
VOTE VOTE VOTE NYA TERSEYENG
TERIMA KASIH
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Lika hanya tersenyum menatap Davin ,sambil menggeleng kepalanya. Ia merasa lucu melihat tingkah Davin celingukan ,mencari sesuatu yang tak ada di pandangan matanya.
"ehemm". Lika berdehem mencoba mengejutkan Davin
Namun yang di tuju seperti sibuk akan dunianya sendiri ,ia tak peduli akan sekitarnya.
"Davin kamu lagi cari apa Nak,siapa tahu tante bisa bantu carikan juga ". Tanya Lika
"Ehh aku lagi nggak cari sesuatu kok tante, ayo kita pulang Ma Pa". Ajak Davin dengan wajahnya yang kurang semangat.
" Ayo Nak kita pulang ". Sahut Yuli
mereka pun pulang namun panggilan seseorang ,membuat langkah mereka terhenti. Semua menoleh kesumber suara,semua langsung senang begitu melihat orang yang memanggil mereka.
Tapi wajah yang paling bahagia adalah Davin ,sebab sosok tersebut adalah seseorang yang sangat dirindukan selama ini.
Kini sedang memandang kearahnya dan tersenyum ,namun emosi Davin langsung terbit
Ia kesal karena Mendengar perkataan Rino,yang berada di samping Yuli.Ia tak suka ada yang memuji,yang menjadi miliknya.
" Aku kok di lupakan sih". Rajuk Silvia.
Davin yang mendengar suara Silvia dan pujian dari Rino,langsung memeluk Silvia. Ia tak peduli dengan tatapan heran dari semua orang,biarlah hari ini ia melepaskan rindu sekarang.
Sedangkan Silvia hanya berdiri mematung ,ia sangat terkejut dengan Davin yang tiba tiba memeluk nya.Silvia hanya menundukkan kepalanya di dada bidang nya Davin ,jangan di tanya lagi bagaimana wajahnya kini.
" Kak Avin aku malu tau nggak "? Ujar Silvia sambil berbisik.
Davin yang tadi tak peduli dengan keadaaan sekitar langsung melepaskan pelukannya.ia langsung menatap sekitar dan langsung tersenyum kikuk ,karena ternyata dari tadi ia dan Silvia menjadi tontonan gratis semua orang.
__ADS_1
Setelah mencium puncak kepala Silvia ,Davin langsung menarik tangan nya menjauh dari keluarganya.Ia malas mendengar ejekan keluarganya ,dan juga ingin menghabiskan waktu bersama Silvia.
Sepanjang perjalanan menuju parkiran Mobilnya Silvia ,Davin senyum senyum sendiri mengingat tingkahnya tadi.
Reaksi keluarga keduanya jangan ditanya lagi ,semuanya pada heboh melihat tingkah beraninya Davin.
" Oh Tuhan Mas ,ternyata anak kita sudah besar ya karena sudah berani lho pelukan di depan kita". Ujar Yuli sambil menutup mulut tak percaya.
" Iya sayang kamu benar,siap siap saja mulai dari sekarang belajar cara melamar anak gadis orang ". Dika menimpali sambil menatap punggung anaknya yang semakin menjauhi mereka.
"Memang benar asli parah turunan dari Dika Hadiwinata ,anak gadis orang di peluk depan emaknya bahkan nggak ada rasa takutnya ". Ujar Lika
Mereka hanya tersenyum berbeda dengan Rino,yang bahkan sangat terkejut saat melihat wajah Silvia. Ia sangat tercengang bahkan sempat memuji Silvia ,hingga membuat Davin meradang dan langsung memeluk Silvia.
Davin ingin menunjukkan kepada siapapun ,Jika Silvia hanya miliknya seorang. Rino mengakui kecantikan Silvia ,memang menakjubkan hingga seorang Davin Hadiwinata tak bisa move on.
" Ya ampun Vin ,pantas nggak bisa berpaling mukanya mengalahkan malaikat begitu. Ahh andai saja dia punya ku, bakal ku kurung di rumah agar tak ada yang memandang dirinya ". Gumam Rino
Lika yang melihat wajah Rino sempat melongo menatap Silvia,ia pun mendekati nya dan menepuk bahunya .Ia tersenyum karena reaksi yang di tunjukkan Rino tadi,bahkan terlihat sangat lucu..
" Kamu pasti kaget ya melihat anak tante tadi,namanya Silvia dia teman masa kecilnya Davin ". Lika memperkenalkan anaknya.
" Tante masih punya anak gadis lain tidak,aku mau dong di kenalin satu". Tanya Rino yang mana membuat yang lain tertawa kecil melihat tingkah Rino yang sangat lucu.
Keempatnya pulang menuju kediaman Hadiwinata ,sedangkan Davin dan Silvia entah kemana mereka tak mau mencari tahu.Bukankah keduanya sudah besar ,dan bisa menjaga diri dan batasan.
Ketika sudah sampai di mobil ,Yuli duduk di depan di samping Dika.Sedangkan Lika dan Rino duduk di belakang. Rino masih mencoba merayu Lika agar mau mengenalkan kepada keponakan atau apalah yang penting mirip seperti Silvia.
" Tante Ayolah masih ada stok yang lain kan, yang penting mirip lah sama anak tante itu". Pinta Rino memelas.
" Tante masih ada stok kok". Akhirnya Lika mengerjai Rino karena jengah di paksa tak jelas.
" Beneran nih tante,ya sudah janji nanti kenalin ya"? Ujar Rino.
" Boleh tapi minta ijin yang punya dulu ya". Sahut Lika lagi.
" Lho memangnya kenapa harus minta ijin segala tante"? Tanya Rino bingung.
" Ya iyalah kan sudah ada yang punya". Ujar Lika
Yuli yang penasaran kali ini ikut menimpali ,ia kepo ingin tahu siapa yang di maksud.
" Memangnya siapa sih Ka,yang kamu maksud"? Tanya Yuli menimpali.
__ADS_1
" Davin kan yang punya Silvia kan ". Lika santai tanpa peduli ekspresi terkejut nya Rino.
" Oh no tante,kalau soal itu lebih baik aku jomblo terhormat .daripada kena amukan tuh anak,tante pasti tahu dong bucin nya Davin ke Silvia gimana"? Tanya Rino sambil menggeleng kepalanya.
Semua nya tertawa mendengar kekonyolan Rino,namun mereka tak tahu jika kini Davin dan Silvia tengah berdebat tak jelas.
" Kamu tadi kok lama sih,apa nggak kangen sama aku"? Tanya Davin pelan.
" Nggak". Sahut Silvia santai.
" Kamu kok tega sih Vivin ,aku kangen banget lho sama kamu.Sampai nggak bisa tidur bahkan tadi datang saja masih berharap kalau kamu orang pertama yang menyambu ku"..Ucap Davin pelan
" Udah deh jangan lebay Kak, kan sekarang aku disini bahkan kamu mau bawa aku kemana saja nggak tahu.Sudah begitu main peluk,cium malahan lebih parahnya lagi tarik aku pergi tanpa ijin lho"? Silvia mengeluarkan uneg uneg nya.
" Haha maafkan Sayang biasa korban rindu yang berat jadi begini lah jadi nya". Sahut Davin sambil tertawa kecil.
"tapi kamu jawab dong,kenapa tadi datang dari belakang tidak barengan Mama mereka"? Davin masih mencoba mencari tahu alasan Silvia.
Flash back on
Silvia uring uringan ,ia bingung apakah harus ikut menjemput Davin atau tidak sepeninggal Lika tadi.Ia sebenarnya tak ingin menjemput tapi entah mengapa hati kecilnya tak bisa berbohong jika ia sangat merindukan Davin.
" Aduh gimana dong,aku kangen Kak Avin tapj kan malu kemarin sempat panggil sayang lagi.Terus ah kenapa jadi grogi sih mau ketemu dia,padahal kan sudah biasa sebenarnya ". Gumam Silvia.
Dengan langkah yang pelan ia pun masuk kedalam mobil menuju Bandara ,bodoh amat dengan rasa malunya yang penting adalah bisa bertemu Davin sekarang.
" Soal malu biar urusan belakang ,yang penting urusan hati dahulu deh". Ujar Silvia saat sudah dalam perjalanan.
Sebenarnya saat Davin celingukan mencari sesuatu ,Silvia sudah melihatnya. Namun Silvia pikir Davin sedang mencari orang lain,namun setelah di tunggu ternyata tak ada yang muncul ia pun akhirnya menemui mereka.
Flash back off
" Aku tadi masih ada urusan di luar jadinya terlambat datang,tapi kan akhirnya aku datang kan daripada tidak sama sekali ". Sahut Silvia.
Davin tersenyum lalu mengacak gemas rambut Silvia ,hingga sang empunya kesal kepadanya. Namun Davin tertawa bahagia ,karena akhirnya rindu terobati wanita yang di cintainya kini telah berada di sampingnya.
" Aku sangat merindukan kamu Sayang,aku nggak akan pergi lagi.Ku mohon jadilah kekasih ku,mungkin ini terlalu cepat tapi percayalah hanya kamu pemilik hati ini". Lirih Davin sambil meraih tangan Silvia dan mencium nya.
Silvia hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya ,wajahnya memerah karena malu.Ia sebenarnya merasakan perasaan yang sama ,tapi karena keburu Davin pergi jadinya ia kecewa dan memilih menerima Andra sebagai kekasihnya.
" Siapa suruh waktu itu menghilang ,kalau tidak kan tak mungkin mengulang dari awal lagi kan "? Sahut Silvia ketus.
Davin coba mencerna perkataan Silvia ,apa maksudnya tadi coba.
__ADS_1