut Yuli
Silva tersenyum karena mendengar perkataan Yuli barusan ,soal jalan pikiran nya Davin. Memang betul pacaran setelah sah ,tak kan menimbulkan dosa jika melakukan hal hal yang lebih jauh lagi.
Namun ia juga ingin mendengar sendiri semua perkataan Davin,langsung dari mulut nya.Ia ingin melihat seberapa besar perasaan Davin ,untuk menjadikan dirinya sebagai istri nya.
" Aku tak bisa menjawab sekarang sebelum mendengar dari mulut nya kak Avin ,barulah setelah mendengar langsung dari nya.Aku bakalan mengatasinya semua keputusan aku,bila perlu tanpa banyak minta lagi". Sahut Silvia.
Merekapun setuju dengan permintaan yang di ajukan Silvia,karena memang semua wanita ingin melihat betapa seriusnya pasangan mereka dalam menjalani sebuah hubungan.
__ADS_1
" Baik lah nak kami akan bilang kepada Davin ,dan kami harap keputusan mu adalah yang terbaik untuk semuanya ". Pinta Dika
Silvia pun tersenyum dengan permintaan Dika barusan ,biarkan ia egois kali ini dengan tak memberikan jawaban. Biarkan ia sedikit mengecewakan Dika dan Yuli ,jika memang demi kebaikan semuanya.
Daripada menjalani hidupnya penuh dengan keterpaksaan ,dan tak merasakan bahagia. Percuma saja memaksa menikah ,jika dari awal tak pernah ada kata sepakat .
Menjalani sebuah hubungan harus di landasi kan dengan keterbukaan ,bukan karena paksaan atau apapun itu.Ia tak mau nanti ada penyesalan dalam hidup ,karena melakukan sesuatu tanpa berpikir dahulu.
" Ya sudah karena pembahasan sudah selesai ,kita makan dulu yuk". Ajak Lika untuk makan malam.
Semuanya menuju meja makan ,dan mulai menikmati makan malam. Yang semua berisi tentang makanan kesukaan Yuli,yang mana membuat Yuli sangat terharu.
" Ka kamu memang sahabat terbaik ku,selalu saja mengerti keadaan ku.Bahkan setiap aku datang kesini ,pasti selalu kamu siapkan makanan kesukaan aku semua". Lirih Yuli sambil tersenyum memandang sahabat baiknya semenjak masih memakai pakaian putih biru itu.
" Apa sih yang nggak buat kamu,apalagi menyiapkan makanan. Tentu dapat kulakukan ,yang penting kamu bahagia ".Sahut Lika sambil tersenyum kepada sahabat nya itu.
" Iya saking sayang nya sampe nyuruh istri ku untuk ketemu sama dokter jaman purba,dasar menyebalkan". Kesal Dika
Alan yang mendengar pembahasan soal dokter jaman purba ,membuatnya langsung keheranan. Karena dalam ingatannya hanya satu orang di dunia ini ,yang menyandang gelar dokter jaman purba.
" Maksudnya kalian apa"? Tanya Alan yang masih heran
"Tanya sama istri kamu itu,kapan keduanya membahas manusia tak berguna itu". Ketus Dika dengan wajahnya yang datar.
" Bisa tolong di jelaskan nyonya Andrew "? Tanya Alan dengan tatapan tajam nya.
Sedangkan Lika dan Yuli saling memandang ,keduanya tak menyangka jika pembahasan yang tak sengaja bisa menjadi boomerang untuk mereka.
" Astaga Yuli laki kamu mulut nya remes banget sih". Bisik Lika kepada Yuli yang duduk di sampingnya.
" Ho o aku juga bingung sama tuh orang"..Sahut Yuli dengan suara yang berbisik pula.
Silvia yang hanya menjadi penonton ,hanya bisa menahan tawanya. Melihat wajah ketakutan Lika dan Yuli,serta wajah yang kurang bersahabat Alan dan Dika.
" Rasakan tuh emak emak berdua ,siapa suruh punya laki cemburuan masih saja bikin ulah". Gumam Silvia pelan namun masih bisa di dengar oleh Lika.
" Stop bisik bisik cepat jawab ". Ujar Alan dengan nada yang terdengar sangat dingin.
Dika yang mendengar ucapan Alan yang kesal dan datar,ia jadi ingat emosi yang sama tadi siang.Dan sudah di selesaikan dengan cara yang nikmat ,jadi seperti nya kali ini ia sudah tak mau mendengar perkataan Alan lagi.
" Sabar brob tunggu aku pulang dulu ya,soal nya lagi malas dengar orang yang lagi berdebat. Jadi plis di tunda dulu marahnya,lagian apa nggak sayang tuh anak kamu melihatnya". Bujuk Dika sambil menepuk bahu Alan.
" Ya sudah kalau begitu kamu stop makan dan langsung pulang saja,soalnya aku masih ada urusan yang sudah urgent". Usir Alan
" Enak saja kamu Lan,aku nya baru mulai makan di suruh langsung pergi .Tuan rumah apa seperti kamu,yang main usir tamu nya begitu saja". Sahut Yuli tak terima.
Nah ini nih kelemahan Alan dari dulu,jika ia mengatakan sesuatu dan Yuli membantah mau tak mau ia tak bisa berkutik lagi.Entah apa yang ada dalam pikirannya,hingga melakukan sesuatu tanpa memikirkan dahulu..
Lika yang melihat Alan tak berani membantah Yuli langsung tersenyum ,ia tak merasa sedikitpun cemburu melihat Alan yang lebih patuh kepada Yuli.Dibandingkan dirinya yang jika bicara,Alan pasti akan membantah nya
" Kamu memang sahabat terbaik ku,selalu ada di saat aku lagi butuh".Ucap Lika sambil tersenyum kepada Sahabat nya itu.
" Kamu tenang saja Ka,kalau dia masih melawan tinggal potong saja jatah malam nya dia kan gampang ". Ujar yuli santai.
" iya Juga sih aku kok selama ini tidak kepikiran sampai situ ya,ah kaya nya bisa ku coba nih". Sahut Lika sambil tersenyum Devil kearah suaminya.
" Ehh mana bisa begitu ,Dika kamu ngomong dong ke istri kamu tuh jangan meracuni jalan pikiran istriku "..Pinta Alan.
" Hemm bukan urusanku itu kan masalah mu,jadi tinggal hadapi saja lagian begitu saja kok repot."Sahut Dika enteng.
" Ishhh kalian nih sudah tua tapi kelakuan kaya anak remaja,apa nggak malu sama aku yang masih polos ini.Jadi hentikan perdebatan kalian dari tadi,kuping aku mau lepas nih". Kesal Silvia yang dari tadi hanya sebagai pendengar saja.
" Iya betul itu nak tante setuju ,noh marahin Papa kamu itu yang mulutnya kaya mulut ikan buka terus ". Yuli menimpali
"Eh enak saja kalau ngomong ,itu kan anak aku jadi kalau yang mesti di bela ya aku bukan kamu ". Kesal Alan.
__ADS_1
" Ka bisa tidak ajarkan mulut suami kamu,biar jangan malu maluin kaum lelaki karena punya anggota cerewet banget ". Ujar Yuli sambil menatap dengan tatapan sayu ke arah Lika.
" Kamu tenang saja Yul,orang seperti itu mah urusannya gampang nggak terlalu susah .Tinggal tunggu tanggal mainnya saja,jadi sekarang lebih baik kita ngobrol cantik di depan karena sudah selesai makan". Balas Lika hendak menarik tangan Yuli dan Silvia namun langsung di cegah oleh Dika.
" Enak saja main bawa istri aku segala ,kita sudah kenyang jadi pengen pulang dan makan makanan penutup nya". Ujar Dika sambil menarik tangan Yuli untuk pergi.
" Ishh dasar tamu tak tau terima kasih ,setelah di kasih makan lalu kenyang setelah itu langsung pergi tanpa ada rasa malu". Sindir Lika yang kesal karena Dika ingin membawa pergi sahabat nya,padahal dirinya masih belum puas berbincang dengan Yuli.
"Heii resiko jadi Tuan rumah ya seperti itu,harus melayani tamu sepenuh hati tanpa komentar dari belakang. Kalau Tuan rumah yang setelah melayani tamu,lalu berkomentar tandanya pelit nya bukan kaleng kaleng". Sahut Dika.
Lika semakin kesal kepada Dika,yang mulutnya pedas mengalahkan cabe rawit .Padahal ia lagi ingin sekedar menghadapi Alan,agar jangan banyak bertanya soal tadi lagi.
Tapi apa mau di kata otak Dika memang agak sulit di ajak bekerja sama,mau tak mau ia harus terima nasib nya saja.Entah apa yang akan di lakukan Alan kepadanya ,seperti nya tak bisa menghindari lagi.
" Ya sudah sana pulang ,lihat muka kamu tuh pengen ku buat perkedel ". Usir Lika kesal
Namun mereka seperti tak menyadari sesuatu ,jika dari tadi hanya seorang yang tak mengeluarkan suaranya. Bahkan ia seperti hendak mencubit mulutnya Lila,supaya berhenti ngomong.
"Aduh nasib punya emak yang mulutnya mengalahkan air terjun ,nyerocos terus tanpa henti sampai orang yang denger nya bisa bisa kabur semua ". Ucap Silvia yang jengah dengan perdebatan keempat manusia paruh baya yang tak pernah selesai dengan perdebatan mereka.
" Ya sudah kami pamit dulu deh ,Via om sama tante pamit dulu ya". Pamit Dika
" Iya om hati hati ya". Sahut Silvia
" Ingat ya nanti om sama tante datang lagi,tante nggak mau dengar panggilan Om Tante lagi.Tapi kamu harus memanggil kamu dengan Mama sama Papa seperti Davin ,kamu paham kan"? Tanya Yuli
"Iya Baik lah"..Sahut Silvia sambil tersenyum.
" Astaga kalian memang beneran mau pulang ,apa nggak duduk santai dahulu. Perasaan tuh makanan masih di tenggorokan ,belum juga sampai di lambung ". Tanya Lika heran.
" Hemm nanti juga turun kok ,lagian kamu tenang saja kalau soal begituan tak terlalu bermasalah". Sahut Dika dan langsung menarik tangan Yuli.
" Semua nya kami pamit ya,Lan ingat jangan kasih kendor ya". Ucap Dika sambil menunjukan kepalan tangannya.
" Tenang saja bro kalau soal itu,sedang Otw". Sahut Alan sambil tersenyum Devil kearah Lika.
Akhirnya Dika dan Yuli meninggalkan Kediaman Andrew dan menuju kediaman mereka. Silvia yang merasa capek,memutuskan pamit ke kamar nya dahulu.
" Ma Pa aku lebih dahulu keatas soalnya capek sekali ". Pamit Silvia dan langsung menuju kedalam kamarnya.
Alan dan Lika mengangguk kan kepalanya ,dan mengijinkan putrinya masuk kedalam kamarnya. Setelah dilihat Silvia sudah di dalam kamar,Alan langsung menggendong istrinya masuk dalam kamar keduanya.
Lika berontak meminta untuk di turunkan ,tapi Alan seolah tak mendengar nya.Ia bahkan menggubris pun tidak ,seolah di anggap nya seperti angin lalu saja.
"Ya ampun Yang kamu ini kenapa sih,malu nggak Kalau sampai di lihatin sama bibik"..Kesal Lika
" Bodoh amat ,amat saja tak bodoh masa seorang Alan Andrew jadi bodoh". Sahut Alan malas tahu.
" Aduhh kamu ini kenapa sih keterlaluan sekali ,memang nya sampai di kamar mau ngapain?". Tanya Lika penasaran.
" Sidang ".Ujar Alan singkat.
Lika sudah tak tahu harus berkata apa lagi,karena percuma saja berdebat dengan suaminya ia tak kan pernah bisa menang.
Setelah sampai di kamar mereka ,Alan langsung membanting Lika di atas kasur yang membuat Lika emosi.Ia tak suka jika Alan kasar kepadanya ,padahal dirinya tak punya salah sama sekali.
" Heii kamu pikir ini karung beras apa,di buang seenaknya saja begini ini manusia tau nggak". Kesal lika
Sedang Alan tak peduli dengan makian istri nya,ia malah membuka seluruh pakaian nya dan berdiri tegak di depan Lika.
" Aku tanya sama kamu sebenarnya aku kurang apa hah,sampai bisa membahas pria lain saat aku tak ada"?.Tanya Alan kesal sambil menatap Lika dengan tatapan dingin.
"Mati aku ternyata masih soal yang tadi ,aku pikir dia sudah lupa ternyata ". Gumam Lika dalam hati.
" Ayo jawab tadi kamu bicara apa saja tentang manusia karbit itu ,aku ingin dengar". Ujar Alan sekali lagi.
__ADS_1
" Ya aku nggak ada bahas yang aneh aneh kok,lagian mulutnya Dika kok kamu mau dengar sih