
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Rino masih mencoba untuk membujuk Sarah,untuk harus menempuh janjinya tadi saat masih dalam perjalanan.
Sedangkan Sarah sangat kesal karena melihat tatapan para mahasiswa, yang menatap heran kearah keduanya.Sarah sungguh merasa tak nyaman ketika di lihat sampai segitu nya,ia selama ini paling tak suka di jadikan bahan perhatian semua orang.
Eva yang tidak terima karena Rino lebih memilih mendekati Sarah ,ia pun langsung mendekati kearah keduanya. Ia ingin melabrak Sarah karena berani mendekati pria incaran dirinya ,sungguh ia sangat tak menyukai hal itu.
" Heii kau cewek jelek ,ngapain deketin cowok punya ku"? Hardik Eva kasar.
Sarah memilih tak menggubris sedikit pun,ia tak ada niat meladeni perkataan Eva yang sedang cemburu tak jelas.
Karena merasa Sarah tak merespon perkataan nya,Eva merasa tak terima.Ia merasa harga dirinya di injak sebagai wanita tercantik.
" Ihhh cewek biasa saja tapi sok luar biasa ,pergi sana ngapain nempel terus sama Kak Rino. Asal kamu tahu ya ,dia itu calon pacar aku tau nggak sih kamu". Sindir Eva.
Sarah terlihat semakin kesal apalagi melihat ekspresi Rino yang biasa saja,tak ada niat membantunya ataupun menjelaskan apa yang terjadi. Tak ada bantahan ataupun sedikit mengeluarkan suaranya ,ia jadi bingung apa yang harus di lakukan.
Berbeda dengan Rino yang sedang menatap ke arah Sarah,ia ingin seberapa kuatnya seorang cewek bar bar kalau mengamuk. Soalnya tadi ia sendiri sudah merasakannya ,dan ingin menunjukkan kepada dunia jika wanitanya bukan lemah.
__ADS_1
Sarah memilih menjauh dari Eva yang dari tadi berbicara tak jelas,ia tak ingin meladeni orang yang suka melakukan sesuatu seenak otaknya saja.
Saat Sarah hendak pergi ,Eva langsung menarik tangannya dan bahkan tak membiarkan ia melepasnya.
" Woii cewek bego kamu tuli atau apa hah,dengar tidak tadi aku ngomongnya apa hemm.Bisa tidak tingkahnya jangan sok galak,padahal kamu takut kan"? Sinis Eva.
Sarah sudah tak kuat menahan emosi nya,ia dengan kasar mendorong tu tubuh Eva agar menjauhi nya.
" Heii wanita yang katanya luar biasa,kenapa datang marah marah kepada ku yang biasa ini.Takut nanti kalah saingan kan,dasar mulut ember bocor hobinya ngomong nggak jelas". Ujar Sarah sambil menatap sinis kearah Eva yang sedang terlihat sangat kesal.
" Apa kamu bilang tadi coba di ulangi lagi,aku sepertinya salah dengar ". Sahut Eva
" kamu naksir tuh cowok ambil saja ,aku nggak napsu yang begituan ". Kesal sarah yang langsung mendapatkan pelototan dari Rino.
Ia seperti merasakan sakit hati ketika mendengar pernyataan Sarah barusan ,apa kurang nya dirinya sampai berbicara seperti itu.
" Haha alasan saja muka pembohong seperti kamu mana aku percaya,pasti akal akalan kamu saja supaya aku nggak marah lagi kan"?.Tanya Eva.
Rino yang kesal sekaligus tak terima,langsung menarik tangan Sarah dan memeluk nya di hadapan semuanya.Eva. bahkan sampai membuka mulutnya lebar,karena saking tak percaya apa yang sedang dilihatnya.
" Aku Sayang kamu aku Cinta kamu ,mungkin ini terlalu cepat tapi ku yakin jika aku mencintai pada pandangan pertama. Janganlah ikhlaskan aku untuk yang lain,karena itu tak kan pernah ku lakukan ". Lirih Rino sambil memeluk Sarah erat.
Sarah sudah tak bisa berkutik lagi ketika berada di pelukan Rino ,karena ia merasakan sangat nyaman sekali. Aroma tubuh Rino sangat memanjakan indra penciuman nya,ia juga bingung kenapa tak ingin berontak sama sekali.
Melihat Rino yang memeluk erat tubuh Sarah ,wajah Eva langsung memerah karena malu.Sebab ia percaya diri kalau Rino menyukai dirinya ,padahal ia cuman orang yang numpang lewat saja.
Dengan menundukkan wajahnya ,Eva menuju parkiran untuk menuju kedalam mobilnya. Ia ingin pergi segera dari situ ,sebab tak punya muka lagi untuk mendengar ejekan mahasiswa yang lain.
" Aduh malunya diriku kalau di tolak di belakang boleh lah,eh ini mah di permalukan secara masal namanya ". Sindir salah satu mahasiswa yang bertemu Eva di parkiran
" Hemm apa lagi aku mah,besok langsung pindah kampus karena muka nih mau taruh di mana lagi". Teman nya menimpali.
__ADS_1
Eva merasa geram mendengar dirinya menjadi pusat ejekan hari ini,tapi ia tak bisa berbuat apa apa.karena bisa lebih parah lagi,semua orang akan membicarakan nya tanpa henti.
Ia masuk kedalam mobil nya dan melaju meninggalkan para Mahasiswa, yang dari tadi menjadikan nya superstar dadakan.
" Aduh Sar pacar nya so sweet banget sih ,kenalin dikit napa jangan nempel terus. Kasihan lho jiwa jomblo kita meronta ,ingin di kasihani". Goda salah satu teman Sarah.
Sarah yang langsung tersadar dan jika kini berada di pelukan Rino,pas memang di depan semua anak anak.Ia pun segera menjauh dan berlari kedalam kelas,tanpa mau mengangkat wajahnya melihat siapapun di hadapannya.
" Cieee yang lagi jatuh cinta nempel terus,tadi katanya nggak suka eh sekarang malu malu tapi mau". Ejek Silvia yang dari tadi melihat interaksi Sarah dan Rino dari depan kelas mereka.
Davin hanya tertawa mengacak gemas kepala Silvia ,yang sungguh terlihat sangat menggemaskan.
" Sayang kenapa sih kamu semakin hari makin cantik saja,aku jadi takut meningkatkan kamu sendirian di sini ". Ucap Davin memasang wajahnya yang memelas.
" ishh lebay deh selama ini aku sendirian saja masih sehat dan ok saja,sudah ah sana pulang aku mau ketemu sama mantan jomblo dulu".Sahut Silvia.
" Lho kalau kamu pergi aku nya gimana yang,masa aku harus pisah lagi sama kamu "? David masih belum mau berpisah dari Silvia sedetik pun.
" Etdah lebay banget sih ngomongnya,aku kesini untuk kuliah bukan untuk pacaran. Kalau mau pacaran tunggu nanti kalau sudah selesai ,jadi sekarang pulang dulu ya"..Bujuk Silvia.
" Nanti kalau ada yang godain kamu aku nya nggak ada,terus harus buat apa dong"?.Tanya Davin memastikan.
" Nih lihat banyak yang masih belum hilang,jadi tenang saja kalau ada yang godain aku tinggal tunjuk ini saja.Terus bilangnya seperti ini,tanda yang di leher ku adalah bukti keganasan suamiku semalam ". Bisik Silvia dan berlari masuk kedalam kelas karena malu.
Sedangkan Davin antara percaya atau tidak dengan apa yang di dengar nya,bahwa Silvia mengatakan semua itu.Ia merasa menjadi pria yang paling beruntung ,karena bisa mendapatkan kekasih yang sangat cantik.
" Baiklah aku tunggu di kantin saja ya,soalnya sama saja kalau pulang kerumah sedang hati aku masih tertinggal disini ".Ucap Davin.
" Ihh gombalan nya nggak mempan Sayang,tapi kalau memang mau nungguin aku malah lebih bagus. Tapi ingat jaga tuh mata,jangan sampai jelalatan kesana kemari,atau bakalan ku congkel ". Ancam Silvia sambil menatap tajam kearah Davin.
__ADS_1
Sedangkan Davin hanya terkekeh ,mendengar nada ancaman Silvia tadi.Yang terdengar seperti sesuatu yang sangat menyenangkan ,ia sampai sudah tak bisa untuk menahan agar tak mencium Silvia.