
Brakkkk
Sreeeettttt..
Pengemudi motor tersebut kehilangan kendalinya hingga menabrak bagian belakang motor Anita. Anita terseret cukup jauh. Sekejap kemudian orang-orang sudah berkumpul untuk menolong. Beberapa orang mengeluarkan handphone mereka memanggil ambulance dan polisi untuk menangani. Anita dan penabrak tersebut segera dilarikan ke rumah sakit setelah ambulance datang.
Tiba di IGD Anita dan penabrak segera ditangani, Anita mengalami cedera pada kaki kanannya akibat terseret bersama motornya, sementara tangan kanannya terluka cukup parah.
“asssalamu’alaikum, Nit. Kenapa?” tanya Zahra.
“wa’alaikumsalam, maaf apa benar ini saudara Zahra? Pemilik nomor ini mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit International Jogjakarta.” Ucap petugas rumah sakit tersebut. Ia menggunakan ponsel Anita untuk menghubungi kerabat terdekatnya. Dan saat itu kontak terakhir yang dihubungi Anita adalah Zahra.
“benar saya Zahra, sahabatnya. Saya akan segera kesana.” Tegas Zahra kemudian mengakhiri telefonnya.
Sebelum bergegas ke rumah sakit, Zahra menghubungi terlebih dahulu pihak jurusan kampus, mengatakan bahwa Anita Shofiyyah angkatan 2018 mengalammi kecelakaan dan akan mengambil cuti untuk beberapa minggu kedepan.
“setelah dari rumah sakit saya akan membawakan keterangan resmi dari dokter sebagai syarat pengambilan cuti, pak.” Ucap Zahra kepada pihak jurusan.
“baiklah mbak. Saya segera sampaikan kepada ketua jurusan terlebih dahulu.” Jawab Petugas tersebut.
“terimakasih banyak, pak”.
Sampai di rumah sakit, Zahra segera mencari ruangan Anita di rawat. Ternyata Anita masih di observasi di IGD, sehingga Anita belum bisa dibawa ke ruang rawat inap. Zahra menunggu di ruangan IGD sambil mencari kotak telefon orang tua Anita di handphone sahabatnya itu.
“Assalamu’alaikum tante..”
“wa’alaikumsalam..ini siapa? Bukankah ini nomor Anita?” ucap Mama Anita di seberang telefon.
__ADS_1
“benar tante. Saya Zahra teman kampus Anita. Begini, sebenarnya..” ucap Zahra menggantung.
“kenapa Nak? Ada apa dengan Anita?”
“mm.. Anita mengalami kecelakaan tante..” ucap Zahra tergagap. Takut kalau-kalau Mama Anita akan syok.
“innalillahi wa inna ‘ilaihi roji’un..”
Setelah satu kalimat tersebut tiba-tiba bunyi..
Kraaakkk..
Lalu sambungan telefon terputus.
***
“innalillahi wa inna ‘ilaihi roji’un..” ucap Ibu Anita, tiba-tiba tubuhnya lemas, dan handphonenya terjatuh. Lalu sambungan telefon itu terputus. Badannya terhuyung, sesegera mungkin Rani, mencari pegangan agar ia tetap sadar dan fokus. Tangan Rani yang bergetar mengambil kembali handphone yang terjatuh dan menghubungi
suaminya.
“assalamu’alaikum, mas.. mas..Anita kecelakaan..” Suara Rani terbata-bata dan terdengar parau menahan
tangis.
“innalillahi wa inna ilaihi roji’un.. baiklah aku pulang sekarang..” suara disana terdengar lantang di balik telefon.
Rani baru teringat bahwa dia sama sekali tidak tahu anaknya dirawat di rumah sakit yang mana. Ia tampak bingung, dan kembali terduduk lemas. Rani menenangkan dirinya sendiri, mengambil air putih dan meminumnya agar ia tetap fokus. Lalu mencoba menghubungi nomor telefon anaknya.
__ADS_1
Zahra yang mengangkatnya.
“halo, nak.. sekarang Anita dimana nak?”
“Anita di rumah sakit internasional yogyakarta tante, masih di IGD.” Jawab Zahra di seberang telefon.
“baiklah, tante dan om segera kesana, minta tolong temani Anita sampai tante dan om datang ya?” ucap Rani.
Setelah suaminya tiba di rumah, mereka bergegas menuju rumah sakit. Sekitar 30 menit jaraknya dari rumah Anita.
***
3 jam kemudian Anita sudah dipindahkan ke ruang rawat, untunglah lukanya tidak membutuhkan operasi apapun, hanya beberapa terapi kedepannya untuk memulihkan kembali tulang lengan dan kakinya.
“tante, Zahra pamit pulang dulu ya? Masih ada kuliah nanti sore..” ucap Zahra berpamitan.
Anita masih belum sadar, lebih tepatnya sengaja dibuat tertidur agar tubuhnya segera pulih. Jadi, Anita masih belum tahu bahwa selama berjam-jam sahabatnya itu menemani di sampingnya.
“Anita, cepat pulih. Aku pulang dulu, besok aku kesini lagi.” ucap Zahra lagi, sedikit berbisik meskipun yang diajak bicara tidak menjawab.
“hati-hati nak Zahra, dan terimakasih banyak sudah menemani Anita.” Ujar ibu Anita.
“sama-sama tante, Assalamu’alaikum..”
“wa’alaikumsalam..”
\~\~\~
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk readers semua^^