
Dua jam perkuliahan akhirnya berhasil Anita lewati walaupun harus menahan kantuk yang teramat sangat. Dia tidak mau ketinggalan pelajarannya sedangkan ujian semester tinggal satu bulan lagi sementara materi perkuliahannya semakin lama semakin rumit. Terkadang di saat-saat seperti ini Anita menyesali keputusannya dulu memilih jurusan matematika. Disaat lelah seperti ini motivasinya menghilang entah kemana, rasanya ingin sekali pergi jalan-jalan menghirup udara segar.
Anita memutuskan kembali ke kos Zahra, ingin segera menyusul Zahra meringkuk di kasur nya, kalau saja Zahra masih di posisi yang sama seperti tadi pagi.
Sampai di kamar kos Zahra, Anita langsung menghempaskan tubuhnya di kasur, telentang dan kakinya menggesek-gesek tepi kasur itu. Suara gemericik air menandakan bahwa Zahra berada di dalam kamar mandi.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.
“Hwaaaaaaaa…” Zahra berteriak cukup keras. Terkejut melihat Anita yang sudah dalam posisi terlentang di atas kasur, Zahra pikir adalah orang asing. Sementara Anita malah tergelak tertawa riang lalu kebablasan menguap dan sebuah handuk kecil berhasil mendarat di muka Anita.
“parah kamu, Nit.. ucapin salam dulu kek atau ketuk pintu gitu..” ucap Zahra menggerutu.
“kamu aja yang nggak denger..” balas Anita mencebik.
“aku ngantuk banget, nanti bangunin aku kalau kamu mau berangkat ya.” pinta anita lagi.
“nggak bisa, aku mau keluar sekarang.” Jawab Zahra kesal.
__ADS_1
“kemana? Kan kuliah siang, nanti berangkat bareng sih..” pinta Anita lagi.
“makan terus ke perpus.” Jawab Zahra seadanya di depan kaca.
“makannya disini aja sama aku ya sayang..” rayu Anita.
“iiiiuhhhh, ngeri..” ucap Zahra bergidik mendengar ucapan Anita.
“nyuruh orang jangan lupa sarapan kamu sendiri belum makan. Gimana sih? Muka mu udah pucat banget gitu tau” lanjut Zahra
“hmm..nggak sempet.” Anita kini berjalan menuju cermin di kamar itu, memastikan apa iya dia benar-benar pucat sampai semua orang berkomentar.
“tadi Dila sama dian juga bilang aku pucat banget, cuma mau mastiin aja sayang. Tuh, makan tuh cermin.” Ujar Anita lalu kembali ke kasur.
Melihatnya Zahra menjadi sedikit iba, sahabatnya itu pasti sangat kelelahan, hampir setiap hari menempuh jarak yang lumayan jauh menuju kampus-rumah dan sebaliknya. Dan kini ditambah kegiatan organisasi yang mulai penuh hingga kini mereka sedikit kewalahan. Namun, saat Zahra meminta Anita agar menyewa kamar kos, Anita selalu menolak dengan alasan ibu nya sendirian, sayang uangnya, dan lain-lain. Jadi, walaupun Zahra kadang kesal, tapi ia tetap tidak tega jika menolak Anita saat ingin menginap di kos nya.
“tiduran dulu, nanti aku bangunin. Aku keluar beli makan dulu.” Titah Zahra, mengambil tas nya dan beranjak keluar.
__ADS_1
“hmm..” jawab Anita singkat.
***
Setelah selesai jam kuliah siangnya, Anita akan langsung menuju perpustakaan. Sebelumnya ia mampir ke kantin membeli beberapa roti dan cemilan buat mengganjal perut. Zahra masih ada kuliah sampai sore. Tetapi Anita sudah bilang padanya bahwa ia harus menyusul ke perpus begitu kuliahnya selesai. Zahra tau bahwa mereka akan bertemu mas Hanif lagi.
Ting.
Pintu lift terbuka. Anita masuk ke dalam lift tersebut lalu memencet tombol lantai tujuan, lantai 2. Perpustakaan tersebut memiliki 5 lantai termauk basement dan lower ground. Basement digunakan untuk menyimpan arsip-arsip, lower ground digunakan untuk e-library, kantor karyawan dan juga lobbi, lantai 1 digunakan untuk koleksi buku-buku ilmu sosial, lantai 2 untuk koleksi ilmu science dan eksakta, terakhir lantai 3 adalah aula untuk pertemuan.
Ting.
Pintu lift kembali berbunyi, dan sampailah di lantai yang dituju Anita. Anita beranjak keluar dan mencari tempat duduk favoritnya, dekat dinding kaca. Perpustakaan tersebut memiliki dinding kaca yang luas sehingga dia bisa memandang keluar melihat hijaunya pepohonan. Lalu meletakkan tasnya terlebih dulu sebelum mencari buku diktat.
Anita menghabiskan waktu sendirian di perpustakaan sambil mengerjakan tugas di organisasinya. Tak terasa waktu sudah hampir maghrib, tetapi Zahra belum juga datang. Anita memutuskan ke kamar mandi dan mengambil air wudhu sambil menunggu adzan maghrib, lalu ke mushola perpustakaan tersebut.
\~\~\~
__ADS_1
terima kasih untuk pembaca setia..
terus dukung karya ini ya dengan like and vote..