Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 237


__ADS_3

AUTHOR LAGI NYESEK LHO...MEMANG REALITA TAK SESUAI EKSPEKTASI...WADAOOW KALO BEGINI YAP PASRAH SAJA...


HEMM CURHAT DIKIT BOLEH YA...


JANGAN LUPA LIKE, KOMMEN N VOTE NYA YA YA YA


Alan tak mampu bertahan, ketika berdiri di hadapan Yuli.Ia merasa seperti seseorang yang tak berguna saat ini, karena melihat orang yang sangat di cintai merasa kesakitan.


" Tuhan, kenapa sesakit ini ketika melihat orang kita cintai terbaring tak berdaya". Lirih Alan.Dari tadi air matanya tak berhenti mengalir, ia juga harus berlama lama di dalam toilet.Karena ia tak mau semuanya melihat kesedihan yang di alami nya.


Setelah Di rasa Cukup baik, Alan membasuh wajah nya.Agar ia lebih terlihat segar dan tak berantakan lagi.Ia pun memutuskan kembali ke ruangan nya Yuli, disana ia hanya melihat Dika sedangkan Yang lain sedang keluar.


" Ka, gimana keadaan Yuli"? Tanya Alan


"Masih belum sadar Lan, oiya bukan nya kamu harus balik ke Amerika"? Dika balik bertanya.


" Lain kali kan masih bisa, lagian kalau aku nggak jadi berangkat Amerika nggak akan pindah juga". Sahut Alan


Dika tak menyahut, ia hanya tersenyum kecut, dan hanya memandang wajah istri nya itu.Dika mencium kepala Yuli dan memegang tangan nya, air matanya dari tadi tak berhenti mengalir.


" Bro aku cari makanan Ya, kamu harus punya tenaga untuk menjaga Yuli". Bujuk Alan


" Makasih Lan, tapi aku nggak ada napsu makan". Tolak Dika halus.


Tak lama terdengar langkah kaki mendekat kearah ruangan nya Yuli.


tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, tak lama ada yang masuk.Alan dan Dika menatap kearah pintu, ternyata yang datang adalah Jason dan Lika.


"Dika, Yuli kenapa kok bisa begini"? Tanya Lika dengan nada panik dan segera menuju ranjang tempat Yuli berbaring.


Sedangkan Jason memilik duduk di sofa samping Alan.Lika berdiri di samping Yuli dan memegang tangan nya, lika tak bisa menahan tangis nya.Karena melihat sahabat suka dan dukanya, sedang lemah tak berdaya.


Dika hanya menunduk dengan mata yang bengkak, dan penampilan yang acak acakan.


" Dika kamu jawab dong, Yuli kenapa sampe bisa begini"? Lika setengah berteriak.


" Tadi aku nggak sengaja dorong dia, di atas tempat tidur.Namun ia terjatuh dan kepala nya membentur pinggiran ranjang."Terang Dika dengan wajah lemas.


" Ya ampun ka, kok bisa sih kamu ceroboh begini"? Sesal Lika

__ADS_1


" Terus gimana keadaan Yuli sekarang"? Tanya Lika lagi


" kata dokter tunggu pemeriksaan selanjut nya, setelah pasien sadar". Jawab Dokter


" Isshh kamu nih bikin kesal saja, istrinya bukan di jaga malah di ajak smack down". Gerutu Lika.


Dika pun bangun dan membiarkan Lika duduk di samping Yuli, sedangkan ia pergi bergabung dengan para pria yang gagal move on dari istrinya itu.


" Hei bro, kamu tenang saja, Yuli pasti baik baik saja".Hibur Jason


Dika hanya tersenyum kecut, langsung duduk di samping Jason.Ketiga pria tersebut memandang ke arah Yuli, ada tatapan cemas di mata mereka bertiga.


" Ya ampun Yul, disaat aku coba bangkit kamu malah celaka, kenapa hati ku sakit melihat kamu seperti ini". Guman Jason dalam hati.


Dika yang cemas, bangkit dan memeluk tubuh istrinya itu lagi.Ia menggoyang kan tubuh Yuli dan memanggil namanya.


" Sayang kamu bangun dong, aku nggak kuat lihat kamu seperti ini.Kamu tega buat aku tersiksa, sayang aku mohon kamu bangun yah"! Tangis Dika


Lika yang melihat keadaan Dika, hatinya merasa kasihan.Ia melihat begitu besar, rasa cinta Dika untuk Yuli.


Alan dari tadi hanya diam saja langsung mendekat, dan memanggil Yuli.


Yang mana membuat Lika langsung memukul kepala nya, Lika menatap tajam kearah nya.


" Dasar bocah kampret, orang lagi sakit di ajak curhat.Mana curhat nya gaje lagi, katanya udah laku padahal dalam mimpi doang".Kesal Lika


" Lha kenapa kamu yang nyolot, kan aku ngomong nya keYuli.Ahh Yul, kita maklum saja ya, kan sahabat kita ini cempreng lima oktaf". Sahut Alan seolah olah berbicara ke Yuli.


Dika hanya diam saja, menurut nya dengan mendengar perdebatan Alan dan Lika.Pasti akan membuat istrinya itu sadar.


" Kamu tuh Ya , untung juga Yuli sakit kalau tidak sudah kuhabisi kau".Ancam Lika


" Idih cewe bar bar, kalo marah ngalahin mak lampir". Sahut Alan sambil bergidik ngeri.


" Apa kamu bilang", Lika hendak maju tapi di kejut kan dengan suara Yuli.


" Setan alas kunti kalian". Kesal Yuli


Dika dan yang lain nya melongo mendengar makian Yuli.Namun tak lama mereka saling pandang dan langsung tersenyum.


"ahhh, terseyeng ku, tersyantik ku ter manis ku, kamu sudah sadar". Teriak lika yang mana membuat semua menatap tajam kearah nya.

__ADS_1


Ia pun memukul mulut nya pelan, dan mengangkat jari nya berbentuk v.


" Fix, salahin mulut aku yang nggak ada akhlak, bukan aku ya". Ujar Lika sambil menyengir.


" Issh suara kamu ngalahin bunyi toa, pedagang kaset tau". Umpat Alan.


"Sayang kamu sudah sadar, mana yang sakit aku panggil dokter ya".Ucap Dika langsung memencet tombol di atas ranjang.


Tak lama dokter pun muncul, dan langsung memeriksa keadaan Yuli.


" Nona, apa yang anda rasakan saat ini, apa ada yang sakit".Tanya dokter


" Telinga saya sakit dok, karena disini ada speaker aktif". Sahut Yuli dengan nada menyindir.


Dokter tersebut hanya tersenyum mendengar jawaban aneh dari Yuli.


"Bagaimana dengan kepala, ada yang sakit tidak"? Tanya dokter tersebut lagi.


" Tidak ada dok, hanya pusing sedikit saja". Sahut Yuli


" Ok kalau begitu tak ada yang mengkhawatir kan, tapi anda belum boleh pulang.Karena masih dalam pemantaun kami, jika memang baik baik saja besok nona sudah bisa pulang". Ucap dokter tersebut.


" Makasih dokter". Sahut Yuli


Dokter tersebut menganggukan kepala dan hendak keluar.


" selamat Ya nona dan Tuan atas pernikahan nya.Maaf tak bisa hadir, soalnya kerjaan menumpuk". Jawab dokter tersebut.


" Makasih dokter adnan". Sahut Yuli


Dokter tersebut pun pamit undur diri, untuk memeriksa pasien lain.


" Sayang aku seneng banget akhirnya kamu sadar, aku minta maaf ya karena aku kamu jadi celaka".Ujar Dika sambil membelai pipi istri nya itu.


"hem aku nggak papa kok yang, tapi kamu kok kumal banget". Ucap Yuli


" Habis nya lihat kamu pingsan ya aku panik, aku kesini aja nyeker".Sahut Dika merajuk.


" Cup cup, aduh suamiku sayang suamiku malang". Goda Yuli sambil merentang kan tangan untuk memeluk Dika.Dika yang paham, langsung memeluk istrinya itu, bahkan tak peduli dengan tiga makhluk lain.


Mereka memandang jengah kearah keduanya, yang seolah hanya ada mereka berdua sendiri.

__ADS_1


__ADS_2