
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Rino kesal karena maksud hati ingin membuat Sarah cemburu, malah dirinya yang dibuat kesal.
Maksud hati ingin dapat perhatian ,eh malah dirinya dibuat kesal sendiri karena ulah pria tua itu.
"Hei kok malah diam,ayo sana sampaikan salam perpisahan dulu pada mertua mu.Bila perlu atur jadwal kapan pergi melamar anak ceweknya,ingat juga ya siap mental karena dia punya anak empat lho." ejek Sarah sambil menahan tawanya ketika melihat wajah cemberut milik Rino.
"Aku salah ngomong ya?" Tanya Sarah penasaran ketika melihat wajah tak bersahabat milik Rino .
"Sudahlah jangan bahas lagi,atau aku bakal bawa kamu ke pelaminan sekarang!" Tegas Rino yang sedang dongkol bertambahnya dongkol lagi.
"Aku kenapa ,perasaaan hanya mengingatkan saja tadi jadi jangan marah ya Mas Bule!" Bujuk Sarah sambil memasang wajah paling manisnya.
"Sarah ,pliss deh jangan pancing keadaan ya!" bujuk Rino lagi.
"Ok baiklah,ayo kita masuk mobil untuk makan didalam setelah itu antarkan aku pulang ya!" Pinta Sarah pelan.
"Tapi kita obati memar dipipi kamu dulu ya,daripada nanti orang tua kamu berpikiran macam macam." Sahut Rino memelas karena tak ingin Sarah kenapa napa.
"Hem baiklah aku nurut saja deh tapi setelah makan ya,kasihan lho makanan seenak ini malah dianggurin!" Sahut Sarah.
Keduanya kini menikmati makan didalam mobil,Rino sangat menikmati makanan yang berada ditangannya.Pria tampan itu bahkan terlihat sangat antusias , dirinya bahkan sampai memejamkan matanya karena saking menikmatinya .
"Kamu nanti besok lusa kalau aku minta buat masakin aku makanan ini tiap hari boleh?" Tanya Rino memastikan.
"Boleh!" Sahut Sarah santai membuat senyum langsung terbit diwajah tampan itu.
"Artinya kamu tidak menolaknya kan?" Tanya Rino lagi.
"Tidak!" Sahut Sarah.
__ADS_1
"Artinya kamu mau jadi istriku kan?" Tanya Rino yang sengaja ingin membuat Sarah menjawab entah sadar atau tidak.
"Tidak!" Sahut Sarah tanpa sadar.
"Yesss,baiklah kalau begitu aku besok bakal lamar kamu keorang tua kamu!" Sahut Rino antusias membuat Sarah langsung menatap heran kearahnya.
"Kamu kenapa lagi menang lotre?" Tanya Sarah penasaran.
"Kamu tidak ingat apa yang kamu katakan tadi?" Tanya Rino memastikan.
"Hemm apa ya?" Tanya Sarah penasaran.
"Kamu mau jadi pacarku dan besok suruh aku melamar kamu keorang tua kamu!" Jelas Rino membuat Sarah langsung tersedak makanan dalam mulutnya.
"Uhuk uhuk,kamu itu ngomong apa tadi?" Tanya Sarah lagi.
"kamu dengar tidak tadi yang apa yang aku katakan?" Tanya Rino balik.
"Aku kan penasaran ,kapan ya aku bilang begitu atau kamu bohong ya?" Sinis Sarah sambil menatap tajam kearah Rino.
"Lho kok gitu sih,sejak kapan aku bohong tentang perasaan aku?Atau memang menurut kamu aku hanya bercanda saja,tidak ada keseriusan seperti pria bule yang lain?" Selidik Rino .
"Hehe bukan seperti itu sih,tapi kita belum lama kenal lho belum juga tahu sifat asli masing masing. Kalau kita paksa untuk jalan ,apa nanti tidak ada kecocokan bisa untuk diperbaiki?" Tanya Sarah ambigu.
"Tapi jika saling mengenal lebih dahulu kan tidak ada salahnya ,agar besok lusa tidak ada namanya perpisahan." Sahut Sarah.
"Kamu kalau belum melangkah sudah pesimis lebih dulu ,maka bisa dipastikan hubungan ini bakal jalan ditempat saja kalau respon kamu seperti ini terus!" desah Rino sambil menyugar rambutnya kebelakang.
"Maaf!" Lirih Sarah sambil menundukan kepalanya.
Rino jadi tak enak hati melihat wajah murung milik Sarah itu,apakah dirinya terlalu terkesan memaksa atau bagaimana sehingga wanitanya jadi begitu.
"Maafkan aku jika tadi bicara tak jelas,aku terkesan memaksa ya?" Tanya Rino pelan.
"Bagaimana kalau kita saling mengenal dan berteman mulai dari sekarang?" Tanya Sarah tiba tiba.
Senang oh tidak Rino tak ingin menjadi teman ia menginginkan lebih ,akan tetapi ia juga tak bisa memaksakan kehendak jika nantinya malah membuat jarak antara keduanya semakin besar.
"Baiklah ,kalau begitu kamu tidak boleh menolak jika aku selalu berada disamping kamu,atau bila perlu saat pergi pulang kampus aku yang jemput!" Saran Rino akan tetapi tak ingin dibantah.
"Haissh itu kesannya kamu jadi bodyguard aku tau tidak?" Kesal Sarah.
__ADS_1
"Bodoh amat ngapain juga mau dibuat pusing ,santai saja lagian tidak menyusahkan orang lain juga kan?" Tanya Rino santai.
Rino adalah tipe pria yang tak ingin dibantah ,jika perkataannya benar dan tak diragukan lagi.Akan tetapi ia juga harus sadar dong,kalau tipe wanita seperti Sarah selalu tak ingin dikekang atau di batasi pergerakannya.
"Kamu udah selesai makannya?" Tanya Sarah.
"Sudah dari tadi,ingat ya janji kamu kalau kita nikah bakal masakin aku makanan yang tadi!" Ujar Rino permohonan.
"Etdah kamu bakal melar lah tiap hari kalau makan nasi uduk terus!" Sindir Sarah sambil terkekeh geli.
"Biar melar tapi kalau karena kamu aku ikhlas deh,yang penting kamu tetap didekat aku tidak kecantol pria lain." Sahut Rino serius.
"Etdah belum nikah aja mikirnya macam macam,apalagi kalau sudah bisa bisa aku ngomong sama tukang sayur juga bakal kamu larang." ledek Sarah manyun.
"Tenang aku bakal jadi tukang sayurnya saja demi kamu." Goda Rino membuat wajah Sarah memerah.
Dilain tempat Rendy yang dari semalam berjalan mencari bantuan ,akhirnya terlelap digubuk seorang janda kembang.
Janda yang biasa dipanggil Eneng kunti itu hobinya daun muda,apalagi yang terlihat masih kuat diajak main kuda diranjang.
Kunti seperti pagi sebelumya selalu datang di pondok yang berada dipinggir jalan,ia ingin menunggu angkot untuk mengantar dirinya kekota sekedar menjual hasil kebunnya.
Ketika ia sampai di kebunnya ,ia sangat terkejut melihat pemandangan surga dunia dihadapannya kini.
Rendy yang aslinya memang tampan walaupun wajahnya kini memar dimana mana,membuat Kunti berjingkrak kesenangan.
"Aduhh Gusti ini mah rejeki nomplok ,semalam nggak ada yang kelonin eh sekarang malah ada yang nungguin disini." Gumam Kunti yang seakan melupakan maksud dan tujuan dirinya berada disini.
Tangan Si janda kembang itu bahkan sudah menari dimana mana,ia sangat terpesona dengan dada bidang milik Rendy itu.
"Aduh ini bening sekali apa dia dari surga yang dikirim Gusti untuk datang,ah kalau begitu aku ingin deh dicium walau belum sikat gigi." sambung Kunti lagi yang memang terlihat butuh belaian.
Rendy yang sedang tertidur terusik dengan sesuatu yang berada didadanya,terdengar dan terasa seperti deru nafas seseorang yang jaraknya sangat dekat.
"Mmmmhhh,Bang ayo Adeknya dielus dikit dong!" Desah Kunti yang entah setan apa yang merasuki dirinya hingga bermain solo diatas tubuh Rendy.
Rendy yang memang seorang player tak mungkin dong menyia nyiakan kesempatan ini,lagian jangan salahkan dirinya bukannya si kunti yang berinisiatif sendiri.
Grep
Rendy membalikkan posisi dengan dirinya berada diatas Kunti yang ternyata hanya memakai dalaman saja,terlihat orang yang dibawah kukungannya membuat sakit mata dengan dandanannya yang menor.
__ADS_1
Apalagi bagian bibirnya yang berwarna merah menyala ,kalau dipikir kira kira ia memoleskan beberapa senti memang mungkin lipstik miliknya hanya untuk beberapa kali pake saja.