Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


LOPE U FULLLL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT...


Setelah mandi Davin langsung menuju tempat tidur nya, dan langsung berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia belum bisa menekankan matanya, sebab pikiran nya masih mengenang peristiwa beberapa Tahun silam.


Flash back on


" Vivin kakak mau ngomong penting sama boleh ganggu waktunya sedikit "? Pinta Davin saat keduanya sedang berada salah satu kafe


" boleh dong kak, emang kakak mau ngomong penting apa sih jadi kepo deh". Sahut Silvia sambil tersenyum manis.


Yang mana siapapun melihat nya akan meleleh, begitu pun bagi pria tampan yang ada di hadapan nya kini. Davin bahkan tak berkedip,ia selalu terpesona dengan kecantikan gadis yang mulai beranjak dewas.


Silvia merupakan gadis cantik, perpaduan indo korea yang begitu sempurna.



visual Silvia Andrew


Lanjut...


"Aku sayang sama kamu, bukan sebagai kakak adik tapi sebagai pria dan wanita". Ujar Davin serius

__ADS_1


Silvia membulatkan mata nya tak percaya apa yang ia dengar.Jika barusan Davin berkata sayang kepada nya, jantung nya tak karuan bahkan tubuh nya bergetar.


" Kak Avin anterin aku pulang plis". Ucap Silvia yang sudah menundukkan kepalanya, ia tak punya keberanian menatap Davin.


Melihat reaksi Silvia seperti demikan, membuat Davin menghela nafas nya berat.Ia tak menyangka akan seperti ini reaksi dari Silvia, dengan berat hati dan kecewa. Davin menarik tangan Silvia, dan berjalan menuju parkiran.


Sepanjang dalam mobil keduanya tak berkata apapun, Silvia dari tadi hanya menatap ke arah luar kaca mobil.


Sedangkan Davin yang mulai siap mengatur perkataan nya , terlihat beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar. Ia harus kuat dan tak memaksa kan kehendak nya, bukankah cinta tak bisa di paksakan.


" Vivin kakak minta maaf jika, perkataan kakak tadi sudah membuat kamu tak nyaman. Kamu juga tak perlu menjawab, karena bagiku sudah mengatakan kepadamu aku sudah puas."Ujar Davin pelan


" Kak plis jangan paksa Vivin buat berpikir, jangan ganggu Vivin sekarang, karena Vivin lagi mau berpikir". Sahut Silvia


Ia sebenarnya mempunyai perasaan kepada Davin, namun ia juga sangat ingin menjadi pantas bersama Davin.Tujuan nya sekarang adalah meraih impian nya, dan tak ingin berkomitmen dalam satu hubungan.


Bukankah dengan mendengar pengakuan Davin tadi sudah cukup, dan ia yakin Davin akan selalu setia padanya.Tapi entah itu akan berlaku pada dirinya atau tidak, apakah ia mampu bertahan dari godaan ribuan pria tampan di sekitar nya.


" Baiklah jika itu kemauan mu". Ucap Davin pelan dan setelah itu memilih diam.Keduanya melanjutkan perjalanan tanpa bicara, dan larut dalam pikiran masing masing.


Sesampainya di rumah Silvia, gadis tersebut langsung turun.Tapi sebelum nya ia menatap sendu kearah Davin dan memaksakan senyumnya.


" Kak pulang nya hati hati, ingat jangan ngebut biar lambat asal selamat".Pesan Silvia.


Davin tersenyum walau terasa sakit, ia mengusap lembut kepala Silvia.


" Iya bawel sudah sana masuk, ingat jangan keluyuran lagi masih bau kencur". Pesan Davin balik


" Astaga mana ada anak bau kencur secantik dan seimut aku sih.Udah ah bye kak Avin ku". Pamit Silvia dan langsung keluar mobil Davin dan berlari masuk kedalam rumah.


Davin menatap punggung Silvia, yang sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


" Aku cinta kamu, aku sayang kamu dan akan tetap seperti itu.Akan ku tunggu sampai kamu membuka hatimu, karena cinta ku tulus dari dulu kini dan nanti ". Gumam Davin pelan


Ia pun mengemudikan mobilnya, menuju kediaman Hadiwinata. Sepanjang perjalanan otak nya terus berpikir keras, mungkinkah ia harus menjauh semetara waktu.


Tak berselang lama, ia telah sampai di kediaman nya.setelah memarkirkan mobil nya, ia masuk kedalam rumahnya dan menemukan mama dan papa nya sedang duduk santai di ruang keluarga.


" Malam Mama, Malam papa". Sapa Davin


Yuli yang mendengar putra kebanggaannya menyapa, ia pun menoleh kearah suara tersebut.


" Malam juga gantengnya mama, baru pulang ngapelin Vivin nya kamu ya"? Goda Yuli


Sedangkan Davin hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, dan tersenyum paksa.


" Hehe kurang lebih seperti itu ma, ya sudah aku ke atas dulu ya". Ujar Davin


" Yang suruh kamu keatas siapa,duduk sini Papa mau bicara penting sama kamu"? Perintah Dika


Davin pun tak bisa membantah, dan langsung mendudukkan bokong nya di sofa.


" Kamu mau lanjutkan kuliah S2 kamu, atau gantikan posisi papa di kantor".Tanya Dika serius


" Huft Pa, bukankah kita sudah pernah membahas ini semua. Keputusan Davin sudah bulat, akan tetap melanjutkan kuliah s2". Sahut Davin pasti


" Baiklah jika itu kemauan kamu Papa akan dukung, bagaimana hubungan kamu dengan Silvia"? Dika kembali bertanya kepada putra nya itu.


" Entahlah Davin bingung, mau jelaskan seperti apa.Tapi satu yang pasti, Davin tak kan berpaling kepada yang lain MaPa tolong dukung aku ya". lirih Davin


" Haha ternyata anak kita sudah bucin akut ya Mas". Ujar Yuli sambil tertawa


" Iya sayang benar sekali". Dika menimpali

__ADS_1


Davin tersenyum senang, sebab melihat orang tua nya yang selalu mendukung hubungan nya dan Silvia yang hanya berjalan di tempat.


__ADS_2