
HAII JANGAN LUPA LIKE N COMMENT...
VOTE NYA JUGA...YA..YA...
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU GUYS...
HEHE
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT..
"Jangan lakukan itu kepada putriku, aku mohon". Lirih pria itu lagi
Dika tersenyum smirk, sejahat jahat nya seseorang, jika menyangkut sesuatu yang di sayang nya.Pasti akan berubah jadi kucing penurut juga.
" Apa perkataan mu bisa kupecaya, atau kau hanya ingin membohongi ku". Selidik Dika
"Akan ku katakan siapa yang menyuruh ku, tapi sebelum itu kumohon lepaskan mereka". Ujar nya memelas
" Baik lah, tapi apa perkataan mu bisa ku percaya"? Sahut Dika masih memandang nya.
" Baik lah aku akan mengatakan nya, tapi apa anda bisa menjamin keselamatan keluargu dari orang tersebut". Tanya pria itu.
" Kau tenanang lah, aku yang akan menjamin keselamatan keluarga mu". Sambung Marcel
" Baik lah akan ku katakan, aku di suruh oleh seseorang bernama Adam Alvian.Ia menyuruh kami menculik istri mu,namun tak boleh menyakiti nya sedikit pun.Bahkan nona tersebut di perlakukan seperti putri raja di kediaman Tuan Adam". Ujar nya
Degg
Bram sangat terkejut, bukan nya Adam Alvian adalah mantan suaminya Riani dan ayah kandung nya Yuli.Maksud nya apa sehingga menculik Yuli, atau ini hanya alasan nya saja.Supaya Riani kembali kepadanya.
Marcel menatap serius ke arah Adik nya itu Ia tahu apa yang ada di pikiran Bram sekarang.
" Maksud mu, Adam ahhh aku frustasi mendengar nya"? Dika mengacak Rambut nya.
Ia tahu Adam Alvian adalah ayah kandung Yuli.Karena Riani pernah mengatakan nya ketika ia dan Yuli berkunjung ke Amerika.
" Apa perkataan mu bisa di percaya"? Selidik Dion
__ADS_1
" Mana berani saya bohong Tuan, hidup saya menjadi taruhan nya".Sahut Pria tersebut.
" Ok baik lah sebaik nya kita kembali, pikiran ku sedang kalut". Ujar Dika
" Iya betul ka, Aku setuju".Alan menimpali
"Giliran pulang langsung setuju, awas ya lo kalau sampe godain cewe gue".Ancam Jason
" Ya tergantung dari pada yang di gantung". Jawab Alan tak peduli
kini mereka semua telah meninggal kan tempat tersebut.Tersisa hanya anak buah Marcel yang tengah membereskan pria tersebut.
" Kita kemana dulu nih, langsung menemui Adam atau pulang dulu"? Tanya marcel
" Aku mau langsung ke sana pa, aku pengen secepat nya menemukan Yuli". Sahut Dika
"Bagaimana Bram,apa kamu tak ingin memberi tahukan hal ini ke Riani"? Tanya Marcel.
" Entah lah aku bingung,Sejujur nya aku tak ingin Riani bertemu dengan nya". Lirih Bram
" Baik lah, ayo kita kesana"..Ajak Dion
Mereka dengan 3 mobil pergi ke kediaman Adam alvian.Tak perlu waktu lama untuk menuju kesana, dan mereka juga sudah sangat tahu letak kediaman nya dimana.
" Kenapa seorang Ayah tega menculik anak nya, sebenar nya apa mau nya sih". Umpat Marcel dalam hati.
" Awas saja jika ia sampai menyakiti putri ku, akan kubuat ia menyesal selama nya".Ujar Bram.
Marcel dan Bram kini berada dalam satu mobil.sedangkan Dika dan papa nya dan Jason dengan Alan.
"Haha jangan lupa Bram, kalau dia lah papa kandung nya". Ejek Marcel
" Ya tetap saja aku tak terima bang, papa mana yang tega menculik anak nya sendiri"Kesal Bram
" Jangan sampai ini hanya alasan nya saja, untuk bertemu dengan Riani". Tebak Marcel.
" Kenapa aku tak berpikir sampai situ ya, jangan sampai benar.Tidak akan ku biarkan itu terjadi, bagaimana pun aku adalah suami Riani.Dan tak kan ku biarkan seseorang mengambil nya". Gumam Bram bermonolog Ria.
" Hei kok malah bengong, nanti kalau Riani lihat sikap mu seperti ini dia ninggalin kamu baru nyaho".Ledek Marcel
" Ah bang,mulut nya nggak bisa di sensor dulu.Coba doain adek itu yang baik baik kek, ini malah yang bikin jantung mau lepas"Gerutu Bram
__ADS_1
" Haha, dasar bucin akut tingkat dewa"Marcel tertawa kecil, ketika melihat wajah masam adek nya
Ia sangat tahu dan paham dengan perasaan Bram kini.Karena ia sangat tahu perjuangan Bram untuk mendapat kan Riani dulu.Bahkan ia sangat tahu kalau Bram harus memerlukan waktu bertahun tahun untuk menaklukan hati Riani.
" Sudah lah aku yakin, di hati Riani kini, hanya ada nama Bram richard seorang".Marcel mencoba menghibur Bram.
Sedangkan orang yang di hibur hanya tersenyum kecut.Entah senang atau tidak dengan kata kata penghiburan nya.Hanya ia dan Tuhan yang tahu, author saja tak tahu loh guys..
" Eh Jason, bukan nya Adam Alvian itu papa nya Sinta"? Tanya Alan
Fix saat ini hanya Alan seorang yang tak tahu, kalau Adam adalah papa nya Yuli.
" Bukan papa nya Sinta, tapi papa kandung nya Yuli". Jason menegas kan.
"Maksud kamu, jadi yang menculik Yuli adalah papa kandung nya sendiri.Ah kalau ketemu tuh aki aki, aku bakalan bikin perhitungan ke dia". Ujar Alan
" Tapi memang aku dengar dari Sinta, kalau dia bukan anak nya Adam.Tapi nggak nyangka, ternyata ia papa kandung nya Yuli"..Sambung nya lagi
" Entah apa yang ada di pikiran nya kini, mana ada orang tua yang tega menyakiti anak nya"Balas Jason
" Untung juga calon mertua, kalau tidak sudah ku buat jadi udang asam manis". Ujar Alan.
" Haha, perkataan kamu barusan, aku nggak bisa bayang kan jika Dika mendengar nya.Entah kamu bisa bertemu lagi dengan mama mu atau tidak"Ejek Jason
" Semoga saja dia tidak dengar, dan itupun kalau mulut mu tak ember".Sinis Alan
" Tak bisa kujamin bro, asal kau tak mendekati cewek ku.maka kupastikan kau akan selamat dari amukan Dika". Jason tersenyum smirk, karena mendapat kartu as untuk membuat Alan menjauh dari Lika.
" hadeuh, bosan juga lama lama dekat dengan penjahat wanita". Ujar Alan jengah
" Makanya jangan jadi jomblo terus, enak lho kalau punya pasangan". Ledek Jason
" Jangan urusin hidup gue, elo yang sudah punya pasangan saja masih belum move on dari mantan"Alan langsung ke intinya membuat Jason bungkam.
Aduh tuh mulut babang berdua ceriwis banget sih.Untung juga tampan, kalau tidak sudah Author bungkus deh..
Kini mereka telah sampai di depan rumah yang di tuju.Tampak sebuah gerbang menjulang tinggi, dan penjagaan di mana mana.
"Kalian tunggu di sini, aku mau ijin ke mereka dulu". Ujar Dika
"Baik lah
__ADS_1
Dika menghampiri pengawal di didepan pintu gerbang.Dika berharap mereka masih mengenalinya,karena dulu ia sering berkunjung disini saat masih menjadi kekasih nya sinta.