
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Sarah langsung terlonjak kaget mendengar suara cempreng dari Mama nya itu,setelah dilihatnya kearah samping dirinya langsung sadar jika ia mengabaikan seseorang.
"Mati aku kok bisa ya tadi lupa sama Mama,aduh baru wajahnya mengerikan kaya mak lampir lagi?" Gumam Sarah lalu membuka pintu mobil secara perlahan.
"Ma!' Ujar Sarah sambil tersenyum kaku.
"Ma Me Mo apa,dasar anak tidak tahu terima kasih!' Kesal Eva.
"Maaf tadi lupa kalau aku jalan nya sama Mama.' Bohong Sarah pelan.
"Dasar anak nakal cepat ambil barang barang Ini,lama lama tangan Mama bisa patah!" Perintah Eva tajam.
Sarah segera keluar dari dalam mobil dan membuka pintu belakang,sekali kali ia menoleh kearah samping siapa tahu Rendy muncul tiba tiba.
"Iya Ma sudah nih,ayo segera masukan barangnya!" Sahut Sarah setelah membuka pintu mobil dan kembali ke belakang kemudi.
Ia ingin segera menghilang dari situ,agar tidak bertemu pria yang kurang ajar dan tak tahu sopan santun itu.
Eva yang sudah selesai memasukan barang barang kedalam mobil,langsung duduk disamping Sarah.
Sarah yang sudah menghidupkan mesin mobil,memilih untuk segera pergi akan tetapi ditahan oleh Eva.
"Nak,bukan nya itu teman kampus kamu?" Tanya Eva memastikan.
Sarah mengikuti arah pandang Eva,ia sangat terkejut ketika yang dimaksud adalah Rendy.
"Tidak penting Ma,lebih baik kita pulang!" Ketus Sarah membuat Eva hanya bisa menggedikan bahunya pertanda tak peduli.
"Mau kemana lagi?" Tanya Sarah penasaran.
"Pulang,jangan sampai Papa kamu sudah pulang juga soalnya Mama kangen." Ujar Eva yang membuat Sarah jengah.
__ADS_1
"Heii sudah tua tapi tingkahnya ngalahin Abg,bikin sakit mata sama telinga!" Sindir Sarah.
"Heii suka suka Mama dong,orang yang punya suami kan Mama kamu mah bisa apa jomblo di pelihara!" Gerutu Eva sinis.
"Jomblo itu adalah sebuah status yang paling tinggi dalam hidup,karena bebas mau kemana saja pulang kapan saja suka suka dong!" Sahut Sarah santai.
" Haha orang kalau jadi jomblo itu terpaksa,karena mau bagaimana lagi kalau tidak laku laku." Ejek Eva.
Sarah hanya mendengus kesal,karena Eva dari tadi secara langsung meng-skakmat dirinya.
"Mama ihhh nyebelin banget sih selalu saja ledekin anak sendiri,Nanti kalau orang lain dengar bakal lebih parah lagi kan?" Gerutu Sarah kesal.
"Oh tenang kalau orang lain ledekin kamu kan ada Mama,tentunya Mama bakal tambah kata biar tambah pedas menggigit begitu biar jadi tambah hot!" Sambung Eva membuat anak gadis semata wayangnya itu benar benar kesal.
"Nasib nasib punya Mama mulutnya ngalahin cabe,mesti sabar hati dan Iman." Sindir Sarah pelan akan tetapi masih bisa didengar oleh Eva.
Terkadang perdebatan antara anak dan orang tua terdengar berlebihan,akan tetapi percayalah hal itu bisa membuat bertambah erat hubungan itu sendiri.
Sarah hanya memasang wajah kesal,akan tetapi bukan dari hati melainkan hanya di permukaan saja.
"Widih Mama ini makan untung Ya,sepanjang hari aku diledekin terus wah berasa hatiku luka tapi tak berdarah." Sindir Sarah.
"Uh Tayang tayang nya Mama,sini lihat lukanya besar atau tidak biar dijahit!" Ejek Eva membuat keduanya langsung tertawa bersama sama.
"Ya ampun Nak kelihatan ya kita dari tadi sudah kaya orang berantem!" Tanya Eva sambil terkekeh geli.
"Oh tentu tidak bisa karena nanti Papa kamu akan ngamuk,karena dua orang bidadari nya dipuja sama orang lain." Eva membayangkan garangnya wajah suaminya itu.
Karena terlalu keasyikan ngobrol,keduanya bahkan tak sadar jika sudah sampai depan rumah.
'Wah kita sudah sampai nih Nak,kamu turun lebih dulu terus panggil Bibik keluar ya supaya bawa ini semua!" Pinta Eva dan langsung diangguki oleh Sarah.
Setelah selesai drama belanja yang menguras tenaga dan emosi,mereka sudah berada di dalam rumah duduk santai.
"Papa pulang dari tadi?" Tanya Eva pada suaminya itu.
Heri sampai dirumah akan tetapi karena semua pada keluar,ia memilih untuk beristirahat dalam kamar.
Akan tetapi suara cempreng Sarah dan Eva istrinya membuat tidur nyaman nya sudah terganggu.
"Mungkin sudah se jam yang lalu." Sahut Heri.
"Sejam yang lalu itu kira kira kapan?" Tanya Eva lagi yang membuat Sarah jengah karena hal inilah pemicu keributan yang dilakukan Mama nya tadi di pasar.
"Kok bisa sih Ma,kasih pertanyaan yang tidak berbobot seperti itu?" Tanya Heri bingung.
__ADS_1
"Ya kan kalau se jam yang lalu itu kira kira jam berapa,lagian tinggal jawab doang!" Gerutu Eva.
"Tapi masa harus se rinci mungkin,memangnya Papa tidak ada kerjaan sampe harus melakukan itu semua? Lagian kenapa mesti harus dijawab,pertanyaan Mama yang aneh begitu selalu nanti bikin orang sensian." Jelas Heri yang bingung dengan jalan pikiran sang istri.
"Hadeuh Pa,tau tidak tadi dipasar Mama sampai ribut dengan pedagang ikan dipasar.Masa Mama tanya ikan jam berapa sampai di pedagang itu,ya jelas orangnya ngamuk mana ada setiap jam detik barang yang datang harus dilihat?" Sarah menimpali.
Heri hanya bisa geleng geleng kepala,istrinya itu suka sekali mencari masalah dengan mulutnya itu.
"Kapan kamu berubah ya," Tanya Heri pelan.
"Tidak ada yang perlu berubah,orang mulutnya aku biasa tuh tidak ada masalah." Sahut Eva tanpa beban.
"Pah,mau aku ambilkan air es biar mendinginkan kepala?" Tanya Sarah menyindir Mamanya.
"Boleh Nak,soalnya Papa ingin marah nih!"Heri menimpali.
Eva hanya menatap ponselnya mencari berita gosip terupdate sekarang,daripada menimpali perkataan suami serta anaknya itu.
"Pah aku boleh tanya Tidak?" Tanya Sarah memastikan.
"Apa?" Tanya Heri pelan.
'mmm itu nanti malam siapa yang bakal datang?" Tanya Sarah penasaran.
"Calon suami kamu!" Sahut Heri santai tapi berbeda Dengan Sarah yang merasa dunianya seakan runtuh saat itu juga.
"Apa?" Teriak Sarah frustasi.
"Huss,kira kira dong kalau mau teriak bisa lepas nih kuping!" Kesal Eva.
"Bodoh amat,Pah kok bisa sih kalian tega jodohkan aku sama orang lain?Ini jaman modern lho,masa harus pake acara kaya zaman siti nugraha begitu?" Ketus Sarah frustasi.
"Diam jangan bantah,awas saja ya nanti malam kalau ingin cepat cepat kawin bakal Mama hajar pake selop!" Ancam Eva kesal.
Sarah seakan tak sadar dengan perkataan Eva barusan,ia masih saja memikirkan masa depannya yang entah bagaimana nantinya.
"Ma kalian Mah tega,aku kan bisa memilih calon suami sendiri!" Sarah merajuk.
"Kalau bisa pilih calon suami kenapa sekarang masih jomblo juga,kenapa tidak bawa seseorang buat dikenalin,kenapa tidak pernah keluar selain dengan Silvia?" Sinis Eva.
"Ya aku kan masih memilih yang terbaik ,agar besok lusa tidak berabe kaya yang lainnya." Bela Sarah tak ingin disalahkan.
"Keburu tua dulu terus suami kamu fore play kamu nya sudah keok,oleh karena tulang belakang kamu encok?" Sindir Eva sambil mendelik tajam kearah Sarah.
"Ma doanya kejam sekali sih,itu sudah mirip kaya emak tiri tau tidak!" Sungut Sarah.
__ADS_1
"Nanti malam jangan bikin malu Papa sama Mama ya Nak,karena hal ini juga bisa membuat malu keluarga tamu nanti!" Pinta Heri.
"Sok kasep mu lah!" Sahut Sarah lemas.