
HAII JANGAN LUPA DONNG LIKE N VOTE NYA YA YA YA...
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS..
LANJUT...
Yuli yang kesadaran nya telah pulih,ia langsung menolak Dika.Agar menjauh darinya, dan menghentikan perbuatan mereka.
" Dika stop, kalau di lihatin orang gimana? Kita kan udah nikah,daripada disini lebih baik di rumah saja.Apa kata orang nanti, pasti mereka berpikiran kita nggak puas semalam". Ujar Yuli blak blakan.
Dika hanya tersenyum tanpa merasa bersalah.Ia hanya merasa lucu dengan sikap panik nya Yuli.
" Iya deh yang maaf, ayo kita duduk di depan"..Ajak Dika
Yuli pasrah dan ikut kedepan duduk di samping Dika.Sepanjang perjalanan mereka bercerita banyak hal, hingga tak terasa mereka telah sampai di kediaman Hadiwinata.
Sampai di sana saat mereka masuk kedalam rumah.Dan di ruang keluarga terlihat Dion dan Rika sedang berdebat.
" Ma jangan ngambek terus dong, kelihatan jelek nanti". Bujuk Dion
" Oh jadi papa doain Mama biar jelek"?Sinis Rika
" oh Tuhan tolonglah hambamu ini, kenapa aku maksud lain, kamu tanggapan nya lain sih"?Sarkas Dion
Sementara Dika dan Yuli menatap serius kearah mereka.keduanya tak sadar jika dari tadi anak dan menantunya sedang melihat.
__ADS_1
" Jadi papa sekarang sudah berani marah sama mama". Sahut Rika menatap tajam kearah Dion.
Dion menepuk jidatnya, ia tak habis pikir jalan dengan jalan pikiran Rika.Kenapa semua perkataan nya selalu di tanggapi dengan salah.
" Sejak kapan papa marahin mama tadi, ayolah ma kita bukan anak kecil lagi".Dion sudah sedikit menurunkan nada bicaranya.
" Aku capek ngomong sama kamu.Dasar suami yang tak pernah peka."Sahut Rika dan berlalu ke kamar nya.
" ma tolong, hentikan segala keras kepalamu.Bisa kau turun kan egomu sedikit, hargai aku sebagai suami".Dion kembali meninggikan suaranya.
" Cukup Tuan Dion Hadiwinata, jangan pernah membentak ku.Jangan pernah mengajari mu untuk menghormati karena sudah kulakukan tanpa kau minta"..Ujar Rika menatap tajam ke arah suaminya.
Dion sangat terkejut karena Rika menyebut, namanya secara langsung.Ia sangat yakin istrinya pasti marah besar padanya sekarang.Ia hafal betul dengan sikap keras kepala nya.
" Ma , kok manggil nya seperti itu, udah dong jangan seperti anak kecil". Bujuk Dion.
Rika tak peduli dengan perkataan Dion, ia pun hendak meninggal kan nya.Namun langkah nya terhenti saat Dika mulai angkat bicara.
Sedangkan Yuli menggenggam kuat tangan Dika.Ia tak mau Dika menjadi anak durhaka.
Dika paham dengan kemauan yuli, ia mencium kening nya.
" Kamu tenang saja yang, kalau tidak seperti ini berarti mama tetap pada pendirian nya.Kamu tahu kan sikap keras kepala mama seperti apa"? Bisik Dika kepada Yuli.
Yuli hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
" Kenapa tak ada yang jawab"? Imbuh Dika lagi..
" kamu tahukan mama kamu, karena masalah kecil saat sarapan pagi tadi.Masih saja berlanjut sampai sekarang,papa juga bingung, kenapa papa selalu salah"? Sahut Dion sendu sambil kembali duduk di Sofa.
__ADS_1
"Masalah kecil papa bilang, trus papa nyadar nggak kalau selama ini mama yang selalu salah.Apa yang mama omongin pasti salah, padahal maksud mama kan baik".Bentak Rika
" Iya sudan papa minta maaf, mama jangan marah lagi ya ya ya". Dion memelas.
" Tak akan pernah Tuan". Sahut Rika dan langsung pergi.
" ok kalau mama tidak mau berbaikan dengan papa, Aku sama yuli bakalan keluar dari rumah ini.Karena aku malu sama istri aku yang melihat pertengkaran mertuanya"..Ancam Dika
Rika pun langsung menghentikan kakinya, karena mendengar ucapan dika barusan.Ia menoleh ke arah Dika dengan tatapan yang kebingungan.
" Maksud kamu apa ka,ngomong seperti itu?Kamu tahu kan kalau itu tak kan pernah terjadi, karena rumah ini adalah rumah kamu".Balas Dion dengan menatap tajam ke arah putranya tersebut.
" Iya tapi sepertinya kehadiran kami tak di ingin kan di sini"..Sahut Dika sambil menoleh ke arah Rika.
Seketika tangis Rika pun pecah, ia tak menyangka karena pertengkaran nya dengan suaminya.Membuat anak anak mereka jadi terbebani.
" Ka, kamu bercanda kan nak? Kamu tega mau ninggalin mama disini"? Ujar Rika di sela tangis nya.
" Aku serius ma"..Sahut Dika dalam modw serius.
Padahal dalam hati ia ingin tertawa, melihat sikap mama nya sekarang.Tapi takut nanti di bilang anak durhaka, jadi ia menahan nya.
Rika mendati Dika dan Yuli dan memegang tangan keduanya.Air matanya lolos dan dengan wajah memelas ia menatap mereka.
" Jangan pergi dari rumah ini ya! mama janji nggak bakalan berantem lagi sama papa". Ujar Rika
" Beneran janji ma?Tanya Dika memastikan
" iya
__ADS_1
"Kalau begitu mana pelukan untuk papa nya.Kasihan tuh aki aki di anggurin, dari tadi tuh ma". Dika meledek Dion papa nya.