
Menangis lah jika dirasa perlu karena air mata itu bisa membuat sedikit meringankan beban kita.
Arby dengan sabar menunggu sampai Aluna tenang dan mau menceritakan apa yang terjadi padanya. Dia tidak ingin memaksa dan menghakimi dia hanya akan menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang terbaik jika memang adiknya memerlukan itu.
Aluna pun menceritakan kejadian yang tadi menimpanya dan beruntungnya ada seseorang yang menolongnya.
" Luna, kenapa tidak meminta di jemput saja dan kenapa pula bisa melewati tempat sepi seperti itu?" Arby merasa khawatir pada kondisi Aluna, namun Aluna mencegah mas Arby untuk mengatakan hal ini pada siapapun.
" Cukup mas Arby saja yang tahu." Ucapnya.
" Tapi benar, kamu tidak apa-apa?" Arby memperhatikan Aluna dari kepala hingga ujung kaki ya." Memindai tubuh sang adik barangkali ada yang terluka, sebagai seorang dokter dia akan peka terhadap sesuatu yang menyangkut kesehatan seseorang.
__ADS_1
" Luna , beneran gak papa, Mas.? sudah diam jangan berisik."
" Tapi Mas gak habis pikir lun, kok bisa sih terjadi hal seperti ini,"
" Sudahlah, mas yang terpenting Lina selamat."
" Lain kali kamu harus hati-hati Lun, " Mas Arby mengusap kepala Aluna. Dan Arby pun menasihati ya jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini.
" Kamu lain kali jangan pergi sendiri lun, apalagi melewati tempat sepi. Kamu sudah benar lundan mas berpesan janga diri dan jaga hati jangan sampai kamu jatuh cinta pada orang yang salah. Kamu sudah besar mas tahu lambat lain kamu akan merasakan yang namya jatuh cinta. Jatuh cinta tak hanya tentang yang indah-indah semata tapi ada juga yang sulit yang harus siap dirasa. Ketika pada akhirnya kita merasakan kehilangan, jangan sampai kalah dengan keadaan. Jika merasakan jatuh cinta maka harus siap dengan yang namanya patah hati karena sakit itu pasti, tapi kita masih punya banyak alasan lain salah satunya harus tetap menjalani hidup dan menata masa depan. Dunia tidak akan kiamat kali karena kita patah hati he.." Mas Arby terkekeh disela nasihatnya.
" Ayo bersihkan dirimu, rapikan penampilanmu, jadilah seperti biasa, Aluna adik mas,yang ceria. Kita kumpul sama yang lain yuk."
__ADS_1
" Baiklah Aluna mau mandi dulu, mas."
" oke mas keluar ya, ayo cepat mas tunggu di depan. Kasian kak Ainun sudah terlalu lama mas tinggal.
" Dih, mas Arby, mentang-mentang sekarang udah punya istri." Aluna pura-pura cemberut."
Arby hanya terkekeh dan berlalu meninggalkan Aluna setelah mengacak rambut adiknya tersebut.
Perasan Aluna jauh lebih baik ketika sudah berbicara pada Mas Arby nya. Walaupun Mas Arby tidak mengetahui isi hati Aluna yang sebenarnya namun nasihatnya membuat Aluna merasa lebih baik. Aluna memang harus mengikhlaskan seseorang yang dia sayangi, sulit mungkin namun Memang itu langkah yang harus diambil Aluna. Mau tidak mau,suka atau tidak suka dia harus mampu melakukannya.
Aluna pun bergegas membersihkan diri dan segera bergabung dengan keluarga besarnya walaupun sepupunya yang perempuan tidak ada yang seusia dengannya, semua usianya dibawah Aluna kecuali anaknya Om Dany kakak dari Mama Ayu.
__ADS_1
Happy reading 💜💜💜
Terimakasih pada readers yang masih setia mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya ...🤗