Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 403


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


"Apaaa,Silvia hamil Mah?" Teriak Davin yang baru kembali ke alam nyata.


"Astaga kamu itu bikin kaget saja,iya dia hamil sudah empat minggu!" Jelas Lika.


"Jadi Aku bakal jadi Papa begitu?" Tanya Davin lagi.


"Bukan Papa tapi Kakek,ya iyalah kamu jadi Papa orang yang cetak kan kamu adonannya!" Ketus Yuli.


"Mama kalian keluar sekarang,aku mau berselebrasi dengan istriku!" Pinta Davin serius.


"Eh apaan kamu?" Tanya Lika ketus.


Karena Lika dan Yuli yang kepala batu karena tak kunjung keluar,membuat Davin menarik tangan mereka dan membawa keluar kamar.


Setelah posisi mereka benar benar di luar,ia langsung menutup pintu tanpa permisi membuat Yuli sangat kesal dibuatnya.


"woiii dasar anak kurang ajar bukannya terima kasih malah usir kami,awas saja kamu ya kalau sampai menantu Mama ada apa apa anu mu bakal aku potong!" Teriak Yuli dan setelah itu mengajak Lika pergi.


"Anak kamu itu memang benar foto kopi suami kamu,menyebalkan tukang cari perkara belum lagi mental sombongnya dia itu." Omel Lika cemberut.


"Ya habisnya gimana orang dia yang pegang kendali dalam pembuatan bocah itu." Sahut Yuli membuat keduanya langsung tertawa.


"Haha,ya benar sekali padahal kita emaknya yang capek,tapi tetap saja anak selalu bawa suami apa karena mereka yang terlalu sayang?" Goda Lika lagi membuat Tawa mereka lebih dahsyat dari tadi.


"Bukannya terlalu Sayang,akan tetapi terlalu rakus!" Ketus Yuli.


"Para Misua kemana ya?" Tanya Yuli heran dengan keadaan rumah yang sunyi tidak seperti biasanya kalau Alan dan Dika ketemu.


"Apa jangan jangan tadi disini terjadi pembantaian,soalnya sunyi sekali?" Sambung Yuli lagi.


"Ampun dah sampai separah itu kah bocah tua itu?" Jawab Lika.


Keduanya berjalan pelan pelan menuju dapur dan Wow,sebuah pemandangan yang membuat adem hati jiwa dan pikiran.


"Kalian ngapain?" Tanya Lika.


"Ngopi!" Sahut Alan dan Dika kompak.


"yang putarin kopi siapa?" Tanya Yuli.


"Alan." ujar Dika.

__ADS_1


"Ok baik tolong dipertahankan kesunyian yang seperti ini,karena kalian berdua itu sedikit lagi bakal jadi Kakek!" Pinta Lika serius.


"Maksud kamu Via hamil Sayang?" Tanya Alan.


"Ehem benar sekali,jadi bisakah kalian jaga sikap?" Tanya Yuli.


"Bisa dong,tenang saja kami selama ini hanya bercanda .Oh iya Avin mana,kok kalian sendiri saja?" Tanya Dika heran.


"Kami berdua di usir bocah cunguk itu,jadi makanya kesini." Ketus Lika.


"Memangnya dia ngapain?" Tanya Dika heran.


"Katanya mau selebrasi merayakan kehamilan istrinya,jadi kami di usir keluar!" Kesal Yuli.


"Hai semuanya maaf ya kita telat!"Ujar Sarah yang muncul dari luar rumah dengan tangan memegang kantong makanan.


"Uh Sayang Menantu cantik Mama sudah datang,ayo sini Nak Mama bantu siapkan makanannya!" Ujar Yuli.


"Sini Mama juga bantuin,Rino nya mana nak?" Tanya Lika.


"I'm Here." Sahut Rino.


Setelah meletakkan makanan yang di bawa ia bergabung dengan Papa nya,akan tetapi ia kepo dengan keberadaan pasutri di rumah itu.


"Ini Tuan Rumahnya dimana?" Tanya Rino memastikan.


"Kamar!" Sahut semuanya kompak.


"Kok bisa?" Sarah menimpali.


"Aku mau keatas lihat Ayang bebep boleh kan?" Tanya Sarah memastikan.


"Tapi tadi Mama mereka di usir lho sama tuh bocah cunguk?" Sungut Lika.


"Bodoh amat Mah,masa sudah capek kesini malah tidak bisa ketemu?" Ketus Sarah lalu berjalan menuju tangga kamar Via.


Ia sebenarnya sangat ingin bertemu sahabatnya itu,jadi seolah melupakan semua nasihat yang ada.


Davin yang setelah Lika dan Yuli keluar,langsung memeluk dan mencium sang istri yang belum sadar itu.


Ia sangat senang setelah mendengar kabar bahwa sang istri hamil,karena ini adalah yang mereka tunggu selama ini


"Sayang kita mau jadi orang tua,ayo bangun apa kamu tidak senang begitu jadi tidur terus?" Lirih Davin.


Tiba tiba jari Silvia bergerak,kemudian matanya pun terbuka lebar.Ia merasakan pusing yang sangat amat membuat tubuhnya terasa lemas,hingga tulang tulang tak berdaya sama sekali.


"Awww,aku kenapa?" Tanya Silvia pelan.


"Kamu tadi pingsan,terus aku gendong bawa kesini Mama juga sudah periksa kamu dan hasilnya...


"Bebeb ayo keluar aku kangen!' Suara cempreng Sarah dari luar pintu membuat Davin menghentikan kata katanya.


"Tuh biang onar kok bisa bisa nya jadi pengganggu pagi pagi di rumah orang?" Sungut Davin.


"Kamu bukain pintunya dong!" Pinta Silvia.

__ADS_1


"Biarkan saja,anggap hanya angin lalu yang lagi numpang buang angin!" Sahut Davin ketus.


"Beb kalau tidak di buka aku dobrak nih!" Ancam Sarah dari luar.


Silvia menatap tajam kearah suaminya itu,ia kesal karena Davin yang tak mau membuka pintu.


"Kamu kenapa sih tidak mau buka pintu,pergi sana atau aku yang bangun sendiri?" Kesal Silvia.


Davin sambil menggerutu kesal tapi tetap bangun menuju pintu,karena tatapan membunuh dari istrinya itu.


"Huh dasar pembuat onar awas saja kalau sampai berbuat ulah!" Gerutu Davin.


Ketika selesai membuka pintu ia memasang wajah garang kearah Sarah,wanita itu memasang wajah tanpa dosa.


"Ada apa pengganggu?" Tanya Davin ketus.


"Mau lihat Silvia,kamu yang kenapa?" Tanya Sarah sinis.


"Hei kamu itu pengganggu sukanya sekali nongol tidak jelas,pergi sana ngapain disini?" Tanya Davin kesal.


"Terserah aku dong mau ngapain,aku mau lihat sobat ku bukan mau lihat kamu yang jelek itu?" Gerutu Sarah kesal.


Davin akhirnya menyingkir karena tak ingin ribut sebab nanti bakal menggangu ketenangan istrinya,akan tetapi matanya selalu mengikuti gerak Sarah setiap sudut.


"Hallo ayang Bebeb aku datang!" Teriak Sarah antusias.


"Heii Stop jangan macam macam,istriku lagi hamil Awas saja kalau dia kenapa!" Teriak Davin.


Sarah langsung menghentikan langkah kakinya ia tak percaya dengan apa yang ia dengar,untuk memastikan lagi apa yang ia dengar.


"Via hamil?" Tanya Sarah memastikan.


"Jangan macam macam kamu ya sama dia,jangan di colek jangan di kasih makan tidak tidak jangan di marahin....


"Stop aku tahu bego,aku bukan anak kecil songong pergi sana jangan kuping pembicaraan orang lain." Usir Sarah sambil mendorong tubuh Davin agar keluar kamar itu.


"Hei ini kamarku rumah ku jangan buat aneh aneh,bikin malu saja!" Sungut Davin.


Sarah tidak peduli dengan perkataan Davin,lagian ia juga mana ada niat untuk mencelakakan sahabatnya itu.


"Kalian kenapa sih ribut ribut,apa tidak capek tuh mulut ?" Tanya Silvia sambil tersenyum.


"Biasalah suami kamu yang super duper cerewet,seksi sibuk nya minta ampun!" Ledek Sarah.


"Selamat ya Beb,akhirnya kamu bisa hamil juga.' Ujar Sarah sambil memeluk sahabatnya itu.


Silvia tadi belum dikasih tahu sama Davin jadi ia merasa bingung sendiri,akan tetapi otak nya masih bisa berfungsi dengan baik.


"Aku hamil?" Tanya Silvia heran.


"Iyesss,Kamu tidak tahu begitu?" Tanya Sarah penasaran.


"Tadi mungkin mau di kasih tahu,tapi di cegah sama kamu kali?" Balas Silvia.


"Oh mungkin saja ya,kamu sekarang jangan macam macam ya suka jajan tidak jelas!" Tegas Sarah serius.

__ADS_1


__ADS_2