Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU..


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Yuli yang sudah tak jadi marah kepada suaminya ,hanya bisa tersenyum mendengar semua kekonyolan suaminya itu.Padahal kalau bisa di bilang mereka sudah tak muda lagi ,tapi kelakuannya sama saja dengan bocah.


" Sayang sudah dong bercanda nya,nanti kamu malah nggak bisa fokus dengan menyetir ". Bujuk Yuli


Dika hanya terkekeh geli mendengar perkataan istrinya itu,biar bahaya di ujung tanduk Dika tak kan membiarkan istri nya terluka sedikit pun.


"Sayang menurut kamu aku bakalan rela kamu terluka? Karena itu tak kan pernah terjadi,sampai kapan pun jadi sebaiknya kamu duduk yang manis di samping aku ".Sahut Dika yang mencoba membujuk Yuli agar tak cemas.


Keduanya dalam mobil sesekali bercerita ,memecahkan keheningan.Sedangkan Davin di rumah sedang gelisah ,karena kedua orangtua nya belum pulang.


Ia takut mereka kenapa napa ,belum lagi rasa penasaran tentang keputusan Silvia tadi.Sampai sampai berpikiran yang aneh aneh,hingga tidur pun tak bisa.


Davin hanya bisa mondar mandir ke kamar ,lalu keruang tamu setelah itu balik lagi.Bahkan sesekali masuk kedalam kamarnya Rino,sekedar mencari teman bicara.


" No ayolah buka mata nya dong,masa aku di biarkan sendirian seperti hantu gentayangan saja". Pinta Davin sambil berusaha membangun kan Rino.


Tapi dasarnya saudara sama kebo,jadi kalau kepala sudah sentuh bantal langsung lenyap di telan bumi. Biarpun badai gempa bumi dan Tsunami ,baginya itu seperti nyanyian tidur..


Orang dengan cara tidur seperti ini,harus di rubah agar esok hari tak menjadi kebiasaan buruk.


"Ya ampun nih orang tidur atau mati sih,masa susah sekali di bangunkan .kalau begini mah aku pasti duduk bengong sendirian saja,ahh nggak bisa pokoknya aku harus bangunkan dia ". Gumam Davin


Setelah itu ia menutup hidung Rino sekuat mungkin ,agar ia kesulitan bernapas dan langsung terbaik. Meski cara tersebut tergolong tak berperikemanusiaan ,tapi jika hal tersebut adalah cara jitu maka tak ada salahnya di coba.


" Haha aku mati aku mati Mommy". Teriak Rino karena kesulitan bernapas ,namun saat membuka matanya ia terkejut ternyata Davin yang sudah menutup hidung nya.


Rino tak terima dan langsung melemparkan bantal ke muka Davin,ia sangat kesal karena ulah Davin barusan. Padahal ia merasa tadi adalah waktu terakhir nya,karena kesulitan bernapas.


" Maksudnya kamu apa hah". Bentak Rino.


" Ya hanya mencoba membangun kan kamu,dengan cara yang berbeda. Tapi gimana caranya tadi ,mantap kan "? Tanya Davin santai sambil tersenyum seperti tanpa dosa.


" Cara berbeda apa maksudnya ,yang ada orang kehabisan nafas terus mati muda ". Kesal Rino.


" Haha sudah lah bro sensi sekali kau ini,ayo bangun temani aku di luar sambil menunggu Papa dan Mama.Soalnya sampai sekarang mereka belum pulang ,aku cemas karena memikirkan mereka ". Ajak Davin sambil mengajak Rino keluar.


" Lho kok bisa sih jam segini belum pulang ,sudah coba di hubungi belum "? Tanya Rino yang ikutan cemas.

__ADS_1


"Iya ya aku kok bisa lupa sih hal sepenting ini,kamu tunggu sini aku kekamar ambil ponsel dulu".Ucap Davin sambil berlari kecil menuju kedalam kamarnya ,setelah berhasil mendapatkan ponsel nya ia menyusul Rino di ruang keluarga.


tut tut tut


Davin mencoba menghubungi Mama nya namun sama sekali tak di angkat ,membuat Jantung Davin seakan copot dari tempatnya. Bagaimana tidak selam ini,Mama nya tak pernah mengacuhkan panggilannya.


" Gimana Vin Mama angkat tidak telponnya "?.Tanya Rino penasaran.


" Huft nihil ,aku coba telpon Papa dulu saja siapa tahu papa angkat".Sahut Davin dan langsung menghubungi Papanya namun tetap sama saja nol besar hasilnya.


" Astaga sebenarnya mereka kemana sih,apa nggak sadar atau apa kalau anak nya lagi cemas". Kesal Davin frustasi.


" Coba kamu hubungi Silvia,siapa tahu mereka masis disana". Usul Rino memberikan saran agar tak terlalu cemas.


Tut tut tut


Panggilan terhubung ke ponselnya Silvia ,dan tak ada yang menjawab nya.Davin bingung kenapa lagi dengan semua orang hari ini ,sampai panggilan nya tak ada yang menjawab.


"Silvia kemana sih,kenapa ikutan Mama Papa juga tak angkat telponnya. Apa nggak tahu kalau aku lagi cemas ,ayolah Yang di angkat ".Gumam Davin.


Silvia yang tadi berada dalam kamar mandi ,langsung mengecek konsep. Karena tadi ia sempat mendengar ponsel nya berbunyi ,pertanda ada yang menghubungi dirinya.


Saat mengecek siapa yang menghubungi dirinya ,netranya membulatkan tatkala melihat siapa yang menelpon nya.


"Ya ampun kak Davin ada apa yah tadi telpon.Aku telfon balik deh ,barangkali ada yang penting ".Gumam Silvia lalu memutuskan menghubungi balik Davin


"Hallo Yang tadi kenapa nggak di angkat telponnya "?.Tanya Davin langsung tanpa basa basi.


"Iya maafin aku Kak,tadi dari kamar mandi jadinya nggak dengar. Memangnya ada perlu apa Kak,tadi nelpon aku"?.Tanya Silvia.


" Lho bukannya sudah pulang dari tadi ,bahkan mungkin sudah sejam lebih malah .Memangnya kenapa kak,kok kedengarannya cemas begitu "? Tanya Silvia penasaran


"Mereka belum sampai di rumah ,bahkan ponsel mereka tak di angkat sama sekali "..Sahut Davin frustasi.


" Kok bisa tadi beneran mereka sudah pulang kok,masa sampe sekarang belum balik sih Kak.Jangan sampai mereka ada singgah dulu di mana begitu ,atau mau kemana dulu". Ucap Silvia mencoba menenangkan Davin yang sangat khawatir.


"Mungkin juga ya ,aku kok nggak kepikiran sampai situ. Ya sudah Yang aku padam ,mat malam i love you ".Ucap Davin.


" Iya Sayang malam juga ,I love you too". Sahut Silvia langsung mematikan panggilan tersebut sedang Davin masih berdiri mematung .


Davin sangat terkejut ketika mendengar Silvia memanggil nya Sayang,ia antara percaya dan tidak.


Rino merasa heran melihat Davin yang tak bergerak ,ia berdiri tanpa ekspresi seperti patung Asmat.


" Heii kamu kenapa sihh,habis telponan langsung bengong bukanya senang ".Tanya Rino heran.


" No tadi dia panggil aku Sayang". Ucap Davin masih berdiri mematung seperti orang bengong.


" Astaga Vin bukanya senang ,tapi malah ekspresi kamu seperti itu .Kelihatannya kamu memang mengharapkan panggilan Sayang itu Ya,dasar sudah tua tapi masih merindukan kasih sayang ". Ledek Rino


" Ahh kamu jomblo mah mana tahu rasanya ,saat di panggil Sayang oleh orang yang sangat kita cintai. Itu rasanya bagaikan memenangkan lotre yang bernilai fantastis ,bahkan mungkin di bilang suatu kebahagiaan yang tak mampu di lukiskan dengan kata kata ". Ujar Davin mencoba menjelaskan apa yang tengah di rasakan kini.

__ADS_1


" Ya ya mentang mentang sudah laku jadi ngomong nya seenaknya saja ,gimana kabar Mama sama Papa"?.Tanya Rino yang akhirnya mengingat tentang orang tua mereka.


" Ahhh aku lupa tadi katanya Vivin ,mereka sudah pulang dari tadi hanya mungkin sedang ke suatu tempat sekarang ". Sahut Davin santai


Yapp benar sekali kalau sekarang Tuan dan nyonya Dika sedang menikmati Bakso,di pinggir jalan yang mereka lalui. Sedangkan ponsel mereka dalam mode Silent,jadi tak terdengar sama sekali.


Sebenarnya Yuli memaksa untuk pulang ,takutnya Davin dan Rino khawatir.Tapi Dika yang beralasan karena merasakan masih lapar ,karena tadi di rumahnya Alan ia makan sedikit saja.


Karena napsu makan nya hilang saat Lika dan dirinya berdebat terus ,hal tersebut membuat makanan yang enak di hadapannya berubah jadi hambar.


" Yang sudah dong jangan tambah lagi,ini sudah malam nggak bagus untuk kesehatan ". Yuli mencoba mengingatkan Dika yang makan baksonya sudah mangkok kedua.


" Ini enak sekali lho Yang apalagi dingin dingin begini ,aku janji deh pulang sampai di rumah langsung minum obat kolesterol ".Sahut Dika


Yuli sudah tak bisa berkomentar lagi,percuma saja banyak bicara jika hanya di dengar seperti angin lalu saja.


"Terserah kamu saja ,aku no kommen "..Ujar Yuli jengah.


Dika masih saja menikmati Bakso hangat,apalagi udara dingin seperti ini sungguh sangat menghangatkan badan.


Yuli yang sudah selesai memilih memainkan ponselnya ,namun sedikit terkejut melihat ada panggilan masuk dari Davin. Ia mengecek kapan panggilan masuk ,dan kira kira 30 menit yang lalu.


"Ayo Mas cepetan ini Davin sudah menelpon dari tadi ,dia pasti cemas di rumah ". Pinta Yuli sambil menggoyang lengan Dika.


" Hem palingan hanya mau cari tahu tentang pertemuan tadi ,kamu tahu kan tuh anak jiwa keponya parah sekali ". Sahut Dika santai.


"Ah terserah apapun itu aku nggak peduli,yang penting sekarang bisa secepatnya pulang ". Ketus Yuli


Dika akhirnya mengalah dan memilih membayar Bakso nya,lalu menggandeng tangannya istrinya untuk pulang.


Karena jarak warung bakso dan rumah terlalu jauh ,jadi tak terlalu memakan waktu keduanya sampai di rumah. Terlihat lampu ruang tamu masih menyala ,pertanda ada penghuni yang belum tidur.


"Haiii mat malam semua bujangan Mama,kok belum pada tidur"? Tanya Yuli basa basi


" Hemm gimana mau tidur aku nya,orang pengganggu saja masih berkeliaran dalam rumah ". Sindir Rino sambil memperhatikan wajahnya Davin.


" Ya gimana bisa tidur orang jam segini Mama sama Papa belum pulang,padahal tadi kata Silvia sudah pulang dari tadi ". Sahut Davin yang tak mau di salahkan.


" Ya sudah kan sekarang Mama sama Papa sudah pulang ,jadi kita bisa langsung tidur kan"? Tanya Dika


Davin yang mendengar perkataan Dika tak terima ,bagaimana bisa mereka belum menceritakan apa apa dan langsung main pergi saja..


" Ehh mana bisa begitu ,aku lagi tunggu kabar baiknya.Masa main langsung tidur saja,terus aku nya di buat penasaran begitu "..Tanya Davin tak terima.


" Ya habis nya mata sudah tak bisa di ajak kompromi lagi,nanti besok saja ya". Bujuk Dika padahal sebenarnya ia ingin berolahraga bersama dengan Yuli.


" Ok baiklah jika kalian masuk tidur ,artinya aku juga bakalan ikut tidur bareng". Ancam Davin dengan wajahnya yang serius.


Dika mana mau rencana *** *** dengan Yuli tak jadi ,mau tak mau memilih mengalah dari pada jatah hangus.


" Ya sudah ayo kita kembali duduk ,supaya lebih mudah ceritanya dan dengarnya ". Ujar Dika

__ADS_1


Kini mereka semua sudah duduk manis di ruang tamu ,dan mendengar penjelasan kedua orang tua nya. Davin merasa jantungnya berdegup kencang ,entah mengapa saat ini ia merasa sangat gugup seperti akan mendengar pengumuman kelulusan.


" Tadi Papa sama Mama sudah membahas semua soal Kamu Sama Silvia ,bahkan Alan tak keberatan sama sekali. Dia mendukung penuh hubungan kalian ,tapi Alan dqn dan Lika menyerahkan semua keputusan pada Silvia. Apa ia mau atau tidak menjalani hubungan serius dengan kamu"..Dika menjeda ucapannya ,sembari mencoba mengontrol pernapasan nya.


__ADS_2