Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 379


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Eva menatap sinis kearah suaminya yang terlihat tidak mau menunjukan penyesalan nya,padahal semua wanita itu inginnya kata kata yang romantis bukan hanya perbuatan semata.


"Jadi kamu maunya gimana?" Tanya Heri penasaran.


"Kita makan saja jangan banyak tanya lagi,bikin pusing tau tidak kalau begini terus!" gerutu Eva lalu berjalan keluar kamar.


Tetapi sebelum itu dia menuju kamar Sarah,untuk mengajak putri semata wayangnya makan bersama.


"Sarah ini Ibu Nak!" Panggil Eva dari luar.


Sarah yang sebenar nya ingin tidur karena semalam adalah yang terburuk untuknya,ia terpaksa harus menyahuti panggilan Eva.


"Iya Ma,kenapa?" Tanya Sarah memastikan.


"Ayo keluar makan lagi,daripada Kami makan sendiri mana enak!" Panggil Eva lagi.


"Waduh bisa gawat kalau Mama sampe lihat nih memar di wajahku,pasti bakal panjang pertanyaan unfaedah nya." Gumam Sarah dalam hati.


"Aduh Ma,Maaf ya kayaknya tidak bisa deh soalnya mau ke kampus sekalian jemput Silvia." Bohong Sarah.


"Ya kok gitu sih,masa hanya makan berdua sama Papa saja nanti yang jadi orang ketiga setan dong." Desah Eva depan pintu.


"Etdah masa sama suami sendiri saja kaya orang asing,sana ah jangan lebay deh!" Omel Sarah kesal.

__ADS_1


"Ih punya anak sebiji sebuah,tapi kelakuannya sangat membingungkan." gerutu Eva kesal.


"Biar begini anak Mama juga kan,bukan anak orang lain." teriak Sarah dari dalam kamar.


"Menyesal punya anak kaya kamu,tidak pernah mengerti orang tua." omel Eva lalu pergi dari situ.


Sarah hanya bisa tersenyum karena bingung mau bagaimana dengan orang tuannya,padahal sebenarnya ia ingin bercerita soal apa yang terjadi kemarin.


Akan tetapi kalau saja memar di wajahnya hilang,mungkin dirinya bisa keluar dari kamar.


"Huh ini muka kalau dibawah keluar,bisa bisa nanti diomeli dari pagi sampai pagi." oceh Sarah pelan.


"Aku tidur saja deh biar bangun lebih segar lagi,daripada muka bantal kaya beruang." Sambung Sarah lagi lalu segera tidur ingin bermimpi walau siang garing mungkin ada Oppa kesasar yang nyangkut dalam mimpi.


Sedangkan Rino memustuskan untuk pulang kerumah orang tuanya,entah mengapa tiba tiba hatinya merasa tidak tenang.


Saat sampai ia melihat ada mobil orang tuanya Silvia,terkejut so pasti akan tetapi lebih baik mengecek langsung agar lebih puas tak bertanya tanya dalam hati.


"Pagi semuanya,wah pada ngumpul nih?" Tanya Rino penasaran.


"Hehe biasalah anak muda Pah,masi cari jodoh memangnya Papa nggak mau anak mantu?" Goda Rino sambil tersenyum.


"Anak nakal dibilangin orang tua malah ngeyel,awas saja kalau bawa anak mantu yang jelek sifatnya apalagi wajahnya." Kesal Dika.


"Mas sudahlah jangan marah marah,kasihan anak kita lho baru sampai langsung kamu marah marah tidak jelas!" Omel Yuli agar suaminya berhenti memarahi putranya itu.


"Tapi Sayang,nih bocah kalau tidak dibilangin malah ngeyel tambah parah." Tolak Dika tak terima sang istri membela putranya yang hobinya keluyuran hingga lupa pulang rumah.


"Dia itu sudah besar jadi jangan mengucapkan sesuatu yang nantinya buat dia malu,dia itu sifatnya kaya kamu yang dulu suka sekali keluyuran.Benar tidak apa yang aku katakan guys,kalau dulu suamiku suka sekali lola." Tanya Yuli yang meminta pendapat dari sahabatnya yang masih ada disitu.


"Hei kamu jangan banyak bicara sebelum kuhajar kau,kamu itu cocoknya diam kalau bicara itu hanya bikin kuping lepas." gerutu Dika sambil menatap tajam kearah Alan yang menatap heran kearahnya.


"Kamu kenapa ngegas begitu,perasaan tadi aku diam saja deh.Lagian kita sudah tua itu jangan terlalu sibuk dengan urusan anak muda,kalau sibuk kenapa harus tua." Sindir Alan.


"Kamu itu sini biar kuhajar!" Panggil Dika sambil menatap tajam kearah Alan.

__ADS_1


"Lha kenapa kamu ngegas ke saya,memangnya salah apa tadi?" Tanya Alan sambil mengeryitkan keningnya.


"Salah kamu itu ikut campur." omel Dika tajam.


"Haisss kalian itu kenapa sih hobi sekali berdebat,lama lama bakal kusiram air comberan." gerutu Lika kesal.


"Nah gitu aku setuju,nih orang berdua harus di eksekusi biar mulutnya tobat dipake buat berdebat!" Yuli menimpali.


"Kok gitu sih Yang,bukannya belain suami eh malah ikut menganiaya suami sendiri?" Oceh Dika tak terima.


"iya betul Yang,kamu kok malah merendahkan suami sendiri aku sedih!" Alan menimpali.


"Heh kalian itu lebay sekali,Nak kamu sudah makan?" Tanya Yuli pada putranya itu.


"Sudah Ma,tadi dirumahnya Davin.Oh iya Mama kenapa kok pucat sekali,Mama sakit ya kok bisa?" Tanya Rino Sambil melihat wajah Yuli dengan saksama.


"Mama baik kok Nak,jangan khawatir ya.Ayo sana mandi,muka kamu kusut sekali kaya orang lagi patah hati!" Pinta Yuli sambil tersenyum.


"Ma,aku serius lho!Tante Dokter Mama sakit kan?" Tanya Rino kepada Lika yang juga berada disitu.


"Hemm Boy ,lain kali kalau masih punya orang tua itu lebih diperhatikan jangan terlalu keluyuran terus." Sindir Lika.


"Iya Tante Maaf,soalnya lagi mau cari menantu buat Papa sama Mama.Tapi kayanya aku tidak direstui deh,soalnya baru datang Papa pake marah marah lagi." Sindir Rino pelan.


"Eh Ralat Nak,bukan tidak direstui tapi sabar dulu lah. Soalnya Davin masih baru program cari cucu,nah kamu harus temani Papa sama Mama disini dulu." jelas Dika agar putranya tak salah paham.


"Tapi bro maaf aku potong kata kata kamu,tolong jangan marah karena aku hanya ingin membantu. Soal calon mantu,bukankah semua pria itu sama saja kalau belum dapat istri pasti bakal keluyuran terus.Barulah kalau sudah dapat mereka bakal tenang dirumah,karena sudah ada yang nungguin dirumah." Sahut Alan menimpali.


"Wah tumben kamu pintar,aku sampai akui kalau kamu hari ini lebih pintar dari kemarin." ejek Dika.


"Aihh kamu mah memang tidak ada rasa terima kasihnya sama sekali,masa aku kasih saran terbaik kamu malah menghina!" Gerutu Alan kesal.


"Iya betul aku setuju,kamu itu ternyata besan yang sangat menjengkelkan!" Omel Lika yang jengah melihat tingkah Dika itu.


"Sama apa lagi aku,untuk anak kita sudah nikah kalau tidak aku bakal dukung kalian kerjain dia biar putranya bisa nikah sama anak kalian!" Yuli pun tak kalah membuat Dika jadi mati kutu.

__ADS_1


"Kalian rencananya mau keroyok aku begitu?" Tanya Dika sinis.


__ADS_2