
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE VOTE N KOMMEN NYA YA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
...LANJUT......
Setelah Davin memastikan jika Silvia sudah tidur, ia pun nekat memanjat jendela kamarnya. Hanya karena alasan konyol yang kadang orang yang mendengar nya, hanya bisa menggeleng kepala.
Davin kini sudah berada di samping ranjang Silvia, ia tersenyum melihat wajah damai Silvia saat tidur.
" Ya ampun saat tidur saja tetap cantik, karena hal inilah yang membuat ku tak bisa berpaling dari kamu". Gumam Davin sambil memperbaiki rambut Silvia.
Lalu Davin mengecup lama kening Silvia, seolah enggan berpisah. Davin yang merasa berat meninggalkan Silvia, memilih duduk di bawah lantai ranjang dan menatap Silvia tanpa berpaling.
Davin berpikir malam ini biar ia puas memandang Silvia, entah besok masih bisa memandang nya atau tidak.
__ADS_1
" Aku sayang sama kamu Vivin ku, aku cinta kamu Vivin ku, Kamu lah nafas Vivin ku".Gumam Davin air mata nya pun lolos begitu saja, ia seperti pria yang cengeng.
Biarkanlah jika itu semua karena Silvia, ia rela melepaskan gelar pria tampan, cool dan dingin.
" Maafkan aku jika pergi tanpa bilang ke kamu, tapi percayalah aku takkan nakal disana. Aku bebaskan kamu sekarang, tapi tidak untuk nanti. Karena kamu adalah masa depan ku, dan aku adalah takdir mu". Lirih Davin lalu bangkit berdiri sebelum ia melakukan hal yang akan ia menyesali nanti.
Namun sebelum itu, ia mengecup keningnya Silvia. Lalu kembali keluar lewat jendela, ia mengendap seperti pencuri. Ia berpikir tak lucu kan di tangkap satpam, gara gara ngapelin anak gadis orang lewat jendela.
Setelah berhasil keluar dan sudah berada dalam mobil, ia pun berlalu menuju ke rumahnya.
" Huft untung juga nggak ketahuan, bisa habis kena amukan om Alan". Gumam Davin
Ia sangat paham betul tatapan Alan kepada dirinya, seperti tatapan ingin menelan nya hidup hidup.
" Ahh ini semua gara gara Papa, coba dulu nggak terlalu kasar ke Om Alan. Masalah nya pasti tak serumit ini, aku yakin pasti Om Alan lagi balas dendam."Ujar Davin kesal.
" Kamu mau jemput Silvia ya Vin"? Tanya Alan basa basi
" Iya Om". Sahut Davin singkat, pasalnya entah mengapa setiap kali melihat Alan nyalinya langsung menciut.
" Menurut kamu Silvia orang nya seperti apa"? Tanya Alan yang ingin mendengar keberanian Davin sampai dimana saat memuji anak gadis orang tepat dihadapan orang tuanya pula.
" Eh itu Om, anu apa ya"? Sahut Davin gelagapan seperti orang ketahuan nyolong.
" Kenapa bicara nya seperti itu, memang nya pertanyaan Om susahnya minta ampun ya"? Tanya Alan sekali lagi
__ADS_1
" Aduh mati aku, kenapa sih Om Alan kasih pertanyaan seperti ini.Kalau aku puji Silvia bisa habis aku,apalagi kalau diam nanti di kira tak sopan bisa di pecat jadi mantu nih". Gumam Davin dalam hati.
" Jadi gimana, masa kamu nggak tahu Silvia seperti apa"? Tanya Alan yang tersenyum smirk, karena berhasil mengerjai anak nya Dika.
" Sorry Ka , anak kamu aku kerjain, hitung hitung kan balas dendam secara tak langsung ". Tawa Alan dalam hati.
" Mmm Vivin itu cantik Om, dan manis apalagi senyuman nya itu buat siapa saja meleleh.Dia juga baik dan pintar, pokoknya sempurna sebagai ciptaan Tuhan ". Puji Davin tanpa sadar jika Papa nya Silvia mendengar nya.
" Hehe selamat berjuang ya nak, kalau bisa suruh Papa mu juga kerja keras. Karena untuk mendapatkan restu dari Om itu sangat langka, bahkan di pastikan akan membutuhkan kerja keras". Sahut Alan
" Lho kok harus sama Papa, memangnya kenapa Om"? Tanya Davin heran
" Hehe Nak tak usah di bahas lagi, jika dalam waktu dekat Papamu tak datang, bisa di pastikan Silvia bakalan di ambil orang".Ancam Alan sambil bangkit berdiri karena ia melihat Silvia sudah datang.
Sedangkan Davin menghela nafasnya lega,karena Alan pergi dan tak menatap nya dengan tatapan intimidasi.
Silvia yang datang mendekat, heran dengan tingkah Davin yang sedang mengelus dadanya.
"hei kak kamu kenapa sih, kaya habis ketemu hantu deh"? Tanya Silvia heran
"Gila nih anak, masa papanya sendiri dibilang hantu.Tapi iya juga sih malahan papanya sendiri, lebih seram dari hantu.Om Alan mirip tuan Takur nih, aduh ngeri membayangkan nya". Gumam Davin dalam hati.
" Kak Avin kok di tanya malah bengong, memangnya kakak kenapa sih"? Kesal Silvia
" Ah nggak aku tadi ketemu sama Om Om galak nya minta ampun, bingung ceritanya lebih baik kita jalan saja yuk". Ajak Davin sambil menarik tangan Silvia.
__ADS_1
"Ya mungkin kakak gangguin anak gadis nya kali"? Ucap Silvia yang masih memikirkan perkataan Davin tadi.
"Ya ampun Vivin bisa tidak,jangan dibahas lagi ". pinta Davin