Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 365


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT***


"kamu kenapa capek?" Tanya Sarah penasaran.


"Bisa diam tidak?" Kesal Rino karena sudah tak bisa menahan gejolak terpendamnya.


"Lho kok gitu padahal siapa tahu kau bisa bantuin kamu?" Tanya Sarah balik karena merasa heran.


"Nanti dimobil saja baru kamu tolongin aku!" Sahut Rino tersenyum penuh arti.


"Nanti sajalah kalau begitu,orang aku mau tolongin kamu gimana orang lagi bugil begini yang ada aku malah pancing adek kecilmu berdiri." Sinis Sarah.


"Etdah padahal itu yang mau kuminta tadi!" Gerutu Rino dalam hati.


"kenapa diam?" Tanya Sarah heran.


"Kamu itu tadi mau diperkosa lho,tapi kok cerewet amat sih bagaimana kalau aku yang gantian tuh brengsek yang perkosa kamu." Ujar Rino yang kesal karena mulut Sarah yang cuap cuap terus.


"Eh mana boleh begitu ooo,kamu pikir aku wanita apa keluar dari kandang serigala masuk kandang macan begitu?" Kesal Sarah.


"Etdah diam dah jangan bicara lagi Lady's sebelum kugigit bibir kamu itu." Ancam Rino membuat Sarah langsung mati kutu.


Dengan menundukan kepalanya Sarah hanya diam saja,bukan karena takut tapi malu karena puncak dadanya benar benar menyentuh da*a nya Rino.


Terlihat wajah pria itu biasa saja,mungkin karena ia tak ada rasa jadinya responnya ya gitu deh santai kaya dipantai.


"Oh Tuhan inikah yang dinamakan sentuhan tak langsung,aku kenapa jadi geli sendiri ya?" Batin Sarah.

__ADS_1


"Kamu kenapa *****?" Ejek Rino membuat Sarah mendelik kesal kearahnya.


"Percaya dirinya ketinggian Bang!" Sindir Sarah ketus.


Rino sebenarnya ingin tertawa melihat wajah kesal Sarah,apalagi dengan gaya bibir seksi yang mengerucut kedepan.


"Kamu mau godain aku ya?" Tanya Rino .


Sarah mendelik keheranan,bagaimana tidak tadi dia bicara apa kok jawabannya parah seperti itu.


Akan tetapi begitulah hidup kalau tidak ada orang yang mengalah,maka akan terus berlanjut perdebatan itu.


Bukankah diam itu aman daripada ribut,sudah buat rusak telinga rusak juga suasana.


Kini mereka sudah masuk dalam mobilnya Rino yang terparkir kira kira dua ratus lima puluh meter dari Villa milik Rendy tadi.


"Aku boleh duduk dibelakang biar bisa tiduran?" Pinta Sarah pelan tak enak hati sudah ditolong diberikan tumpangan eh malah minta aneh aneh lagi.


"Hemm baiklah!" Sahut Rino yang juga tak mungkin menolak keinginan Sarah karena terlihat jelas wajah lelah wanita cantik itu.


"Tidurlah ada aku!" Ucap Rino pelan entah didengar oleh Sarah atau tidak.


"Terima kasih!" Sahut Sarah sambil matanya terpejam.


Rino hanya tersenyum karena ia sangat bahagia hari ini,bisa berguna bagi orang yang sangat dicintainya. Walaupun wanita itu tak pernah menyadarinya,namun biarpun mencintai dalam diam tapi baginya adalah kebahagian tersendiri.


Silvia tak tahu harus berbuat apa,karena dari tadi ponsel nya Sarah tak bisa dihubungi.


"Nih orang kemana saja sih dari tadi,masa iya ditelan bumi atau Alien begitu jadi tidak nongol kepermukaan?" Gerutu Silvia kesal.


Sementara itu Davin hanya melihat istrinya dengan tatapan heran,ada dirinya disamping bukanya dicemaskan malah orang lain yang merupakan wanita perusak dunia.


"Kamu kenapa?" Biasalah pertanyaan basa basi yang selalu memerlukan jawaban.


"Nih Sarah kemana sih?" Gerutu Silvia kesal.


"Suami kamu itu aku atau si cempreng itu?" Tanya Davin kesal.

__ADS_1


"Eh kok gitu sih,kamu pikir aku jeruk makan jeruk begitu jadi seenak jidat kamu mengatakan hal itu?" Sinis Silvia yang sangat emosi.


"Nah tuh kan salah lagi,kenapa semua istri itu selalu sensi an apalagi kalau Pms wah tambah parah lagi.'batin Davin.


"Hubungi Sahabat bule kampret kamu itu,jangan sampai dia lagi utak atik tubuh Sarah!"perintah Silvia tak ingin dibantah.


"Huss biarpun fisiknya bule tapi otaknya isi dengan sopan santun kok!' Ucap Davin.


"Oh gitu ya,syukurlah kalau begitu karena jika dianya mesum,maka bisa dipastikan kamu juga ikutan mesum padahal mungkin iya benar juga sih." Sindir Silvia.


"Nah tuh kan salah lagi akunya." gerutu Davin.


"Aku jelasin ya Sayang,pria yang mempunyai fisik menawan tidak semuanya nakal atau player.Kenapa karena bagi mereka tampan dan sempurna itu bonus,tinggal bagaimana caranya menggunakan bonus itu." jelas Davin yang tidak mau sang istri punya pikiran macam macam lagi.


"Hehe bercanda kali Bang,jangan langsung ngegas begitu dong." goda Silvia.


Davin hanya mendengus kesal karena kalau ia menjawab pasti bakal salah lagi,The power of Emak emak.


"Kamu telpon Rino deh siapa tahu Sarah bareng dia!" Pinta Silvia lagi.


Davin mau tak mau menghubungi Rino,agar sang istri tidak menyuruhnya terus menerus.


Rino yang tengah mengemudi dikejutkan dengan panggilan dari Rino,ia pun segera mengangkatnya karena ia sangat paham dengan watak Davin.


"Hemm kenapa?" Tanya Rino tanpa tedeng aling.


" Tuh manusia perusak dunia ada kah?" Tanya Davin langsung.


"kenapa memangnya?" Tanya Rino heran.


"ada atau tidak?" Tanya Davin lagi memastikan.


"Ada lagi tidur noh." ucap Rino.


Silvia yang mendengar Sarah tidur bersama Rino membuat otaknya traveling kemana mana.


"Wooi kamu tidak ajakin sahabatku berbuat aneh aneh?" Tanya Silvia sinis.

__ADS_1


__ADS_2