Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


" Lho kok malah aku yang di salahkan ,bukan nya dari tadi apa yang di tanyain sudah ku jawab semua. Malah pakai senyuman termanis ku,yang di bandingkan gula masih kalah jauh gula nya". Ujar Sarah yang seolah tak ingin di salahkan.


" Kamu memang menyebalkan tau nggak hari ini ,dari tadi kerjaan nya bikin darah tinggi kumat terus". Kesal Silvia.


" Eh mana bisa begitu ,bukan nya dari tadi aku nya yang kamu kerjain. Bahkan kehadirannya seperti tak diangggap ,kaya angin lalu tau nggak ".Sahut Sarah tak mau kalah.


" Ngalah dikit napa eneng "! Ujar Silvia yang memutar bola matanya jengah.


" Tergantung dari pada yang di gantung,kalau eneng mah gampang di atur atuh". Ujar Sarah sambil memandang di luar jendela.


" Sudah berdebat nya nona nona,apa tak capek tuh mulut dari tadi nyerocos terus "? Tanya Davin serius.


" Tanya sama kekasih hati kamu tuh Kak,yang selalu saja ngegas melulu ". Ucap Sarah kesal.


" Sudah lah Yang jangan di bantah lagi,kasihan kan dari tadi di marah terus tuh anak orang". Ujar Davin yang memotong perkataan Silvia,karena ia melihat kekasih hatinya sepertinya hendak berkomentar.


Karena Davin sudah turun tangan mau tak mau Silvia hanya menurut saja,karena ia tak ingin membantah kekasih hatinya itu. Dengan wajah yang tanpa ekspresi ,Silvia bersandar di samping jendela mobil.


Sarah yang menyadari sahabat nya sedang kesal ,merasa bersalah ia pun bingung pada dirinya sendiri. Karena hari ini bawaannya pengen marah terus ,mungkin efek terlalu lama menjomblo.


" Via Terseyeng ku kamu marah ya"? Tanya Sarah pelan.

__ADS_1


Silvia yang masih kesal memilih tak menjawab ,ia hanya diam saja sambil menutup matanya.


Sarah yang merasa tak ada jawaban lagi dari Silvia ,hanya menghembuskan nafasnya kasar. Ia tak ingin persahabatan mereka renggang karena hanya salah paham sedikit ,karena keegoisan nya.


" Via jangan diam saja dong dari tadi ,apa nggak kasihan aku nya di anggurin dari tadi"? Tanya Sarah dengan suara memelas.


Silvia yang mendengar kata di anggurin Dari Sarah,membuatnya tak bisa menahan tawanya lagi.Ia merasa kata kata Sarah barusan ,terdengar sangat dramtis sekali dan sangat lucu.


" Haha kamu mah lucu Sarah". Tawa Silvia.


" ihh kok lucu sih memangnya ada yang salah dengan perkataan ku barusan "? Tanya Sarah heran.


" Ya iyalah sayang ku katanya kamu di anggurin ,padahal jelas jelas kamu yang anggurin tuh yang di sebelah kamu". Goda Silvia.


Sarah sudah tak dapat berkomentar lagi ,karena ia memang dari tadi tak ada niat sedikitpun mengajak Rino bicara. Lagian apa yang mau di bahas dengan pemuda itu,sungguh dilema.


" Huhh akhirnya sedari tadi tak di anggap ,kelar juga. Padahal begini begini cowok tertampan lho ,apa nggak kasihan dari tadi "? Ucap Rino narsis.


" Iya iya tampan saat lihat cermin dan yang hanya kamu yang lihat,tapi kalau mata normal mah biasa saja". Sahut Sarah jengah.


" Taruhan apa kak"? Tanya Silvia antusias.


Melihat Silvia yang selalu merespon perkataan Rino,jiwa posesif Davin langsung kambuh. Ia sangat tak suka jika Silvia tersenyum ,kepada pria lain meskipun itu dengan Rino sendiri.


" Sayang bisa tidak sikapnya biasa saja,ingat kamu punya nya aku jadi jangan merespon orang lain". Ujar Davin datar.


" Ya ampun Bro jealous sih boleh ,tapi jangan berlebihan gitu napa.Lagian siapa juga yang mau ambil tuh milik kamu ,aku kan hanya ngajak ngobrol." Sahut Rino yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Davin.


" Yap kan hanya kasih peringatan saja,siapa tahu ada yang tak sadar dan langsung melanggar aturan ". Balas Davin yang tak mau di salahkan.


" Ihh sudah deh kalian apa nggak malu ngomong terus seperti anak gadis ,coba jaga image sedikit kenapa"..Sarah akhirnya menimpali perkataan Davin dan Rino.


" Maafkan aku Sayang ku,jadi gimana permintaan taruhan ku di setujui tidak "?.Tanya Rino.


" Huha soyong apaan sih ? Enak saja main panggil seperti itu,lain kali itu tanya dulu yang di panggil mau atau tidak"? Kesal Sarah sambil memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


" Kenapa dia seimut dan menggemaskan seperti ini,ah mana bibirnya seksi sekali lagi.Bisa khilaf aku jika terlalu lama melihatnya ,sabar Rino sabar ya". Gumam Rino dalam hati mencoba meredam gejolak dalam dadanya.


" Jadi gimana taruhannya ,mau dengar atau tidak "? Tanya Rino sekali lagi.


" Hemm cepat katakan ,dari tadi kita mau dengar hanya kamu nya saja yang kelewat lebay nya "..Kesal Davin.


" Cieee ada yang kepo nih kaya nya ,aku kan tanya sama jantung dalam hatiku bukan sama kalian". Tunjuk Rino kearah Davin dan Silvia.


" Lho kok ajak taruhannya dama sama aku ,tidak ah aku nggak berminat "? Tolak Sarah.


" Ayolah sekali ini saja,plisss". Rino memasang wajah penuh permohonan


Sarah yang suaranya cempreng ,tapi karena hatinya yang tak tegaan akhirnya menyetujui permintaan dari Rino.Karena pikir nya lebih cepat lebih bagus ,supaya pembahasan tak melumer kemana mana


" Sebelum aku katakan apa taruhannya ,aku mau tanya dulu sama kamu.Menurut kamu tampang nya seperti apa,dan tolong jawab dengan jujur aku nggak bakalan marah kok"?.Tanya Rino sambil tersenyum.


Sarah mendengus kesal mendengar pertanyaan aneh dari Rino ,memangnya apa untungnya bagi Sarah untuk menilai penampilan Rino.


Karena melihat Sarah tak kunjung menjawab ,silvia akhirnya mengambil alih membujuk Sarah. Karena Silvia sungguh merasa tak enak dengan Rino,yang berharap sekali mendengar jawaban dari nya.


"Ayolah Sarah apa susahnya jawab doang,lagian bukannya selama ini mengkritik seseorang adalah keahlian kamu"?.Tanya.Silvia.


" Hemm baik lah menurut ku kamu sanggaaat jelek". Sahut Sarah sambil menarik perkataan nya agar terdengar sangat menyebalkan.


" Ok baiklah aku punya taruhan ke kami begini dengar kan baik baik ya,jika sebentar di kampus kamu ketika aku turun dari mobil. Kita lihat apa ada atau tidak cewek yang histeris melihat ku,kalau ada artinya kamu harus penuhi permintaan ku". Rino memberitahu maksud nya dari tadi.


" Ok baik lah aku terima ". Sahut Sarah percaya diri.


" Wahh nona anda percaya diri sekali ya"? Tanya Rino sambil tersenyum.


" Ya iyalah aku yakin satupun cewek tak kan ada yang bakal deketin kamu,bahkan semut saja akan terlihat frustasi saat kamu sentuh "..Sahut Sarah percaya diri.


" Ok baiklah tapi apa nggak penasaran dengan hukumannya nona"? Goda Rino.


" Aduh mampus gue ,kenapa tadi nggak di tanya dulu apa hukuman nya". Umpat Sarah dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2