
HAI HEI LOPE LOPE KU
MAAF KAN AKU JIKA BANYAK PERTANYAAN TENTANG BABANG JASON...
IYA KARENA RENCANA DARI AWAL ADALAH PEMERAN UTAMA YAITU DIKA DAN YULI..
SEDANGKAN ALAN DENGAN...
JADI DI TUNGGU SAJA YA GUYS...DIKIT LAGI UDAH TAMAT KOK LOPE U FULL..
LANJUT...
" ma,terus aku gimana aku nggak mau di tinggal Jason, aku mohon ma bangun kan dia". Pinta Lika ia hanya nenangis dalam hati dan tak ingin menunjukan ke semua orang jika ia kini tengah sangat terpukul.
"Sayang kamu jangan bersedih nak, kita manusia bisa merencanakan tapi Tuhan yang menentukan". Sahut Dina
" Sayang ayo bangun, aku nggak kuat jika terus seperti ini, aku butuh kamu sekarang". Lirih Lika di dekat jenazah Jason.
Rika dan Dion yang sudah sampai di tempat langsung mendekati Samuel dan Dina yang sedang terpukul.
Dina yang melihat kakak lelaki nya datang, ia langsung mendekati nya dan memeluk nya.
" Mas, Jason pergi mas haha aku nggak tahu mesti bagaimana lagi". Lirih Dina
Dion paham betul apa yang di rasakan adik nya itu kini, Ia memeluk nya dan mengusap bahunya.
" Sudah dek,jangan bersedih lagi kamu nggak kasihan Jason, dia pasti sedih melihat kamu seperti ini". Hibur Dion
" Mas aku mohon suruh mereka kembalikan Jason, hanya itu yang aku mau".Ujar Dina
" Dek kamu nggak boleh ngomong seperti itu, kita nggak boleh melawan takdir karena nyawa itu hanya titipan jika sang empunya ingin dia bisa mengambil nya kapan saja". Bujuk Dion lagi.
Dina menangis sesegukan, Dion menuntun nya agar duduk di samping Samuel.Yang dari tadi tak bersuara, ia hanya menatap miris ke tubuh kaku anak nya.
__ADS_1
Dion menepuk pundak Samuel, mencoba menguat kan nya.
" Yang sabar Sam,mas yakin kamu bisa menemani Dina untuk melewati ini semua". Ujar Dion
" Terima kasih mas". Sahut Samuel
Rika mendekati Lika dan memeluk nya, ia iba menatap calon pengantin yang akan menikah,namun kini harus duduk di samping jenasah kekasih nya.
" Lika sayang, kamu yang sabar ya nak". Ujar Rika sendu
Lika pun menatap kearah Rika, lika memaksakan senyum nya walau sebenar nya tak bisa.
"Iya tante makasih, Yuli dimana sekarang tante.Aku butuh dia sekarang, aku butuh Yuli tante". Lirih Lika
" Sabar sayang, dia lagi dalam perjalanan pulang dari Thailand dan mungkin tak lama lagi akan sampai". Sahut Rika
Jika keadaan nya tak seperti ini, mungkin jiwa kepo Lika akan berontak untuk bertanya.Namun karena hati dan pikiran nya sedang kalut Lika memilih diam dan tak merespon ucapan Rika tadi.
" Tante Alan dimana"? Tanya Lika lagi
" Alan sudah kembali ke Amerika, dan mungkin juga mau sampai nak". Sahut Rika
Lika sudah tak ingin berbicara, hatinya sakit melihat tubuh Jason yang sudah tak bernyawa.Padahal Jika saat Lika membahas Alan di hadapan Jason bisa di pastikan cemburu akan meledak.
Ia bahkan ingat betul saat ia dan Alan saling menggoda, waktu itu Jason menatap tajam kearah nya dan seakan ingin membunuh Alan..
Padahal waktu itu Lika hanya mencoba, untuk menggoda kekasih nya itu.Karena selalu mengabaikan dirinya karena fokus mencari Yuli.
" Sayang ayo bangun dong, kamu mau aku di ambil orang dan nggak akan kembali lagi"? Lika sengaja ingin memancing Jason.Padahal apa pun yang ia katakan tak kan mungkin mengembalikan Jason.
Sekalipun Lika mengancam akan locat dari pohon kelapa pun.Lika hanya duduk di situ, dan tak ingin berpindah kemanapun.
Ella dari tadi hanya menemani putrinya, yang matanya sudah bengkak dan seperti mayat hidup.Lika dari tadi tak menghiraukan orang sekitar nya, dan ia hanya fokus mengajak bicara Jason.
__ADS_1
Ella sebenar nya sedikit khawatir, jika psikis Lika akan sedikit terganggu.Wanita mana yang tak sedih, jika melihat pria yang di cintai dan selalu mengisi harinya pergi dan tak kan kembali lagi.
Wanita mana yang kuat, dan tak kan terlihat rapuh jika melihat sang pemilik hati, tak bangun dan menghapus air matanya.
" Nak Bunda mohon kamu istirahat sedikit ya,ayo letakan kepala kamu di pangkuan Bunda.Supaya besok kamu kuat dan tak lemah saat mengantarkan Jason ke pemakaman". Pinta Ella.
" Lika nggak mau tidur Bunda, lika takut Jika Lika tidur dan Jason bangun mencari ku.Namun aku tak ada di samping nya, Lika mohon Bunda jangan paksa lika ya". Lirih Lika
Semua kerabat dan kenalan keluarga Erlangga, menatap iba kearah Lika.Mereka tahu jika sekarang gadis cantik tersebut tengah terpukul dan sangat bersedih.
" Ya sudah nak, jika kamu tak kuat lagi segera beri tahu Bunda ya.Dan ingat jangan terlalu paksakan diri mu ya, karena jika sampai kamu sakit, Kasihan Jason dia tak kan tenang di sana". Bujuk Ella
" Iya Bunda tenang saja, Lika bukan anak kecil lagi kok.Kan sebulan lagi aku mau nikah, masa Bunda khawatir segitu nya sama aku". Sahut Lika sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Lika barusan, semua orang langsung mengeryitkan kening nya.Mereka sangat cemas memikirkan kondisi kejiwaan Lika, yang sepertinya belum meng ikhlas kan kepergian Jason.
" Lika kamu jangan seperti ini nak, dengan menyiksa batin dan pikiran kamu.Kami mohon nak berhenti lah untuk berpikir seperti tadi, kami sebagai orang tua Jason jadi merasa bersalah". Lirih Samuel
" pa, kok papa jadi ngomong seperti itu, Aku yakin Jason pasti bangun dia nggak mungkin bakalan tinggalin aku". Lirih Lika
Dina memeluk erat tubuh Lika,ia merasakan jika tubuh Lika bergetar.Dina juga sangat cemas ketika melihat wajah Lika yang sangat pucat, dan terlihat wajah nya yang sembab.
"Lika kamu nggak papa kan nak, Lika sayang jawab mama nak, lika". Ucap Dina sambil menggoyang tubuh lika namun ia hanya diam dan tak bersuara.
Seketika tubuh Lika ambruk dan kepalanya jatuh di pangkuan Dina.Semua orang di ruangan tersebut panik, karena melihat Lika yang tak sadar kan diri.
" Pa ayo bawa lika ke kamar nya Jason, ayo pa cepat". Teriak Dina
Samuel langsung menggendong tubuh Lika di susul Dina dan Ella.Sedangkan Dion dan Rika masih setia di samping tubuh keponakan mereka tersebut.
Semua orang berbisik, kebanyakan dari mereka merasa iba melihat keadaan Lika.
" Kasihan si eneng cantik, masih muda di tinggal pas mau nikah.Pasti dia sedih sekali saat ini". Ujar Salah satu kerabat mereka.
__ADS_1
" Iya padahal Dina beruntung lho, punya calon mantu seperti itu mana cantik seorang dokter pula". Sahut teman nya menimpali.
Dion dan Rika tak menanggapi, mereka hanya diam saja.Rika merasa bersalah ketika melihat Jason karena semasa hidup nya selalu menjadi korban ganas nya mukut Rika.