Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 252


__ADS_3

HAIII READER KU TERSEYENG...


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN...N VOTE NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...


LOPE U FULLL


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT...


Setelah memakai pakaian mereka kembali, Dika dan Yuli pun keluar dari kamar hotel tersebut.Sepanjang perjalanan keluar parkiran mobil, Dika menggenggam tangan Yuli.


" Sayang, kita langsung pulang atau makan dulu". Ajak Dika


" Mmm boleh deh, aku juga lapar". Sahut Yuli


Keduanya menuju ke mobil untuk mencari restoran seafood.Yang merupakan makanan kesukaan Yuli dan Dika.


Tak berselang lama, keduanya sampai di tempat yang di maksud.Ketika mencari tempat untuk duduk,mereka di kejut kan dengan suara teriakan yang sangat familiar di telingah mereka.


" Yuli, Dika". Teriak Riani yang tak peduli jika orang orang menatap nya.Hatinya sangat gembira, karena bisa melihat putri nya .Namun ia juga kesal ke Dika karena tak memberi tahu ke mereka soal Yuli.


Yuli dan Dika pun menuju ke tempat duduk Riani dan Bram.Yuli Duduk di samping Riani sedangkan Dika duduk Di samping Bram.


" Haii mami, papi". Sapa Dika dan Yuli


" hemm". Sahut Riani singkat karena ia masih kesal.


" Iya nak". sahut Bram.


" Mami sama papi sudah dari tadi"? Tanya Yuli


" baru juga sampe kok". Sahut Bram lagi


Sedangkan Riani memilih Diam, Yuli yang melihat sikap Riani merasa heran.Pasal nya tak biasanya mami nya bersikap seperti itu.


" Mi mami kenapa lagi sakit gigi, dari tadi ngomong nya singkat banget"? Tanya Yuli


" Udah tahu kalau salah, malah nanyain yang lain". Kesal Riani dan merajuk.


" Ihh mami kan nggak ngomong kalau aku salah nya apa, ya mana aku tahu". Ucap Yuli tak mau kalah.


Sedang kan Dika memilih diam, ia tak berani ikut campur.Bisa berabe jika kena amukan dari mertuanya tersebut.Yang ada bisa di pecat jadi mantu, dan Dika takut.Padahal sebenar nya pikiran Dika terlalu lebay menurut author, gimana guys benar kan?


" Udah pergi dari pagi, nggak ada kabar ponsel di matikan.Sudah begitu lakinya juga sama saja, ikutan hilang nggak kasih kabar.Tau nggak nih jantung mami mau copot, kaki juga karatan karena mondar mandir nggak jelas". Kesal Riani

__ADS_1


"Ya mi, aku minta maaf ya mi.Habis nya aku sibuk belanja, jadi nggak sempat cek ponsel.Terus kalo soal Dika, ya mami tanya sama orang nya saja, soalnya aku nggak tahu". Ucap Yuli sambil menatap Dika dengan senyuman mengejek.


Sedangkan Dika menatap sendu ke arah istrinya itu.Sebab Yuli bukan mya membantunya, tapi malah memojokan nya.


" Ya ampun punya bini, bukan nya laki nya di bela,eh ini malah di provokasi" Kesal Dika dalam hati.


"Dasar mantu nggak peka, siap siap saja kena amukan mama kamu". Sambung Riani


"Iya bukan seperti itu mi,aku saat sudah ketemu Yuli, jadi nya lupa kasih kabar deh.Soal nya Yuli lengket sekali, jadi aku susah gerak deh". Sahut Dika sambil melirik ke arah Yuli sambil tersenyu..


"Kalian berdua tuh , kalau di tanya Selalu ada saja alasan nya.Awas kalau seperti ini lagi, lagian kamu yul pergi dari rumah kok nggak ada kasih tahu orang rumah dulu apalagi suami kamu". Ujar Riani


" Hemmm kamu tahu nggak nak, suami kamu tuh ya tadi pagi bikin satu rumah heboh karena nggak nemuin kamu".Bram menimpali sambil menggeleng kepala ke arah Dika.


Yuli pun menatap bingung ke arah Dika, ternyata hanya karena ia tak melihat Yuli suaminya sampai sepanik ini.Bagaima jika nanti misal nya Yuli bakalan ninggalin dia, akan seperti apa reaksinya nanti.


" Aduh mami saja sampe panik nya minta ampun, jantung mami sampe mau copot tau nggak.Lagian kamu ngapain sih sampe pergi tanpa pamit, kaya orang yang mau minggat saja".Sambung Riani.


" Ya ampun maaf semuanya, aku nggak tahu jika akan jadi nya begini".Yuli merasa bersalah terlebih kepada suaminya.


" Minta maaf nya sama suami kamu tuh, yang sudah kaya orang stress".Ejek Riani


Sementara itu Dika merespon hanya menggaruk kepala yang tak gatal.Ia tak tahu harus berbicara apa, yang ada ia hanya bersyukur karena bisa menemukan istrinya itu.


" Sayang maafin aku ya, buat kamu panik pagi ini".Ujar Yuli tulus.


" Sudah lah sayang, kamu nggak salah kok aku yang salah karena marah ke kamu tadi". Sahut Dika sambil tersenyum menatap istri cantik di hadapan nya itu.


" Jadi kalau masih mau marahan nya, lebih baik kita pulang saja" Sindir Bram


Riani hanya tersenyum, karena suaminya seperti nya mulai kelaparan.


" hehe maafin aku ya mas ku, ayo kita pesan makanan aku juga sudah lapar nih". Sahut Riani


" mm iya betul itu mi, yang kamu mau pesan apa"? Tanya Dika ke Yuli


" Biasa sayang, seafood perbanyak udang nya".Jawab Yuli


"Ok sipp". sahut Dika


" mama juga samain dengan Yuli ya Ka, kalo kamu mas gimana"? Riani bertanya ke Bram


" Aku juga samakan saja sayang". Sahut Bram


" yapps ok kalo gitu seafood 4 minum nya pake air putih saja, tapi perbanyak udang nya".Ujar Dika kepada pelayan resto tersebut.


Sambil menunggu pesanan, mereka berempat mengobrol ringan.

__ADS_1


" Kalian ngga ada rencana mau honeymoon"?Tanya Riani


" Emang perlu ya mi"? Yuli bukan nya menjawab malah balik bertanya.


" Ya bukan seperti itu juga, tapi kan nggak ada salah nya mencoba.Siapa tahu pulang nya kan langsung bawa kabar baik". Ucap Riani sambil tersenyum


" Benar apa kata mami kalian nak, kalian masih muda jadi nggak ada salah nya kan nikmati waktu berdua.Jika nanti sudah punya anak kan sulit sekali untuk pergi apalagi berdua". Bram menimpali.


" Menurut aku nggak perlu deh, soal nya nggak honeymoon pun kita tiap hari berasa". Sahut Dika


" Yapp betul sekali sayang, lagian aku kan mulai besok mulai aktif kembali di rumah sakit, dan Dika harus bantuin papa di perusahan". Yuli menimpali


" Lho kok kamu kerja lagi Yul, mami pikir setelah nikah kamu bakalan resign.Mami nggak mau kamu capek, biar mami cepat dapat cucu". sambung Riani


"Bukan mami saja yang pengen cucu papi juga mau.Sudah tua gini kan enak kalo ada yang panggil kakek" Bram menimpali dengan antusias


"Iya nanti Yuli pikirkan lagi, tapi besok aku harus kembali kerja dulu, karena kasihan pasien aku yang sudah lama di handle Lika.Soalnya Lika kan lagi mau urus pernikahan nya dengan kak Jason".Ujar Yuli


" Lho Lika juga sudah mau nikah, wah mami ikut senang.Itu artinya tinggal si jomblo abadi Alan, padahal mami pikir dulu Lika tuh bakalan nikah nya sama Alan.Taunya jodoh nya sama Jason, memang kuasa Tuhan tak ada yang tahu".Sahut Riani


" Hemm iya mi, semalam kan Kak Jason sama uncle samuel dan tante Dina, sudah ketemu Bunda Ella untuk melamar Lika.Gara gara itu sampe Lika semalam nggak bisa tidur, matanya sudah seperti panda". Yuli berkata sambil menggeleng kepala.


" Biasa orang kalo mau nikah, bawaan nya cemas mulu". Tawa Riani


Makanan pesanan mereka pun sudah datang, dan mereka mulai menikmati.Yang mereka heran dengan Yuli yang sangat antusias melihat hidangan seafood di depan matanya kini.


Tanpa permisi kepada siapapun, Yuli langsung melahap makanan nya.Bahkan ia terlihat seperti orang yang tak makan berhari hari.


" Issh Yul, kamu kok makan nya seperti itu, kaya orang kesurupan juga masih lebih sopan".Riani yang merasa aneh dengan cara makan putrinya yang tak seperti biasanya Adem dan kalem.


" Habis nya enak banget mi, kalian ngapain lihatin aku sampe segitunya.Ayo makan makanan kalian sebelum aku bantu habiskan semuanya". Ancam Yuli


"Terserah kamu saja sayang, kalau memang kamu pengen nih makan punya ku.Nanti biar aku pesan lagi, daripada kamu masih kelaparan". Ucap Dika


Mata Yuli berbinar karena penawaran Dika, ia pun langsung mengambil piring Dika dan menaruh Di hadapan nya.Dika hanya menggeleng kepala, melihat tingkah aneh istrinya malam ini.


" Kamu kenapa sih nak, suka sekali sama seafood" Tanya Bram


"mmm, soal nya dulu waktu masih sama ibu dan ayah, aku selalu lewat restoran seafood.Dan melihat orang makan udang dengan sausnya yang sangat enak,tapi karena Ayah sama ibu tak punya uang.Ya jadinya aku nggak minta di belikan, karena harganya kan sangat mahal".Sahut Yuli sendu.


Riani pun memegang tangan Yuli dan mengelusnya.Ia merasa sedih ternyata keadaan putri kecilnya dulu sangat menyedih kan.Sedang kan Dika merasa bersalah, karena ia dulu tak bisa menjaga dan membahagiakan Yuli.


" waktu itu umur Yuli masih 6 atau 7 tahun gitu, tapi aku kan otak nya cerdas.jadi soal mengingat masa lalu pasti bisa". Sambung Yuli lagi.


" Maafin mami ya,yang nggak bisa jagain kamu hingga kamu harus hidup susah". Lirih Riani


" Eits no mams,don't talk like that because i don't like hear".Sahut Yuli

__ADS_1


" Sekali lagi maafin mami sayang,mami janji bakalan bahagiakan kamu selalu untuk tebus kesalahan mami selama ini". ujar Riani sendu.


" Bisa nggak usah bahas yang lain,soalnya aku lapar banget nih terus sayang lho makanan seenak ini di anggurin". pinta Yuli


__ADS_2