
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LOPE U FULL
LANJUT ***
Silvia memilih berendam di dalam bak mandi ,guna menetralisir perasaannya kini.Memang mungkin kedatangan orang tuanya Davin bukan yang pertama ,tapi tetap saja kegugupan itu masih selalu ada.
Setiap orang mempunyai sikap masing masing dalam menghadapi sesuatu ,kadang biasa saja.Tapi berbeda dalam hati terlihat sangat antusias ,namun ada yang sebaliknya.
Silvia dalam hati merasa bersyukur dicintai oleh pria tampan itu,tapi hati kecilnya sedikit gelisah takut tak bisa menjadi yang terbaik.
Saat merasa kenyamanan dalam bak mandi ,Silvia sampai memejamkan matanya ia bahkan tak mendengar suara Lika di depan pintu kamarnya .
" Via bangun lah nak kenapa belum keluar juga sih,ayo sudah jam berapa nih apa nggak takut telat nantinya "? Tanya Lika dari depan kamar.
Namun sampai ia bosan sendiri sama sekali tak ada respon ,Lika semakin kesal dan tak bisa menunggu lagi.Ia memegang handle pintu dan langsung tersenyum ,karena ternyata dari tadi bisa langsung masuk tanpa harus berteriak di depan pintu kamarnya.
Saat sampai di dalam kamar Silvia ,di carinya objek yang sudah memancing emosinya sedari tadi. Namun biarpun di carinya berulang kali,namun tetap saja hasilnya nihil.
Setelah itu tatapan nya kini tertuju ke kamar mandi ,Lika langsung menuju kesana dan masuk kedalam nya.Netranya membulat melihat Silvia tertidur dalam Bathup tanpa beban ,padahal dirinya ada cemas setengah mati.
" Anak nakal sudah tahu sebentar ada acara ,eh malah enak enakan tidur disini nanti sakit baru nyaho. "Gerutu Lika sambil berjalan mendekati Silvia yang masih tertidur dan sepertinya sedang bermimpi indah mungkin.
" Via bangun nak ayolah ,kok bukannya mandi tapi malah ketiduran sih.Nanti masuk angin baru tahu rasa, ayolah Sayang ".Panggil Lika sambil menggoyangkan tubuhnya Silvia.
Merasa seperti adanya goyangan yang cukup keras,membuat Silvia yang sedang tertidur merasa seperti ada gempa.Ia pun langsung membuka mata nya dan berteriak ,karena punya pikiran bukan bukan .
" Tolong tolong ada gempa"Teriak Silvia yang tak sadar jika Lika sedang menatap aneh kearahnya.
" Anak ini nih memang ya ,heii yang bilang gempa itu siapa hah". Teriak Lika dengan suara cempreng nya itu.
Silvia menoleh kearah sumber suara,dan langsung terkejut ternyata ada Mama nya disitu. Ia hanya tersenyum kikuk mengingat tingkah nya tadi.
" Ma sejak kapan di situ"? Tanya Silvia
__ADS_1
" Sejak kamu belum lahir". Kesal Lika
" Kalau begitu Mama jadi dinding kamar mandi dong". Sahut Silvia yang tambah membuat Lika merasa kesal.
" Sudah jangan banyak bicara ayo cepat selesaikan mandi nya ,ingat jangan berendam lagi nanti masuk angin lho". Lika mengingatkan putrinya itu.
" Iya Ma ya sudah keluar sana,aku mau selesaikan mandinya jangan gangguin Via dulu ya". Sahut Silvia.
" Idihh ogah kalau bukan karena kedatangan Yuli dan lainnya ,Mama akan biarkan saja kamu sampai menikmati gempa bumi ala ala kamu itu". Ejek Lika sambil tertawa keluar dari kamar mandi dan membiarkan Silvia selesaikan mandinya.
Tapi dasarnya mulut Lika sukanya berkomentar ,ia meneriakkan sesuatu yang bisa membuat dalam waktu dua detik Silvia selesaikan mandinya.
" Ingat ya jika dalam 5 menit tidak keluar,Mama telpon Yuli untuk jangan datang dan carikan wanita lain untuk Davin". Ujar Lika lalu keluar dari dalam kamar tersebut.
" Maaaaa". Teriak Silvia dari dalam kamar dan benar saja dalam waktu belum sampai 5 menit Silvia sudah keluar.
Saat sudah di luar kamar mandi,ia melihat Lika sedang tersenyum kearah nya bahkan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun di wajahnya.
Silvia yang merasa kesal karena di kerjai oleh Mama nya,menghentakan kakinya karena saking kesal nya.Ia bahkan terlihat sudah ingin menangis ,namun langsung terhenti karena Lika membujuk nya.
" Aduhh manisnya Mama sudah dong jangan menangis lagi ya,iya Mama minta Maaf tadi sudah mengerjai kamu jadi jangan marah lagi ya.Nanti cantik nya bisa hilang,ayo kamu siap siap karena mungkin sedikit lagi keluarga Davin bakalan datang ". Bujuk Lika sambil mengusap pelan rambut putri cantik nya itu.
" Iya Ma jangan marah lagi,maaf jika tak menuruti kemauan Mama tapi Via Sayang banget sama Mama". Sahut Silvia
Akhirnya Lika meninggalkan kamar tersebut ,setelah memastikan semuanya sudah beres. Tinggal mengurus bayi besar nya,karena ia juga yang harus turun tangan menyiapkan semua keperluan Alan.
...****************...
Di kediaman Hadiwinata tampak kehebohan disana,siapa lagi kalau bukan biang kerok nya si Nyonya rumah itu.
" Pa bangun ayo cepat,sudah tahu sudah sore tapi masih sempat sempatnya molor". Gerutu Yuli kesal sambil membangun suaminya itu.
" Sepuluh menit lagi ya Sayang ". Bujuk Dika sambil mengganti posisi tidur yang lebih nyaman.
" Ohh jadi mulai banyak alasan ya,cepat bangun sekarang atau kusiram pakai air seember ". Ancam Yuli.
Dika langsung membuka matanya ,membayangkan apa jadi nya kamar mereka jika memang sampai air seember itu benar benar terjadi.
" Yang ancaman nya kreatif dikit napa Sih". Bujuk Dika.
" Ohh tenang saja ada kok ancaman yang cocok untuk kamu,tapi seperti nya di cancel dulu deh soalnya situ juga sudah bangun kan"?.Ejek Yuli
Setelah itu ia turun dari tempat tidur dan berjalan menunju lemari pakaian ,dan mengambil setelah pakaian yang cocok untuk pertemuan keluarga. Sesudah itu ia menaruh di atas ranjang ,dan hendak keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
" Yang kamu mandi sana gih,aku lagi mau pergi cek anak anak"! Perintah Yuli
" Lho kok gitu"? Tanya Dika tak terima di tinggalkan sang istri.
" Maksudnya gitu itu gimana nya"? Tanya Yuli balik.
" Aku pikir kita bakalan mandi bareng ,bukan nya aku di tinggalkan sendirian ". Kesal Dika.
" kamu tuh ya sudah lagi keadaan darurat begini ,tapi masih saja minta yang aneh aneh". Ucap Yuli sambil menggeleng kepalanya.
Sesudah perdebatan yang tak berarti ,Yuli meninggalkan suaminya yang tengah merajuk seperti anak kecil. Ia tak ingin meladeni permintaan aneh suaminya itu ,kalau tak mendesak dan sangat penting Yuli sih Oke oke saja.
Ketika sampai di ruang keluarga ,Yuli melihat tak ada tanda tanda kehidupan sama sekali. Bahkan tak tampak orang yang mau pergi melamar kekasih nya di situ,Yuli pun melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya Davin.
Sampai dalam kamar Davin ,Yuli terlihat sangat kesal karena ternyata Davin masih molor dan sedang memeluk guling nya.
" Astaga nih anak memang ya keterlaluan ,sudah tau orang lain lagi cemas tapi dia sendiri tidur tak sadarkan diri ". Umpat Yuli kesal dan memilih membangun kan Davin.
" Woii Vin bangun Boy,ayolah nanti telat kesana nya ". Panggil Yuli.
" Iya Via Sayang sedikit lagi ,soalnya masih ngantuk nih". Sahut Davin manja.
" Dasar nih bocah keterlaluan sekali ya,malah asyik mimpi ketemu anak gadis orang ". Kesal Yuli.
" Daviinn bangunnn". Teriak Yuli dan seketika pemuda tampan tersebut langsung terbangun.
" Astaga Ma bisa tidak pelan kan suaranya ,orang lagi Mimpi indah baru jadi buyar kan karena Mama ". uCap Davin merajuk.
" Mimpi indah dengkul mu itu ,nanti keburu jodohnya di ambil orang baru kapok kamu.Sudah sana mandi soalnya masih bau kecut kamu,cepetan takut telat keburu Alan sudah terima pelamar lain". Goda Yuli yang ingin melihat wajah kesal anak nya.
" Lha mana bisa begitu ,menang mya Vivin ku lagi buka lowongan kerja apa"? Kesal Davin.
" Ya iyalah kalau yang buka lowongan cari mantu di rumah nya Alan,siapa sih yang berani nolak".Sahut Yuli yang langsung tertawa kecil karena ternyata perkataan nya belum selesai ,Davin sudah masuk kedalam kamarnya.
" Dasar Bocah lagi Bucin,padahal tadi hanya bercanda doang tapi langsung di pikir seriusan ". Kekeh Yuli.
" Dua masalah beres sekarang menuju TKP yang ketiga ,kira kira apa yang terjadi di sana ya". Gumam Yuli dan menuju ke kamarnya Rino.
Saat di depan pintu kamar Rino,ia tak mendengar adanya percakapan apapun.Ia pun menyimpulkan bahwa keduanya masih tidur ,tapi ia tak bisa untuk masuk karena waspada jangan sampai Sarah merasa tak nyaman.
Tok ..tok.. tok...Yuli mengetuk pintu kamar Rino,namun masih belum ada respon penghuni di dalam kamar itu.
" No ayolah boy bangun lah,nanti telat lho". Teriak Yuli.
__ADS_1
Sarah yang mendengar suara ribut di depan kamar Rino,langsung membuka matanya. Tapi karena merasa ada beban berat di pinggang nya,ia langsung menoleh ke sumber itu.
Wajah nya langsung memerah karena ternyata Rino lah yang memeluknya ,dan jarak mereka yang sangat intim.