Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE NYA


TERIMAKASIH !!!!!!!


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Skipp


keesokan harinya di kediaman Hadiwinata ,semua Maid di hebohkan oleh tingkah nyonya Rumah.Bagaimana tidak masih subuh,Yuli sudah memerintahkan pekerja untuk membereskan rumah dan menyiapkan makanan yang enak.


" Ayo rapikan semua bagian rumah ,jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. Terus setelah itu masak yang enak ,jangan sampai keasinan apalagi kelebihan minyak". Teriak Yuli


Semua Maid disitu hanya menganggukan kepala pertanda mengerti ,karena kehebohan nyonya mereka itu.Yang sangat antusias ,kedatangan Tuan muda mereka.


Dika yang masih mengantuk ,karena olahraga semalam bersama Yuli ,terpaksa bangun karena mendengar teriakan istrinya itu. Ia kadang tak habis pikir dengan jalan pikiran setiap wanita ,selalu saja melebihkan segala sesuatu.


" Aduh untung juga cinta ,coba kalau tidak sudah kubuang kelaut". Gumam Dika sambil bangkit dari ranjang.Dan langsung masuk kedalam kamar mandi ,karena semalam tak sempat membersihkan dirinya lagi.


Setelah memberitahu tugasnya Maid,Yuli menyusul suaminya kekamar.Karena dari pagi belum nampak batang hidungnya ,Yuli ingin melihat apa Tuan Dika sudah bangkit atau belum.


Saat sudah berada dalam kamar ,Yuli mengedarkan pandangan mencari objek yang di maksud.Tapi tetap tak menemukannya ,namun telinga nya menangkap bunyi air dalam kamar mandi dan iya yakin suaminya itu sedang mandi.


Ia segera menyiapkan pakaian untuk suaminya itu ,saat tengah sibuk dengan aktivitasnya tiba tiba ada tangan yang melingkar di pinggang nya.


" Sudah selesai urusan di bawahnya nyonya ,apa tak ada rencana untuk membangun warga satu kompleks"? Goda Dika


Yuli yang mendengar perkataan suaminya itu ,ia langsung membalik badan untuk menatap wajah suaminya itu.Yuli tersenyum dan mencubit gemas hidung mancung Dika,karena merasa lucu dengan perkataan nya.


" Memangnya kamu mau aku bangunkan orang kompleks ,kalau ada penghuni keren kamu rela"? Tanya Yuli sambil menaik turunkan alisnya.


Ia sengaja mengucapkan hal tersebut ,karena Dika selalu sensitif jika Yuli menyebutkan pria tampan selain dirinya. Ia merasa seperti tak rela,soalnya tubuh Yuli,walaupun sudah tak muda lagi masih tetap mempesona layaknya Abg.


" Enak saja kalau mereka sampai melihat istriku ,bakalan ku congkel mata kurang ajar mereka. Istriku hanya milik ku tak ada yang boleh menatapnya ,apalagi yang ini ,ini dan ini". Tunjuk Dika pada wajah dada dan yang di bawahnya Yuli.

__ADS_1


" Hahah Suamiku terseyeng ,siapa juga yang bakalan dekati istri kamu .Yang ada mereka akan lari terbirit ,karena di kejar yang punya". Ucap Yuli sambil tertawa kecil.


Keduanya tertawa sambil berpelukan dan memang benar ya kata orang bahagia itu sederhana. Tak perlu barang mewah ,tak perlu harus liburan keluar negeri ,yang penting hanya selalu meluangkan waktu untuk pasangan kita.


Hal tersebut adalah kunci keharmonisan rumah tangga ,dan melebihi segala kenikmatan dunia.Luangkan waktu untuk pasangan mu,karena tak semua orang lebih mementingkan harta.


Harta dunia bisa dicari ,tapi kebersamaan tak. bisa terulang lagi jika suatu saat pasangan kita pergi.Mungkin ia akan pergi kedunia berbeda,atau mungkin dibawa pergi pelakor.


ingat lho guys ,pelakor jaman sekarang lebih kejam dari emak tiri.Makanya setiap cerita author ,jauh dari kata pelakor karena di bayangi saja sudah ngeri apalagi benar terjadi.


" Hemm kamu sudah siap Sayang ,sekarang giliran istri kamu Ya.Aku bakalan dandan perfect mungkin agar ,anak kamu bangga karena punya Mama secantik ini". Ucap Yuli sambil menggantikan pakaian nya,karena tadi pagi sebelum menemui Maid nya ia sudah mandi.


Dika yang mendengar perkataan istri tak terima ,apalagi di tambah dandanan yang sangat cantik .Ia yakin nanti sampai di bandara pasti semua mata memandangi dirinya .


Ia ingat betul tatapan mesum dari pria yang selalu bertemu istrinya ,mereka akan memandang mesum kearahnya.Suami mana yang rela melihat istrinya ,dipandang pria lain.


" Aku nggak setuju kamu dandan yang cantik ,karena kecantikan kamu hanya milik ku seorang. ". Dika menolak keinginan Yuli


Yuli memandang jengah kearah suaminya itu,yang selalu saja mempermasalahkan segala sesuatu yang tak jelas.


" Iya Sayang aku bakalan pake pakaian tertutup ,masker terus kaca mata dan juga". Ujar Yuli sambil terus memoles make up tipis diwajah nya.


Ia tersenyum senang karena istrinya itu mukanya sedang di tekuk ,karena setiap hendak keluar kemana mana selalu saja ada larangan darinya.


Mulai dari jangan melakukan ini,jangan berbicara dengan ini ataupun selain nya.Bahkan pakaian pun Dika yang menentukan ,kalau sekali kali posesif sih tak masalah.


Tapi kalau misalnya keterusan bahkan sudah menjadi kebiasaan ,siapapun pasti akan kesal.Segala bentuk posesifan di dunia kalau masih batas wajar,ya tak masalah.


Intinya jangan terlalu berlebihan dalam mengekang pasangan ,kalau dia bosan kamu bakalan ditinggal lho.


Selesai bersiap keduanya turun untuk sarapan karena mereka akan berangkat menjemput Davin. Yang rencananya akan sampai pukul sembilan pagi, sedangkan sekarang sudah pukul 08:30 jadi harus cepat.


Sedangkan di kediaman Andrew ,Silvia sebenarnya berat hati untuk menjemput Davin.Karena ia merasa canggung tak berjumpa selama 2 tahun,belum lagi ia memanggil Davin dengan sebutan Sayang.


" Ahh Malunya kalau harus ketemu dia sekarang ,nanti mau taruh dimana muka ku nanti.Pasti sekarang dia lagi tersenyum mengejek ,aduh gimana dong". Ujar Silvia frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri.


Di lantai bawah Lika sudah bersikap,dan sedang mengobrol santai dengan suaminya. Karena Alan tak sempat menjemput Davin ,menyangkut pekerjaan yang tak dapat di tinggalkan.


" Sayang kamu yakin nggak bakalan jemput Davin,dia sudah pergi selama dua tahun lho". Tanya Lika

__ADS_1


" Hemm iya maaf Yang,bukannya tidak mau tapi kan dia pulang kan sekarang. Jadi kapan kapan juga pasti bisa ketemu ,pekerjaan aku nggak bisa ditinggalkan ". Sahut Alan


" Ya sudah Kamu makan dahulu Yang,aku cek Silvia dulu". Ujar Lika sambil menuju kedalam kamar anak gadis nya itu.


Sampai di sana ketika hendak membuka pintu,ternyata di kunci.Lika pun mengeluarkan salah satu aset berharganya ,yang di berikan Tuhan kepadanya. Pasti penasaran kan apakah itu ,yang pasti tidak lain dan tidak bukan adalah suara cempreng nya.


" Viaaa bangun buka pintunya ,anak gadis kok molor sampe siang garing.Nanti jodohnya di patok ayam,baru bilang sulap". Teriak Lika


Alan yang sedang sarapan karena harus buru buru pergi,dan tak sempat menunggu anak istrinya hanya menggelengkan kepalanya.


Suara istrinya itu memang tak diragukan lagi ,sudah ciri khas.Iya tak bisa bayangkan ,selama Bunda Ella merawatnya pasti telinga Ella sudah kebal mendengar nya.


Tapi ia juga suka suara cempreng tersebut mendesah ketika di bawah kukunganya.


" Hemm suara cempreng mu aku suka,tapi terkadang juga minta nas karena tak mampu kuping ini untuk tangkis ". Gumam Alan di sela makannya.


Mendengar teriakan Mamanya depan pintu ,dengan langkah malas Silvia membuka pintu. Lika sangat terkejut melihat keadaan Silvia pagi ini,dengan rambut yang berantakan menutupi seluruh wajahnya.


Bahkan tak ada tanda modis sedikitpun ,terkesan jauh dari penampilan nya sehari hari.


" Via kenapa keadaan kamu masih seperti ini,kenapa juga belum bersiap siap.Kamu tidak lupa kan kalau hari ini kita bakalan jemput Davin ,sudah mandi sana". Perintah Lika


Silvia malah langsung membuang dirinya di atas ranjang sambil menutup wajahnya di dalam bantal.


Lika heran dengan tingkah Silvia ,bukannya senang malah tambah tak bersemangat. Sebenarnya apa yang ada dipikiran anak gadis nya itu.


" Sayang kamu kenapa sih Nak,kok bukannya mandi malah kembali tidur "? Tanya Lika heran


" Ma bisa tidak Via nggak ikut jemput kak Avin,soalnya Via enak badan ". Silvia memberikan alasan agar Lika tak memaksanya.


" Lho kok tiba tiba sih,perasaan semalam kamu sehat kok.Masa sekarang sakit,ayo bangun jangan banyak alasan ,kamu lupa kalau mama kamu ini dokter ". Sahut Lika sambil menarik tubuh Silvia agar bangun.


" Ahh mati aku kenapa bisa lupa sih,kasih alasan sakit padahal dokternya ada disamping ". Gerutu Silvia dalam hati.


Dengan langkah berat,Silvia masuk kedalam kamar mandi .Bukanya mandi ia malah duduk di atas lantai kamar mandi,sambil membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya..


Lika yang masih berada di dalam kamar Silvia ,merasa kesal juga.Karena sudah hampir sepuluh menitan berada dalam kamar mandi,namun tak ada tanda jika Silvia sedang mandi.


" Via kamu mandi atau mengeram sih,atau kamar kamu sekarang pindah hah". Teriak Lika

__ADS_1


__ADS_2