Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 20 - Panggilan Untukmu


__ADS_3

Selamat Membaca ^^


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sudah 2 hari Anita tidak pulang ke rumahnya. Karena jadwalnya yang padat ia memilih menginap di kos Zahra. Tapi kali ini, ia memilih pulang setelah mata kuliah kedua selesai. Anita mengirim pesan pada Zahra bahwa ia akan langsung pulang tanpa mampir ke kos terlebih dahulu.


Malam hari di rumah Anita, tiba-tiba ponsel nya berdering. Mas Hanif. Nama yang tertera di layar ponsel itu.


“assalamu’alaikum..ada apa mas Hanif?” tanya Anita.


“wa’alaikumsalam.. sudah di rumah?” suara hanif di seberang sana.


“kok tau kalau aku pulang..ngikutin ya? Hehe” kelakar Anita.


“tadi mas nyariin kamu pas selesai kuliah, kata temenmu Dila atau Dita..”


“Dila..” Anita menyela.


“ya pokoknya itu, dia bilang kamu pulang ke rumah..aku kira kamu selama ini nge kos sama Zahra..” ucap Hanif.

__ADS_1


“ya lumayan sih kalau misalnya pulang pergi terus ke kampus, capek. Makanya seringnya nginep di kos an Zahra kalau pas caek banget dan ada kuliah pagi gitu. Biar nggak tergesa. Eh, tapi kenapa mas Hanif telfon? Ada apa?” ujar Anita.


“nggak boleh ya? Ya udah kalau gitu aku tutup..” jawab Hanif lesu. Merajuk lebih tepatnya.


“heeiii, bukan gitu. Kaya perempuan aja ngambekan..” ucap Anita. Justru menambah Hanif tersinggung.


“apa??”


“hehehe..Maaf..”


Malam itu, obrolan mereka berlangsung cukup lama. Dan untuk pertama kalinya ia menerima telefon dari laki-laki selain ayah dan kakaknya sampai selama itu.


“oh ya mas, yang saya tanyakan kemarin belum dijawab loh..” ucap Anita.


“soal dimana mas belajar mata kuliah pak Surya..temenku juga ada sih yang memahami mata kuliaj ini, tapi saat ku tanya dia tidak bisa membuatku paham seperti saat mas Hanif yang menjelaskan.” Terang Anita.


“mmm, awalnya akku juga sama seperti kalian, tapi setelah mendapat 2x kuliah pak Surya aku menarik kesimpulan sendiri tentang cara mengajar beliau, aku mencari berbagai sumber tentang mata kuliah tersebut bahkan video mata kuliah tersebut, berbagai jurnal nasional maupun internasional, semuanya aku pelajari dibantu dengan beberapa penjelasan dari kaka tingkat tentunya. Lalu setelah mendapat gambaran besarnya, aku mulai membuat catatan kecil diikuti dengan contoh kasus untuk memudahkannya dalam memahami teori. Begitu ceritanya dek.” Jawab Hanif menceritakan panjang lebar. Diakhiri dengan panggilan yang tidak disangka membuat Anita berdebar hebat.


Dia memanggilku ‘dek’. Lagi? haruskah kutanyakan?. Batin Anita bergejolak.

__ADS_1


“mas Hanif?” Anita masih ragu untuk memulai kalimatnya, maka diakhiri hanya dengan panggilan.


“hmmm..ada lagi yang mau ditanyakan?” tanya Hanif datar.


“kenapa mas Hanif memanggilku begitu?” Akhirnya kalimat tanya itu terucap. Dengan cepat agar getaran suaranya tak disadari oleh Hanif.


“entahlah. Sepertinya lebih nyaman memanggilmu begitu saat hanya kita berdua. Bolehkah?”


“kok diam? Anita? Hallo?”


Di ujung telefon, Anita sedang menata deru nafasnya agar tidak tersengal.


“Hmm? Ah, hmm..” Anita menggumam.


“apa itu hmm?” tanya Hanif.


“boleh..” Jawab Anita singkat.


“baiklah. Sudah malam, sudah dulu ya. Assalamu’alaikum.” Hanif memutus sambungan telefonnya.

__ADS_1


Anita tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri. Dia tidak pernah sama sekali memiliki hubungan apapun dengan seorang lelaki. Dia tidak tahu sikap seperti apa yang harus ia tunjukkan saat menghadapi kalimat-kalimat mas Hanif. Yang dia tahu, Anita harus tetap mengendalikan diri.


Jangan terlalu berharap apa lagi berkesimpulan bahwa mas Hanif juga menyukaimu Anita. Gumam Anita lirih.


__ADS_2