Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 62 - Untaian Rindu


__ADS_3

Hanif tengah memeriksa berkas-berkas untuk pengajuan beasiswa S3. Sekaligus menyiapkan materi perkuliahan esok hari untuk mahasiswanya.


Tangannya terus mengetik mengabaikan bunyi denting notifikasi handphone yang banyak sekali. Mungkin sudah menumpuk sejak Hanif tiba di rumah tadi. Dia tak sempat menengok pesan-pesan tersebut.


Pernikahannya tinggal menghitung hari, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin sebelum ia benar-benar mengambil hari liburnya dan menikmati pesta pernikahannya.


Mahasiswanya? Tentu banyak yang mengeluh, lebih-lebih para mahasiswi yang diam-diam banyak yang menaruh hati padanya, tentu saja Hanif tak menanggapi, baginya Anitalah yang paling cantik baginya tidak ada yang lain.


Walau terbilang dosen baru, Hanif cukup layak diperebutkan sebagai dosen paling ramah terhadap mahasiswanya, tidak pelit ilmu, tidak pelit waktu kapanpun mahasiswanya ingin bertanya akan ia jawab selama ia mampu menjawabnya.


Terkadang, pesan-pesan yang mahasiswinya kirimkan hanyalah modus demi ingin dekat dengannya.


Setelah mengetahui Hanif sudah memiliki calon dan akan segera menikah, satu per satu mahasiswinya beringsut, sudah kalah telak. Mereka tak ingin menganggu lagi.


Dalam khusyuknya mengetik, dering telefon membuat Hanif terhenyak. Nampak satu nama yang sangat ia rindui.


Bapak.


Secepatnya Hanif menerima telefon itu.


“Assalamu’alaikum..”


“wa’alaikumsalam bapak. Bapak bagaimana kabarnya?”

__ADS_1


“sehat le, bapak sehat.. Bagaimana persiapan pernikahanmu?”


“sudah beres semuanya pak, hanya tinggal menunggu hari H. Bapak harus pulang. Hanif akan kirim tiket untuk bapak. Bapak harus menyaksikan pernikahan Hanif pak..” pinta Hanif.


Hanif harus memastikan bapaknya pulang.


“Tapi Hanif.. bapak malu.” Ujar bapak takut-takut.


“kenapa harus malu pak?” suara Hanif tercekat setelah diamnya beberapa saat.


“bapak malu dengan kondisi bapak. Bapak pun takut akan membuatmu malu..”


Seketika itu pula air mata Hanif tumpah kala mendengar ucapan bapaknya. Hanif mengetahuinya sekarang bagaimana perasaan bapak.


Perpisahan dengan istrinya yang bisa dikatakan tidak baik, lalu istrinya yang pergi entah kemana meninggalkan beberapa balita hingga ia harus menitipkan anak-anaknya pada adik dan ibu nya yang telah renta.


Sungguh, bapak tidak mampu jika harus berhadapan dengan mereka.


“Hanif, maafkan bapak. Bapak tidak bisa pulang sekarang..” suara bapak tertahan. Menahan tangis kerinduan yang teramat sangat dengan anak-anaknya.


“tidak pak. Hanif akan memastikan Bapak kembali ke Jogja. Sudah cukup bapak pergi meninggalkan kami terlalu lama. Bapak harus berbangga sekarang, Hanif sudah akan menikah, juga Hanif akan segera melanjutkan pendidikan S3, adek-adek juga sebentar lagi sarjana. Bapak harus bangga. Bapak sendirian merawat kami dari kecil hingga kami menjadi orang yang bisa bapak banggakan seperti saat ini.”


Terdengar suara tangis disana. Benar. Kini air mata bapak berhasil tumpah. Kalimat sang anak yang ia tinggalkan dulu, menjadi penguatnya.

__ADS_1


“Apa bapak tidak merindukan kami? Hanif mohon, bapak harus pulang, bapak harus menyaksikan pernikahan Hanif.” Hanif terus membujuk. Momen yang akan ia jalani untuk seumur hidupnya tentu orang tuanya harus menyaksikan.


“baiklah. bapak pulang. Tidak perlu membelikan tiket untuk bapak, Bapak akan beli sendiri.”


“ya pak. Terima kasih pak. Hanif sayang bapak.” Suara Hanif tercekat. Pertama kalinya ia mengungkapkan rasa sayangnya pada bapak.


Pun juga bapak. Mendengar ungkapan Hanif, air matanya kembali membanjir.


Malam itu pembicaran anak dan bapak yang saling memendam rindu bertahun lamanya berakhir. Minggu depan bapak akan kembali ke Jogja sesuai permintaan Hanif.


Hanif akan memperkenalkan calon mantunya yang sangat cantik.


Hatinya merasa manis sekaligus gelisah tiba-tiba ketika mengingat Anita dan pernikahannya yang hanya menghitung hari.


*************


Bersambung..


Sebentar lagi Kisah Anita akan sampai di part akhir.. Mohon Dukungannya ya readers..


Setelah ini author akan fokus ke cerita baru untuk diikutkan lomba..


Dan kalau readers setuju author akan buat spin off Mencintaimu Dalam Diam yang fokus ceritanya tentang Azzam, Zahra dan Wildan..Kasih Komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2